Fakta-Fakta Kebangkitan Yesus Dalam Alkitab

Yohanes. 20:1-29; I Kor. 15:3-8

PENDAHULUAN

Yesus bangkit

Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati adalah peristiwa paling spektakuler yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Selain kebenaran tentang kelahiran dan kematian Kristus, maka doktrin tentang kebangkitan Kristus merupakan batu alas/fondasi bagi kekristenan. Berdiri atau runtuhnya iman Kristen sangat tergantung pada kebangkitan Kristus. Itu sebabnya Rasul Paulus berkata: “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (I Korintus 15:14).

Karena kebangkitan Kristus merupakan dasar/fondasi iman
Kristen, maka dari jaman ke jaman setan dengan segala tipu muslihatnya telah
berusaha menyerang doktrin kebangkitan Kristus, yang merupakan jantung
Kekristenan. Tujuan serangan iblis tersebut adalah untuk melenyapkan atau
meruntuhkan Kekristenan. Tetapi puji Tuhan, kebenaran tetap kebenaran,
kebenaran tidak dapat dirubah, kebenaran tidak bisa dilenyapkan, kebenaran tidak
dapat dipalsukan. Kebenaran bagaikan emas yang murni semakin diuji semakin
nampak jelas kemurniannya.

Melalui artikel ini penulis
ingin mengajak para pembaca untuk melihat fakta-fakta kebangkitan Kristus,
suatu peristiwa historis yang tidak bisa disangkal oleh siapapun juga. Apa yang
penulis kemukakan dalam tulisan ini, bukanlah sesuatu yang baru bagi pembaca.
Namun melaluinya penulis ingin menyegarkan kembali ingatan dan pemahaman kita
tentang kebenaran yang “kuno” ini, namun yang tidak pernah lenyap ditelan
zaman. 

I . KUBUR YANG KOSONG

Saksi mata pertama yang melihat
kubur yang kosong adalah Maria Magdalena dan beberapa perempuan yang lain,
ketika pagi-pagi benar mereka pergi ke kubur. Kubur yang kosong ini juga
disaksikan langsung oleh Petrus dan Yohanes yang melihat kedalam kubur bahwa
jenazah Yesus sudah tidak ada, karena Ia sudah bangkit. (Yoh 20: 1-10).

Akan tetapi orang-orang yang
tidak percaya (non-Kristen) berusaha menyangkal fakta KUBUR YANG KOSONG sebagai
bukti kebangkitan Kristus. Ada
3 (tiga) teori yang mereka kemukakan berkenaan dengan kubur yang kosong, yakni

  1. Jenazah
    Yesus dicuri.

Mereka mengatakan bahwa kubur
kosong bukan karena Yesus bangkit, melainkan karena mayat Yesus dicuri. Yang
diduga mencuri mayat Yesus adalah: Orang-orang Romawi, orang-orang
Yahudi
dan kelompok murid-murid Tuhan Yesus

Jawaban dan sanggahan terhadap teori mayat Yesus dicuri
.

  1. Orangorang Romawi tidak mempunyai alasan untuk
    mencuri jenazah Yesus, karena mereka ingin memelihara ketenteraman di
    seluruh wilayah jajahan Romawi. Jikalau mereka mencuri jenazah Yesus dari
    kubur, hal itu akan menimbulkan huru-hara dan keresahan dalam masyarakat,
    yang akan menggangu stabilitas keamanan. Sehingga dengan demikian, maksud
    mereka ingin memelihara ketenteraman tidak akan tercapai.

Lagi pula Matius mencatat bahwa
kuburan Yesus “dimeterai “ ( Matius 27 : 66 ). Meterai adalah semacam
cincin atau perhiasan lainnya, yang memiliki bentuk khusus, dan dibuat agar
dapat ditekan atau dicap pada batu, tanah liat, atau lilin sebagai tanda
pribadi pemiliknya, yang tidak boleh diganggu gugat oleh orang lain . Materai
diatas kubur Yesus adalah meterai Pilatus (Penguasa Romawi), suatu lambang
kehormatan dan otoritas yang dimiliki oleh Pilatus.
Apabila orang-orang Romawi berani mencuri mayat Yesus, maka terlebih dahulu
mereka merusak meterai yang telah dibubuhkan di atas kubur Yesus. Merusak
meterai berarti suatu penghinaan terhadap kewibawaan dan otoritas Pilatus dan dianggap sebagai tindakan kriminal yang akan
membawa konsekwensi hukuman mati. Oleh karena itu kita yakin bahwa orang Romawi
pasti tidak mau mengambil resiko dengan mencuri mayat Yesus.

  1. Orang-orang
    Yahudi
    juga tidak mungkin mencuri jenazah
    Yesus. Pada waktu Petrus dan Rasul-rasul berkhotbah tentang kebangkitan
    Kristus di Yerusalem ( Kis. 2), Imam-imam kepala dan penguasa Yahudi
    bungkam dihadapan Rasul-rasul itu. Sebenarnya pemecahan masalah mereka
    sangat sederhana. Seandainya mereka benar-benar menyimpan mayat Yesus,
    mereka dapat mengaraknya di jalan-jalan Yerusalem, dan dalam sekejap mata
    saja mereka akan dapat mematika Kekristenan yang baru saja muncul pada
    saat itu. Karena mereka tidak melakukannya, maka hal itu menunjukan fakta
    bahwa mereka tidak menyimpan mayat Yesus.
  2. Bagaimana
    dengan
    muridmurid? Keterangan
    yang mula-mula sekali tersebar ialah bahwa murid-murid mencuri mayat
    Yesus. Dalam Matius 28:11-15 kita dapat membaca tentang reaksi imam-imam
    kepala dan tua-tua ketika serdadu-serdadu pengawal melaporkan berita
    misterius yang membuat mereka marah, yaitu bahwa mayat Yesus sudah hilang.
    Mereka lalu memberikan sejumlah uang kepada serdadu-serdadu itu dan
    menyuruh mereka mengatakan bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam dan
    mencuri mayat Yesus ketika mereka sedang tidur. Cerita ini jelas bohong
    dan palsu, sehingga Matius tidak perlu bersusah-susah memberikan sanggahan
    . Ada tiga
    alasan kita mengatakan bahwa cerita tentang murid-murid yang mencuri mayat
    Yesus itu bohong.

Pertama, serdadu-serdadu
Romawi yang menjaga kubur Yesus merupakan serdadu pilihan yang tidak mungkin tertidur.
Sebab kalau mereka tertidur sangsinya sangat berat, bahkan nyawa taruhannya.

Kedua, Hakim mana yang mau
menerima keterangan seseorang, seandainya ia berkata bahwa ketika ia sedang
tidur, seorang tetangga masuk ke rumah dan mencuri pesawat TV? Kesaksian
semacam ini hanya akan ditertawakan di sidang pengadilan maupun juga. Berkas
pengaduannya pasti akan dimasukkan kedalam tong sampah. Siapa yang dapat
mengatahui apa yang sedang terjadi ketika ia sedang tidur?

Ketiga, pencurian mayat Yesus merupakan hal yang sungguh-sungguh berlawanan dengan watak murid-murid Kristus. Karena dengan mencuri berarti mereka adalah pelaku-pelaku kebohongan. Dan suatu kebohongan pasti tidak akan bertahan lama. Setiap murid Kristus dihadapkan kepada ujian penyiksaan dan kematian untuk pernyataan dan kepercayaan mereka. Berikut ini adalah catatan sejarah tentang murid-murid Yesus yang mati syahid karena mempertahankan iman kepada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit kembali pada hari ketiga.

  • Petrus disalibkan terbalik dengan kepala kebawah, kaki keatas
  • Yakobus dibunuh, kepalanya dipukul dengan tongkat hingga otaknya berhamburan keluar .
  • Tomas mati dilembing di India.
  • Yudas saudara kandung Tuhan Yesus mati syahid di Persia.
  • Yakobus mati dipancung oleh Herodes Agripa I.
  • Filipus mati syahid tersalib.
  • Bartolomius atau Natanael mati syahid dikuliti bagaikan binatang.
  • Matius mati ditombak.
  • Andreas mati tersalib miring pada balok berbentuk “X”.
  • Simon orang Zelot mati disalib.
  • Matius mati tersalib.
  • Hanya Yohanes yang meninggal karena usia lanjut, setelah dibuang di pulau Patmos.

Manusia rela mati untuk sesuatu yang mereka percayai
sebagai kebenaran, meskipun mungkin yang mereka percayai itu sesungguhnya bukan
kebenaran. Tetapi bagaimanapun juga manusia tidak rela mati untuk sesuatu yang
mereka ketahui adalah bohong.

Baca Juga  Khotbah Duka Cita Ayub 1:20-22 "Berkat Diatas Penderitaan"

2. Kubur Yang Salah

Teori lain yang terkenal mengatakan bahwa
perempuan-perempuan yang datang ke kubur itu dalam keadaan bingung dan sangat
berduka cita, sehingga mereka tersesat pada pagi yang gelap itu dan masuk ke
kubur yang salah. Dalam keadaan sedih, mereka membayangkan Kristus telah
bangkit, sebab kubur itu kosong. Bagaimanapun juga teori ini hancur lebur
dihadapkan kepada fakta-fakta yang sama menghancurkan anggapan-anggapan
sebelumnya.

Seandainya perempuan-perempuan itu masuk kekubur yang
salah, mengapa imam-imam kepala dan musuh-musuh yang melawan kepercayaan
Kristen ini, tidak pergi kekubur yang benar dan mengeluarkan mayat Yesus? Lagi
pula, Petrus dan Yohanes yang datang ke kubur tidak mungkin membuat kekeliruan
yang sama. Yusuf dari Arimatea pemilik kubur itu pasti akan dapat membereskan
masalahnya. Tambahan lagi harus kita ingat bahwa kuburan itu adalah tanah
perkuburan pribadi dan bukan perkuburan umum. Tidak ada kubur lain di situ yang
dapat membuat mereka malakukan kesalahan seperti ini, apalagi jarak waktu baru
tiga hari pasti lokasi kubur masih jelas dalam ingatan.

3. Teori pingsan (teori ini muncul abad ke 18).

Teori ‘pingsan‘ juga telah dikembangkan untuk menjelaskan
kubur yang kosong. Menurut teori ini, Kristus sesungguhnya tidak mati. Laporan
yang diberikan salah. Sebetulnya Kristus tidak mati tetapi hanya pingsan karena
kepayahan, kesakitan dan banyak kehilangan darah. Ketika Ia
diletakan di kubur yang sejuk itu, Ia bangun , dari antara orang mati. Teori
ini merupakan teori modern yang muncul pertama kali keluar dari kubur dan
menampakan diri kepada murid-muridNya, yang mengira bahwa Kritus telah bangkit
pada akhir abad ke- 18. Tetapi mari kita misalkan sejenak bahwa Yesus dikubur
hidup-hidup dan pingsan. Apakah mungkin bagi kita untuk percaya bahwa ia mampu
bertahan selama tiga hari di dalam kubur yang lembab tanpa oksigen, makan atau
air atau tanpa perawatan apa pun? Dapatkah
Ia bertahan dalam keadaan terluka
dan dibungkus dengan kain kafan? Apakah
Ia memiliki kekuatan untuk
menggulingkan batu yang berat dari mulut kubur, kekuatan untuk mengalahkan
serdadu-serdadu Romawi yang menjaga kubur dan kekuatan untuk berjalan
berkilo-kilo meter dengan kaki yang sudah terluka karena tusukan paku salib?
Mempercayai hal-hal yang baru saja kita sebutkan lebih sulit dari pada
mempercayai fakta kebangkitan.

Jadi satu-satunya teori yang
benar untuk menjelaskan kubur yang kosong ialah bahwa Yesus Kristus
sungguh-sungguh bangkit dari antara orang mati sesuai dengan nubuat Kitab Suci.
Dalam suatu khotbahnya Pdt. Dr. Stephen Tong mengatakan, “Kubur dari
pendiri-pendiri agama lain masih terisi dan pengikut mereka tetap kosong.
Tetapi kubur Yesus sudah kosong dan pengikutnya yang diisi. Dalam suatu Museum
di Vatikan kita bisa melihat paku asli yang memaku Yesus di kayu salib, tetapi
tidak terdapat tulang belulang Yesus karena bangkit Ia”.
 

II. PENAMPAKAN DIRI YESUS

Sebenarnya kubur yang kosong cukup memberikan bukti yang
kuat tentang kebangkitan Kristus . Namun untuk lebih meyakinkan dunia bahwa
Yesus sungguh-sungguh bangkit dari antara orang mati , Ia secara berulang kali
menampakan diri selama kurang lebih 40 hari bahkan setelah kenaikanNya ke
sorga. Perjanjian Baru mencatat 17 kali Yesus menampakan diri baik kepada
perorangan maupun kepada kelompok orang banyak . Kronologi penampakan Yesus
adalah sebagai berikut :

  1. Yesus
    menampakan diri kepada Maria Magdalena (Yohanes 20:11-17 ; Markus 16:9 –11)
  2. Yesus
    menampakan diri kepada perempuan-perempuan lain yang juga sedang kembali
    ke kubur dan melihat Yesus ditengah jalan ( Matius 28:11-15 )
  3. Yesus
    menampakan diri kepada Petrus pada sore hari pertama kebangkitanNya (Lukas
    24 : 23 ; I Korintus 15:5).
  4. Yesus
    menampakan diri kepada kedua murid ketika mereka berjalan pada jalan ke
    Emaus (Marjus 16 : 12-13
    ; Lukas 24: 3-35).
  5. Yesus
    menampakan diri kepada sepuluh murid, dimana Tomas tidak hadir (Markus 16:14; Lukas 24:36-43 ; Yohanes
    20:19-23).
  6. Seminggu
    sesudah kebangkitanNya Yesus menampakan diri kepada kesebelas murid. Pada
    waktu itu Tomas hadir (Yohanes 20:26-29).
  7. Yesus
    menampakan diri kepada tujuh murid di Laut Galilea (Yohanes 21:1-23).
  8. Yesus
    menampakan diri kepada lima
    ratus orang sekaligus (I Korintus 15:6).
  9. Yesus
    menampakan diri kepada Yakobus saudaraNya sendiri (I Korintus 15:7).
  10. Yesus
    menampakan diri kepada kesebelas murid diatas bukit di Galilea. Pada saat
    itu Ia memberitakan Amanat Agung untuk memberitakan Injil (Matius
    28:16-20).
  11. Penampakan
    kesebelas terjadi pada waktu kenaikanNya ke sorga dari bukit Zaitun (Lukas
    24:44-53 ; Kis 1:3-9).
  12. Yesus
    menampakan diri kepada Stefanus tepat sebelum Stefanus mati syahid (Kis 7: 55-56).
  13. Penampakan
    ketigabelas ialah kepada rasul Paulus di tengah jalan ke Damsyik tatkala
    ia bermaksud menganiaya orang-orang Kristen (Kis 9:3-6 ; 22:6-11 ;
    26:13-18). Pada saat itulah Paulus bertobat.
  14. Penampakan
    keempat belas adalah kepada Paulus di Arabia (Kis 20:24 ; 26:17 ; Galatia 1:12,17).
  15. Penampakan
    kelima belas adalah kepada Paulus juga didalam Bait Allah tatkala Paulus
    diperingatkan mengenai penganiayaan yang akan tiba (Kis 2:17-21 lihat 9:
    26-30 ; Galatia
    1:18).
  16. Panampakan
    diri keenambelas adalah kepada rasul Paulus, tatkala ia berada dipenjara
    Kaisaria, dimana dikatakan “Tuhan datang berdiri disisinya“ ( Kis 23:11).
  17. Penampakan
    yang terakhir atau yang ke tujuh belas adalah kepada rasul Yohanes pada
    permulaan Wahyu yang diberikan kepadanya di pulau Patmos.
    (Wahyu 1:12-20).

Dari keseluruhannya,
penampakan-penampakan diri Yesus Kristus dengan berbagai sifat dan kepada begitu
banyak orang tentang bukti kebangkitan Kristus adalah sekuat fakta sejarah yang
mana saja yang dapat disebutkan dalam abad pertama. 

