Peran dan Fungsi Manajemen Menurut Alkitab

Manajemen Menurut Alkitab, Peran dan fungsi manajemen ada lima fungsi atau unsur-unsur manajemen yaitu:

Planning/ perencanaan

Pertama Planning/ perencanaan, adalah penentuan dan pemilihan tujuan terlebih dahulu serta merumuskan tindakan-tindakan atau tugas-tugas yang dianggap perlu untuk mencapainya. Alkitab memberikan beberapa petunjuk yang dapat dijadikan dasar dalam rangka membuat rencana atau melakukan kegiatan perencanaan: (1) perencanaan akan menentukan keberhasilan semua kegiatan operasional organisasi (Ams 24:6)., (2) dalam membuat rencana harus beralaskan pada kehendak Tuhan (Yer. 6:19)., (3) biarkan Tuha ikut bekerja dalam membuat perencanaan yang sedang disusun (Rm 8:28 dan 9:11)., (4) rencana Tuhan akan membuahkan kedamaian dan kesejahteraan (Yer. 29:11).

organzing atau pengorganisasian

Kedua organzing atau pengorganisasian, merupakan proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia, dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa misi manajemen kristiani adalah bersekutu, bersaksi, dan melayani. Manifestasi dari bersekutu adalah wujud hidup berorganisasi. Dalam Alkitab, organisasi digambarkan atau diumpamakan sebagai suatu tubuh (Rm. 12:4-5 & 1Kor. 12:12). Tubuh kita merupakan suatu kesatuan yang mempunyai suatu tujuan yang sama. Masing-masing anggota tubuh berada pada tempat yang tepat dengan fungsi yang tepat pula. Setiap anggota tubuh mempunyai tugas dan fungsi sendiri-sendiri dan setiap anggota atau bagian dari tubuh diberikan wewenang untuk melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan kemampuannya.

Directing atau pengarahan

Ketiga Directing atau pengarahan, adalah upaya agar sumberdaya manusia yang ada dalam manajemen melaksanakan rencana yang telah ditetapkan. Didalam fungsi pengarahan atau perintah ada beberapa aspek, yaitu pendelegasian wewenang, memberi bimbingan, memberi motivasi, pemberian penghargaan dan kepemimpinan. Bil. 11: 17 terkait dengan pendelegasian wewenang, yaitu “Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau disana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Ku taruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya. Dan di dalam memberi bimbingan, kitab Keluaran 18:20 mengatakan bahwa “kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan. Serta mengenai memberi motivasi Kitab Amsal 12:25 mengajarkan kepada kita bahwa “gunakan perkataan yang baik agar yang menerima perintah gembira.” Kemudian mengenai mengenai pemberian penghargaan kitab Kejadian 30:28 menjelaskan bahwa “Tentukanlah upahmu yang harus ku bayar, maka aku akan memberiknnya” Sedangkan mengenai kepemimpinan, kitab Keluaran 18:21 mengatakan bahwa “orang yang cakap, takut akan Tuhan, dapat dipercaya dan benci menerima suap.”

Baca Juga  Pengertian dan Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Coordinating atau pengkoordinasian

Keempat Coordinating atau pengkoordinasian, berarti mengikat, mempersatukan dan menyelaraskan semua aktivitas dan usaha. Menurut Alkitab, pentingnya koordinasi dan tujuan koordinasi tercermin pada nast berikut: “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tipa orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (1 Kor. 12:4-7). Untuk mencapai koordinasi yang efektif, masing-masing pribadi, unit, kelompok, dan bagian yang ada dalam organisai harus merasa terpanggil satu tubuh dan mampu berfikir dewasa sehinnga mampu saling memberikan nasihat. Keadaan ini tentu saja harus beralaskan kasih sebagai pengikat dan mempersatukan dalam kehidupan berorganisasi, sebagimana pesan nast Alkitab berikut: “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus” (Rm. 12:4-5).

Controling atau pengendalian

Dan
yang kelima yaitu Controling atau pengendalian adalah suatu proses untuk menetapkan
pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu
dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Fungsi
pengendalian dalam kehidupan berorganisasi telah lama dikenal. Buktinya dapat
kita lihat didalam Pengkhotbah 5:7 yang menyatakan “Pejabat tinggi yang satu
mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi
mereka. Menurut Alkitab, Tuhanlah yang mengawasi atau mengendalikan manusia:
“Tuhan yang mengamat-amati dan menghitung setiap langkah dan jalan manusia
(Ayb. 31:4). Jika dalam proses pengendalian tidak dilandasi oleh kejujurn atau
ketulusan, maka timbul beberapa keadaan yang tidak diinginkan oleh semua pihak
organisasi. Kejujuran atau ketulusan merupakan landasan dalam kehidupan suatu
oraganisasi, sebagiaman pesan dalam nast Alkitab berikut: “Pekerjaan yang jujur
meringankan pengawasan” (2 Raj. 12:15)

Baca Juga  Mari Belajar Budaya Seko: Mukobo/Musyawarah Dalam Masyarakat Seko

Selain dari kelima peran dan fungsi manajemen menurut Alkitab, ada juga pandangan Kristen atau Kristiani mengenai sebuah fungsi atau peran manusia didalam dunia ini, yaitu: Melaksanakan perintah Tuhan, agar setiap orang atau manusia dapat bermanfaat atau berguna bagi orang atau manusia lain, dan sebagai kawan sekerja Allah dalam rangka membangun dunia. Peran melaksanakan perintah Tuhan tampak  pada peran Abraham sebagimana tertulis dalam Kejadian 12:1-4 dan juga tampak karya Tuhan Yesus Kristus sebagaimana tetulis dalam Yohanes 5:30,36. Peran manusia agar dapat bermanfaat tau berguna bagi orang atau manusia yang lain sebagiaman tertulis di dalam Injil Yohanes 3:16-17. Sedang peran sebagia kawan sekerja Allah dalam rangka membangun dunia tampak pada pernyataan Rasul Paulus sebagaimana tertulis pada 1 Korintus 3:9.

Manusia juga mendapat mandat dari Tuhan untuk mengelola, mengatur menata dunia atau bagian dari dunia yang menjadi tanggungjawabnya (Kej. 1:26). Manusia Kristen baik sebagai manajer atau bukan manajer mempunyai kewajiban berbuat seperti yang telah dilakukan oleh Kristus (Yoh.13:15). Dengan demikian peran manusia baik sebagai manajemen atau manajer maaupun bukan manajer adalah: 1. Melaksanakan perintah untuk mengelola atau mengatur dan menata dunia atau bagian dari dunia yang menjadi tnggungjawabnya, 2. Memberikan manfaat atau berguna bagi peningkatan kesejahteraan umat manusia baik di dalam mupun  diluar lingkungannya, 3. Sebagai kawan sekerja Allah dalam rangka membangun dunia itulah Manajemen Menurut Alkitab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *