Puisi Merupakan bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima, penyusun bait dan baris yang bahasanya dirangkai sedemikian rupa sehingga terdengar indah dan penuh makna. Puisi biasanya ditulis dengan tujuan untuk mengkritik dan mengubah tatanan kehidupan sosial, memberikan sebuah gambaran kepada pembaca dan pendengar mengenai maksud yang hendak di sampaikan penyair, ataupun memberikan motivasi kepada sang pembaca karya sastra tersebut.

Puisi dengan judul Tangisan Budaya yang ditulis oleh “Deki Ampulembang” merupakan sebuah karya sastra untuk mengkritik pemuda-pemudi yang mulai melupakan budaya Toraja. Melalui puisi ini, sang penyair berharap agar pemuda-pemudi Toraja mau dan tetap melestarikan budaya Toraja sebagai warisan yang patut dipertahankan agar tetap eksis sampai kapanpun.

Tangisan Budaya

Diriku kini keriput
Diriku kini tak seindah dulu
Diriku kini hancur

Diriku kini terabaikan.
Katamu akulah simbolmu
Katamu aku terjemahanmu
Tapi itu dulu

Diluar sana aku dikumandangkan
Diluar sana aku disanjung
Tapi engkau hancurkan daku di sini.

hai !! pemuda pemudi TORAJA
Engkau malu mengakui aku
Engkau membenci aku
engkau hancurkan aku
padahal akulah yang  mengenalkanmu ke dunia

Satu pintaku
Satu harapku
Satu impianku
Cintailah daku agar aku tetap disisimu.

Goresan Jiwa: Deki Ampulembang


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).