Pengertian, Jenis, Pandangan Alkitab dan Dampak Perjudian

Pengertian dan Jenis-jenis Perjudian

Dalam Ensiklopedia Indonesia, judi diartikan sebagai suatu kegiatan pertaruhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil suatu pertandingan, permainan atau kejadian yang hasilnya tidak dapat diduga sebelumnya.[1] Sedangkan Dra. Kartini Kartono mengartikan judi adalah pertaruhan dengan sengaja, yaitu mempertaruhkan satu nilai atau sesuatu yang dianggap bernilai, dengan menyadari adanya resiko dan harapan-harapan tertentu pada peristiwa-peristiwa permainan, pertandingan, perlombaan dan kejadian-kejadian yang tidak/ belum pasti hasilnya dengan kata lain ada dampak perjudian yang dialami si penjudi tersebut.

Kitab
undang-undang hukum pidana pasal 303 ayat (3) mengartikan judi adalah tiap-tiap
permainan yang mendasarkan pengharapan buat menang pada umumnya bergantung
kepada untung-untung saja dan juga kalau pengharapan itu jadi bertambah besar
karena kepintaran dan kebiasaan permainan. Termasuk juga main judi adalah
pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain, yang tidak
diadakan oleh mereka yang turut berlomba atau bermain itu, demikian juga segala
permainan lain-lainnya.

Dan
lain-lainnya pada pasal 303 ayat (3) secara detail dijelaskan dalam penjelasan
pasal 1 Peraturan Pemerintah RI Nomor 9 Tahun 1981 tentang pelaksanaan
Undang-Undang nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian. Antara lain
adalah rolet,poker, hwa-hwe, nalo, adu ayam, adu sapi, adu kerbau, adu kambing,
pacuan kuda dan karapan sapi.

Dalam
PP No. 9 tahun 1981tentang pelaksanaan penertiban perjudian, perjudian
dikategorikan menjadi tiga yaitu: perjudian di kasino yang terdiri dari
roulette, blackjack, baccarat, creps, keno, tombola, super ping-pong, lotto
fair, satan, paykyu, jackpot, ji si kie, bix six wheel, chuc a luck, lempar
paser, pachinko, poker, twenty one, hwa-hwe, serta kiu-kiu.

Baca Juga  Teknik Sampling Probalitas dan Non-Probalitas Dalam Statistik

Kedua,
perjudian di tempat keramaian yang terdiri dari lempar paser, lempar gelang,
lempar uang, kim, pancingan, menembak sasaran yang tidak berputar, lempar bola,
adu ayam, adu sapi, adu kerbau, adu domba/ kambing, pacu kuda, karapan sapi,
pacu anjing, kailai, mayong/ macak dan erek-erek.

Ketiga, perjudian yang dikaitkan dengan kebiasaan yang terdiri dari adu ayam, adu sapi, adu kerbau, pacu kuda, karapan sapi, adu domba/ kambing.[2]

Pandangan Alkitab Tentang Perjudian

Dalam
Alkitab, walaupun tidak secara langsung, namum banyak di singgung tentang
bahaya dan dampak dari perjudian. Misalnya dalam Amsal 13:11 “Harta yang cepat
diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit,
menjadi kaya”. judi memang cara mudah dan gampang dalam mendapatkan uang dalam
waktu yang singkat namun dengan prababilitas yang sangat rendah atau resiko
yang sangat tinggi. Bahkan hukum matematika melarang judi karena probabilitas
yang sangat rendah.

Dalam Pengkhotbah 5:10 “siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puan dengan penghasilannya. Inipun sia-sia”. Judi adalah cinta uang. Fokus judi sudah dapat dipastikan adalah cinta uang. Judi menjanjikan kepada manusia untuk memperoleh kekayaan dengan jalan yang cepat dan mudah. Dalam alkitab masih banyak lagi di singgung tentang dampak dari pada perjudian yang berhubungan dengan cinta uang, misalnya dalam 1 Timotius 6:10, Matius 6:24, Ibrani 13:15, dll.

Dampak Perjudian

Dampak
dari perjudian sangat terlihat jelas, disadari atau tidak dampak perjudian
yaitu menurunnya etos kerja bagi pelaku perjudian dengan kata lain malas untuk
bekerja, timbulnya kriminalitas yang diakibatkan dari kegiatan perjudian
seperti mencuri untuk menapatkan uang. Judi bersifat candu, yang membuat pelaku
gelisah dan tidak nyaman apabila tidak melakukan perjudian.

Baca Juga  4 Teori-Teori Sumber Dalam Perjanjian Lama

Kerugian
materi seperti banyak uang dan harta yang terbuang sia-sia, kesehatan terganggu
akibat sering begadang demi melakoni perjudian dan timbulnya konflik dalam
rumah tangga karena perjudian.[3]


[1] Ensiklopedia Nasional
Indonesia., Hlm. 474.

[2] Dikutip dari: Buku Indonesia
Negeri Judi oleh Haryanto

[3]
Eprints.uny.ac,id/22395/11/BAB%20V.pdf

Diunduh
pada sabtu, 26 Maret 2016. Pukul 08.00.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *