Olahan Daging Babi Khas Masyarakat Toraja

Babi merupakan hewan yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Toraja karena hewan ini mengambil peranan yang cukup penting dalam setiap prosesi ritual adat di Toraja baik itu rambu tuka’ (upacara syukuran) maupun rambu solo” (upacara kedukaan). 

Meskipun disebut haram oleh teman-teman dari agama muslim, namun bagi orang Toraja daging babi merupakan makanan yang lezat bahkan makanan yang paling di cari-cari ketika berada di tanah rantau. Nah berikut ini beberapa olahan makanan dari daging babi yang sangat khas bagi orang Toraja dan pastinya akan membuat anda merasa ngiler untuk mencicipinya.

Piong Duku’ Bai

Piong duku’ bai (piong daging babi) merupakan makanan khas dari suku Toraja dan Cara pengolahannyapun tergolong cukup unik. Daging babi yang telah dipotong kecil-kecil kemudian dimasak dalam ruas bambu muda bersama dengan sayur miana (dalam bahasa Toraja serreakko/bulunangko) dan juga rempah-rempah lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabe, daun bawang dan juga di tambahkan penyedap rasa. Cara memasang piong daging babi inipun menggunakan kayu bakar sehingga membuat daging dan rempah-rempah menjadi menyatu sehingga menghasilkan rasa daging babi yang lezat dan juga gurih. Jadi ngiler deh jadinya.

Duku’ Bai Tollo’ Pamarrasan

Duku’ bai tollo’ Pamarrasan tergolong makanan enak yang paling banyak dicari-cari oleh masyarakat Toraja. Bagaimana tidak, makanan ini memiliki cita rasa yang nikmat karena dimasak menggunakan bumbu khas Toraja yakni Pamarrasan. Pamarrasan sendiri diperoleh dari biji buah Pangi (kluwak) yang telah dikeringkan dan dihaluskan dan mempunyai warna hitam pekat. Cara memasak daging babi menggunakan bumbu pamarrasan inipun tidak boleh sembarangan karena bisa berujung pada keracunan makanan apabila salah mengolahnya karena buah kluwak (pangi) memiliki kandungan sianida di dalamnya. Namun anda tidak perlu kawatir, orang Toraja sudah sangat ahli kok memasak makanan menggunakan bumbu ini dan dijamin anda tidak akan keracunan. 

Pangrarang Duku’ Bai

Jangan mengaku orang Toraja jika belum pernah mencicipi pangrarang duku’ bai. Pangrarang duku’ bai merupakan makanan yang sangat enak dan boleh dikata makanan favorit orang Toraja apalagi ketika sedang kumpul-kumpul sambil minum tuak tidak akan lengkap tanpa makanan yang satu ini. Marasa tanta.
Cara membuat pangrarang duku’ baipun tergolong cukup sederhana, daging babi yang telah diiris-iris kemudian di olesi garam secukupnya kemudian di bakar (di rarang). Tapi buat anda yang mengidap penyakit kolesterol dan darah tinggi jangan coba-coba untuk mengonsumsi pangrarang ini secara berlebihan yah nanti malah jadi penyakit.

Pa’ Karing/ Dendeng Duku’ Bai

Salah satu cara pengawetan daging babi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Toraja apalagi pada saat musim pesta adalah membuatnya menjadi dendeng. Cara membuat dendeng daging babipun tergolong cukup mudah seperti cara membuat dendeng pada umumnya. Daging Babi yang telah diiris tipis-tipis kemudian dilumuri dengan garam dan merica kemudian dikeringkan di bawah terik sinar matahari ataupun diasapi di dapur (diatas palandoan). Daging babi yang telah diawetkan tersebut mampu bertahan hingga 2 bulan dan biasanya banyak perantau-perantau Toraja kemudian minta untuk dikirimkan dendeng daging babi ini ke tanah rantau. Cara mengolah dendeng ini menjadi makanan bisa dimasak dengan sayur daun ubi kayu (utan battae) yang telah ditumbuk dan dihaluskan, bisa juga digoreng kemudian disambal tergantung sesuai selera anda.

Nah demikianlah olahan-olahan makanan dari daging babi khas masyarakat Toraja yang membuat lidah menjadi ngiler untuk mencicipinya. dilahkan ditambahkan di kolom komentar jika masih ada yang terlewat dan belum ditulis oleh admin dan Jangan lupa juga yah guys untuk berkunjung ke Toraja menikmati wisata-wisata budaya dan alam yang pastinya akan memanjakan mata anda.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *