nanas muda

Banyak yang beranggapan bahwa mengonsumsi nanas muda pada saat hamil dapat menggugurkan janin dalam kandungan. Namun yang menjadi pertanyaan, benarkah demikian? Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang mahasiswa yang sedang pusing karena hamil di luar nikah. Dia berencana menggugurkan kandungannya yang berusia kurang lebih 2 bulan dengan mengonsumsi nanas muda. Hal tersebut dilakukannya dengan dalih tidak ingin membuat malu keluarga besarnya.

Dari kasus diatas, paradigma mengonsumsi nanas muda dapat berujung pada keguguran kandungan memang sudah bukan hal yang tabu lagi dalam masyarakat terutama muda mudi, dan bahkan dipercayai cara tersebut sangat ampuh. Namun benarkah demikian?

Salah satu media nasional pernah memuat sebuah artikel mengenai hal ini. Kepada media tersebut, seorang dokter pemerhati gaya hidup Grace Judio-Kahl, mengatakan nanas muda memang bisa menggugurkan kandungan yang usianya masih belia. Karena, nanas muda mengandung enzim bromelain yang bisa memicu meningkatnya kontraksi pada rahim sang ibu hamil. Hal ini ternyata juga pernah dimuat majalah kesehatan Amerika Serikat, Live Strong. Mereka mengutip tulisan Rana Conway dalam buku Waht to Eat When You’re Pregnant. 

Dalam buku tersebut mengatakan, bromelain memecah protein. Sementara, janin yang masih berusia kurang dari 4 bulan terbentuk dari protein. Maka, masuk akal jika ibu dengan kandungan usia 3 bulan atau kurang yang mengonsumsi nanas muda lantas mengalami pendarahan dan keguguran.

Namun disisi yang lain, bromelain juga memiliki manfaat untuk tubuh
seperti menghancurkan plak kolesterol, dan bila digabungkan dengan nutrisi lainnya bromelin dapat membantu melawan iskemia atau reperfusi yang terjadi pada otot.

Perihal Mengenai nanas dapat menyebabkan keguguran pada kandungan, saya menyarankan kepada anda untuk konsultasi kepada dokter spesialis yang menangani akan hal tersebut agar anda diberikan pemahaman yang mendalam mengenai hal tersebut


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).