III. PERUBAHAN RADIKAL
DALAM DIRI MURID-MURID
 

Hal apakah yang mengubah
sekelompok murid yang penakut dan pengecut itu menjadi berani dan penuh
keyakinan? Hal apa yang mengubah Petrus yang pernah menyengkal Yesus menjadi
pahlawan iman yang gagah berani dan penuh semangat? Padahal pada malam sebelum
Yesus disalibkan, ia juga takut dibunuh sehingga tiga kali ia menyangkal bahwa
ia mengenal Yesus?  

Kira-kira 50 hari kemudian Petrus mempertaruhkan hidupnya
dengan berkata bahwa ia telah melihat Yesus bangkit dari antara orang mati.
Kita ingat juga bahwa Petrus menyampaikan khotbah Pentakosta yang berapi-api di
Yerusalem, dimana peristiwa pengadilan Yesus pernah berlangsung dan hidup
Petrus terancam bahaya.

Baca Juga  Tata Ibadah Gereja Toraja: Liturgi 1 dan 2

Petrus tidak berkhotbah di Galilea yang berkilo-kilo meter
jauhnya dari Yerusalem, yaitu di tempat dimana tak seorangpun yang dapat
memeriksa fakta-fakta yang dikemukakannya sehingga khotbahnya pasti tidak akan
mengalami tantangan.

Hanya kebangkitan Kristus
secara tubuh sajalah yang dapat menghasilkan perubahan ini . 

IV. KESAKSIAN DARI ORANG-ORANG KRISTEN DARI ABAD KE ABAD 

Berjuta-juta orang yang hidup sekarang dapat memberikan
kesaksian bahwa mereka telah diubah sama sekali oleh Yesus Kristus yang telah
bangkit, setelah mereka mengundang Dia masuk ke dalam kehidupan mereka.

Dalam bukunya, Evidence That Demands A Verdict, Prof.
Dr. Josh McDowell
mencatat secara akurat 58 orang tokoh yang
bertobat dan mengalami perubahan hidup karenaFirman Allah tentang Yesus
Kristus yang telah bangkit. Orang-orang ini meliputi jabatan yang
bermacam-macam seperti ahli komputer, polisi, pelacur, pilot, olahragawan,
millioner, bintang film, penyanyi, filsuf, senator, dll. Juga dari berbagai
bangsa seperti Hongkong, Jepang,
Brazil, Viatnam, Kenya,
Panama,
India,
dll. Dan orang-orang yang mengalami perubahan ini juga meliputi bermacam-macam
latar belakang agama sebelum mereka menjadi orang Kristen seperti Yudaisme,
Islam, Hindu dan Setanisme. Demikian pula ada berjuta-juta orang lainnya yang
hidup sekarang dapat memberi kesaksian bahwa mereka telah diubah sama sekali
oleh Yesus Kristus yang sudah bangkit dari antara orang mati..

Untuk membuktikan enak
tidaknya kue puding adalah dengan mencicipi kue itu. Undangan Tuhan masih tetap
berlaku, “kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu“(Mazmur 34:9).
Kesempatan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi masih
terbuka bagi setiap orang yang belum percaya. Sebab itu percayalah kepadaNya
sebelum terlambat. 

V. FAKTA ADANYA GEREJA KRISTEN YANG TERUS BERKEMBANG

Ancaman dan serangan dari lawan-lawan gereja terus
dilancarkan dari abad pertama sampai saat ini, baik serangan dari luar maupun
dari dalam. Serangan dari luar adalah dalam bentuk penyiksaan/penganiayaan
terhadap orang-orang Kristen, termasuk pembakaran gedung-gedung gereja. Dalam
sejarah gereja dicatat ada 10 kali penyiksaan besar yang dilakukan terhadap
orang-orang Kristen, khususnya pada abad-abad permulaan. Di Indonesia sendiri
menurut data (gunung es) dari FKKI sampai dengan November 2001ada 862 gereja
yang ditutup dibakar atau dirusak di Indonesia dan sekian banyak hanba Tuhan
yang dipenjara bahkan mati syahit karena mempertahankan iman mereka. Tetapi
kenyataannya justru gereja terus berdiri bahkan berkembang dari zaman ke zaman.
Tepat sekali apa yang pernah dikatakan oleh seorang Bapak Gereja bernama Tertullianus,
“Darah para martir adalah benih gereja”.

