sumber gambar: kampoeng-heber.blogspot.com

Warna adalah simbol yang sangat dominan dalam proses komunikasi. begitupun dengan kehidupan bermasyarakat di Toraja, terdapat empat warna dasar yang dikenal dalam masyarakat Toraja, yakni: hitam, merah, kuning dan putih yang mewakili kepercayaan asli Toraja (Aluk Todolo).

Tiap warna yang digunakan melambangkan hal-hal yang berbeda. warna putih merupakan lambang kesucian yaitu warna tulang yang melambangkan kehidupan manusia. Warna ini merujuk pada sifat manusia yang lembut dan rendah hati.

Warna kuning merupakan warna kemuliaan sebagai lambang ketuhanan yang dipergunakan pada waktu upacara Rambu Tuka’ demi untuk keselamatan manusia, warna kuning menjadi simbol anugerah dan kekuasaan Ilahi yang merujuk kepada warna matahari sebagai lambang sukacita.

Warna merah menjadi simbol warna darah yang melambangkan kehidupan manusia yang memiliki energi dan sebagai simbol untuk keberanian.

Sedangkan warna hitam merupakan lambang dari kematian atau kegelapan dipakai pada waktu upacara Rambu Solo’ (upacara kematian). Arti warna hitam pada setiap ukiran adalah bahwa kehidupan setiap manusia diliputi oleh kematian karena menurut pandangan Aluk Todolo bahwa dunia ini hanya sebagai tempat bermalam saja atau tempat semantara.

Pada umunya, dalam upacara Rambu Tuka”, warna yang dominan di pakai adalah warna kuning, putih dan merah, namun dalam upacara Rambu Solo’, warna yang dipakai adalah hitam, putih dan merah. Warna kuning sebagai lambang sukacita, yang merujuk kepada matahariĀ  atau kehidupan, tidak boleh bertemu dengan warna hitam yang merupakan lambang kematian atau dukacita.

Sumber dari penelitian mahasiswa UKSW

Categories: Budaya Toraja

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).