Gereja Toraja lahir dan tumbuh dari hasil kegiatan dari GZB (Gereformeerde Zendingsbond) dari Belanda. Toraja adalah sebuah teritori di bagian utara propinsi Sulawesi Selatan yang saat ini secara administratif terdiri dari dua kabupaten yaitu Tana Toraja dan Toraja Utara. Pdt. A.A. van de Loosdrecht adalah zendeling pertama dari GZB yang melayani di Toraja. Dia tiba di Rantepao (salah satu kota kecamatan waktu itu, sekarang ibu kota kabupaten Toraja Utara) pada 7 November 1913 dan hanya melayani dalam waktu singkat karena terbunuh pada tanggal 26 Juli 1917. Berkat pelayanan para penginjil dari GZB, Gereja Toraja kini tersebar hampir di seluruh Indonesia.

logo gereja Toraja

Gambar di samping merupakan logo Gereja Toraja. Adapun makna dari logo Gereja Toraja menurut Tata Gereja dan Peraturan-peraturan Khusus Gereja Toraja – Edisi 1 – Badan Pekerja Sinode yang dicetak oleh PT. SULO:

  1. Rumah Toraja melambangkan konteks budaya Toraja tempat Gereja Toraja lahir dan tumbuh;
  2. Salib melambangkan kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang di atasnya Gereja Toraja dibangun, berdiri dan bertumbuh sesuai dengan 1 Korintus 3 : 11.
  3. Alkitab, Firman Allah, melambangkan dasar persekutuan, pelayanan dan kesaksian Gereja Toraja.
  4. Tiga susun gelombang melambangkan tri panggilan Gereja Toraja yang dilaksanakan dalam dunia yang penuh tantangan dan peluang.
  5. Lingkaran dalam melambangkan konteks Indonesia tempat Gereja Toraja melaksanakan pembinaan warga gereja. Lingkaran luar melambangkan konteks dunia tempat Gereja Toraja menyatakan tugas panggilannya.
Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).