Pernah juga ada usaha-usaha dari orang-orang yang anti
Kekristenan untuk memusnakan Alkitab yang menjadi sumber dan pedoman iman dan
perbuatan orang Kristen. Dalam buku A General Introduction to the Bible dicatat
bahwa seorang yang bernama Voltaire, Gembong rationalis abad XVIII
pernah mengatakan bahwa tak lama lagi Alkitab tak akan dibaca orang lain karena
isinya tidak masuik akal. Tetapi lima
puluh tahun setelah kematiannya, rumah dan percetakannya dipergunakan oleh
Lembaga Alkitab Jenewa untuk mencetak dan menerbitkan Alkitab.

Sedangkan serangan dari dalam
adalah munculnya bidat-bidat dan guru-guru palsu, yang menyelewengkan ajaran
Kristen yang murni, untuk menyesatkan orang-orang Kristen. Namun hingga kini
gereja Tuhan tetap berdiri tegak dan ajaran-ajaran yang menyipang itu dengan
sendiri lenyap ditelan oleh waktu. 

Kenyataan Alkitab tidak dapat
dimusnakan dan Kekristenan terus berkembang adalah bukti dari kebangkitan
Kristus. Data stastistik beberapa tahun lalu menunjukkan: Di Korea, jumlah
orang Kristen berlipat dua setiap 10 tahun sejak 1940. Saat ini ada lebih dari
11 juta orang Kristen disana, sama dengan 25% jumlah seluruh penduduk Korea! Jumlah
orang Kristen di Indonesia adalah telah berlipat dua dibanding tahun 1965. Di
Afrika 10 juta orang Kristen di tahun 1900; sekarang disana terdapat 203 juta
orang Kristen. Tahun 1900 orang Kristen di Amerika Latin berjumlah kurang dari
1 juta jiwa, kini jumlah tersebut telah bertumbuh menjadi 18 juta jiwa. Tetapi
pertumbuhan terbesar telah terjadi di RRC. Di negara komunis ini tahun 1949
hanya ada 1 juta orang Kristen, tetapi kini jumlahnya telah berlipat kali ganda
hingga 50 juta bahkan lebih. Ini semua terjadi karena Yesus Kristus hidup.
Menurut penelitian Dr. Peter Wagner, “Tujuh puluh delapan ribu orang
menjadi Kristen tiap hari, seribu enam ratus gereja baru dirintis tiap minggu
di seluruh dunia”.
Ini semua terjadi karena Yesus Kristus hidup. 

VI. FAKTA ADANYA HARI
ORANG KRISTEN
 

Hari Minggu telah ditetapkan sebagai hari ibadah bagi umat
Kristen. Sejarahnya mulai pada tahun 32 M. Perubahan kelender seperti itu pasti
merupakan peristiwa besar, yakni mengubah hari kebaktian dari hari Sabat/Sabtu
orang-orang Yahudi, yaitu hari ke- 7 dalam seminggu, ke hari Minggu yang
merupakan hari pertama dalam seminggu.

Orang-orang Kristen berkata
bahwa perubahan ini terjadi sebab mereka ingin merayakan kebangkitan Yesus
Kristus dari antara orang mati. Sebab Yesus menyerahkan nyawaNya pada hari
Jumaat dan bangkit pada hari Minggu. Sehingga sampai sekarang orang-orang
Kristen beribadah pada hari Minggu. Tentu saja orang Kristen boleh berbakti
pada hari apa saja. Tetapi khusus hari Minggu adalah untuk memperingati
kebangkitan Kristus dari antara orang mati. 

PENUTUP/KESIMPULAN

Kebangkitan Kristus adalah batu penjuru bagi setiap
pembelaan atas iman Kristen. Padanya terletak segala sesuatu yang penting bagi
theologia Kristen. Bukti-bukti kebangkitan Kristus demikian banyak jumlahnya
sehingga menjadi salah satu dari pembelaan iman Kristen yang terbesar.

Frank Morrison, seorang
pengacara ulung dan juga wartawan yang agnostik, telah berusaha mmenulis sebuah
buku dengan tujuan untuk membantah fakta kebangkitan Kristus. Setelah melakukan
banyak penyelidikan, pandangannya berubah dan ia menjadi seorang yang percaya
kepada Yesus Kristus yang bangkit. Ia yakin bahwa Yesus Kristus sungguh bangkit
dari antara orang mati. Hal ini terungkap dalam bukunya yang berjudul “Who
moved The Stone?

Cannon Wescott, seorang
Sarjana ulung dari Cambridge
University mengatakan
“Sesunggunya , kalau kita pertimbangkan semua fakta yang ada maka tidak ada
peristiwa sejarah yang lebih baik atau lebih banyak buktinya dari pada
peristiwa kebangkitan Kristus”.

Flavius Josephus (37 A.D)
sejarawan Yahudi, berkata: : “Ada
seorang bijak bernama Yesus,
Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan
yang mulia seorang guru yang memberikan kebenaran yang diterima dengan
sukacita, Ia menarik Yahudi juga bangsa-bangsa lain. Ia adalah Kristus dan
dihukum salib oleh Pilatus atas usul rakyat.
Orang-orang yang mengasihiNya tidak meninggalkan Dia; sebab Ia menampakan diri
pada mereka dalam keadaan hidup pada hari ketiga; seperti yang diramalkan
nabi-nabi Tuhan serta puluhan ribu hal-hal ajaib mengenai Dia. Dan golongan
Kristen pengikutnya masih tetap ada sampai hari ini.”.

Baca Juga  Makna Clerical Collar Yang Biasa Di Pakai Pendeta

Dengan demikian kita melihat
baik bukti-bukti internal (di dalam Alkitab) maupun bukti-bukti external (di
luar Alkitab) menyakinkan kita akan kebangkitan Kristus.  

Apakah signifikansi
Kebangkitan Kristus bagi manusia? 

  1. Kebangkitan Kristus Memberikan Jaminan Kehidupan Di Balik Kematian, Sebab Maut Telah Dikalahkan (I Kor. 15:54-55). Signifikansi kebangkitan Kristus bagi kita semua diungkapkan oleh rasul Paulus dalam Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah mebangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diseLamatkan”. Di sinilah perlunya pengkuan iman secara pribadi dari setiap manusia kepada Yesus Kristus yang telah bangkit itu. Pada zaman Rasul Paulus menulis surat Roma tidaklah mudah bagi orang Kristen untuk mengatakan bahwa Yesus yang bangkit itu adalah Tuhan. Bagi setiap warga negara Roma, menyebut Tuhan (Kurios) hanya ditujukan kepada Kaisar. Hanya Kaisar yang berhak disapa Kurios atau Tuhan. Kalau ada oknum atau objek lain yang dipanggil Tuhan, meka itu merupakan penghinaan bagi Kaisar dan koneskwensi cukup berat. Bagi orang Kristen hal ini merupakan tantangan yang cukup berat, sebab bagi orang Kristen hanya Yesuslah yang layak disebut Tuhan. Akibatnya tidak heran, penganiayaan dan penderitaanlah yang dialami orang-orang Kristen. Menghadapi tantangan iman yang cukup berat sekarang ini, masihkan kita setia mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Mengaku Yesus sebagai Tuhan tidak sama dengan menjadi anggota salah satu denominasi gereja, karena bukan denominasi gereja yang menyelamatkan kita melain iman secara pribadi kepada Kristus Tuhan yang bangkit itu.  

    * Pada masa hidupnya, John Wesley, pendiri gereja Methodist, juga bingung karena banyaknya aliran gereja. Suatu hari ia bermimpi dan dalam mimpinya itu ia dibawa ke pintu gerbang neraka. Di sana ada seorang malaikat yang menjaga, ia lalu bertanya: “Apakah di sini ada orang Calvisnis”? Malaikat menjawab: “Banyak”. “Apakah di sini ada orang Baptis”? “Banyak”. “Apakah di sini ada orang Pentakosta?” “Banyak”. Akhirnya John Wesley bertanya”: “Apakah ada orang Methodist” Malaikat menjawab: “Juga banyak”. John Wesley merasa kecewa karena merasa dirinya gagal sebagai pemimpin gereja Methodist.

    Lalu John Wesley dibawa ke pintu gerbang sorga. Di sana ada malaikat lain yang menjaga, dan ia bertanya kepada malaikat itu: “Apakah di sini ada orang Pentakosta?” Malaikat menjawab: “Tidak ada”. John Wesly bertanya lagi: “Apakah ada orang Calvinis?” “Tidak ada”. Apakah ada orang Presbiterian?” “Tidak ada”. “Apakah ada orang Baptis?” “Tidak ada”. Dan akhirnya John Wesley bertanya: “Apakah ada orang Methodist?” Malaikat menjawab: “Juga tidak ada”. Dengan bingung dan putus asa John Wesley bertanya: “Kalau begitu siapa yang ada di dalam sorga?” Malaikat menjawab: “Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang sudah bangkit dari dalam kubur”. 

  2. Kebangkitan Kristus Mendorong Setip orang Kristen Memiliki Kerinduan Untuk Semakin Mengenal Kristus Yang Bangkit itu.

    “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa KebangkitanNya…..” (Fil. 3:10).
    Pada tahun 1819 – 1901, di Inggris hiduplah seorang ratu, namaNya Ratu Ratu Victoria. Suatu hari Sang Ratu melepaskan baju kerajaanNya dan mengenakan pakaian biasa. Sang Ratu berjalan di pasar, toko-toko, jalan raya, ingin melihat dari dekap kehidupan rakyatnya. Karena Sang ratu menyamar seperti rakyat biasa maka orang-orang yang berjumpa dengannya tidak tahu kalau itu adalah ratu. Tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Dalam keadaan kebingungan, Sang ratu mampir di sebuah rumah dan meminjam payung kepada pemilik rumah. Dengan perasaan iba, pemilik rumahpun meminjamkan payung kepada wanita yang tidak mereka kenal itu. Dan karena tidak mengetahui bahwa itu adalah ratu, maka merekapun meminjamka payung yang sudah agak usang, namun masih bisa dipakai. Padahal sebenarnya ia memiliki payung yang baru dan mahal. Besok paginya Sang ratu mengembalikan payung tersebut dengan pasukan berkuda dengan suatu memo: “Terima kasih anda telah meminjamkan saya payung kemarin sehingga saya tidak kehujanan”. Tertanda Ratu Victoria. Pelajaran berharga yang bisa kita petik dari cerita ini adalah: Pengenalan kita akan Tuhan mempengaruhi sikap dan pelayanan kita kepada Tuhan. 

  3. Yesus Yang Hidup Dan Telah Naik ke Sorga Mengerti dan Merasakan Penderitaan GerejaNya. (Ibrani 4:15; Kisah 9:3-5).
    Tuhan menerti secara persis apa yang sedang menimpa gereja Tuhan di setiap zaman. Apa yang diperbuat orang terhadap umatNya, sama seperti berbuat kepada Tuhan. (Kis. 9:3-5; Ibr. 9:3-5). Bahkan Tuhan berjanji menyertai gerejaNya dalam menjalankan missi Amanat Agung sampai kepada akhir zaman (Mat. 28:19-20).
  4. Berdiri teguh, jangan goyah dan giat melayani Tuhan.
    Masih dalam konteks kebangkitan Kristus, rasul Paulus dengan inspirasi Roh Kudus menulis kepada setiap orang Kristen yang sudah diselamatkan, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh ,jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekrjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” (I Korintus 15:58).  

Ada dua pesan penting dari tulisan Paulus ini:

Pertama, “Berdiri
teguh dan jangan goyah.”

Rasul Paulus sangat menyadari
bahwa tantangan Kekriistenan yang akan dihadapi oleh orang percaya dari abad ke
abad sangat berat. Karena “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di
dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (I Tim. 3:12). Tidak mustahil penganiayaan yang dialami
orang-orang Kristen akan menggoyahkan iman mereka dan bertanya dimana kekuasaan
Tuhan? Untuk itulah Rasul Paulus memberikan encouragment atau dorongan
supaya orang percaya “Berdiri teguh dan jangan goyah” 

Pesan kedua dari I Kor.
15:58 adalah : “Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan”

Iman kepada Yesus Kristus yang
bangkit itu kiranya mendorong setiap orang percaya lebih giat melayani Tuhan,
sebab jerih payah kita dalam melayani Tuhan tidak akan sia-sia.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *