Sejarah Pendidikan Agama Kristen (PAK) Dewasa

PAK Dalam Perjanjian Lama

Sejarah pendidkan agama kristen dalam perjanjian lama disebutkan bahwa Setiap Manusia pada dasarnya mempunyai kesadaran religius bahwa ada suatu kodrat ilahi di atas realitasĀ  dunia,dan dalam berbagai agama.Pendidikan dimulai ketika agama mulai muncul dalam hidup manusia. PAK berpangkal pada persekutuan umat Tuhan dalam Perjanjian Lama. Sebagai penyelidikan terhadap Alkitab, Kitab Perjanjian Lama menjelaskan secara khusus perihal komponen pembelajaran. Hal yang terkait dengan komponen pembelajaran adalah pendidik,yaitu para pemimpin Israel yang turut berperan dalam pendidikan; peserta didik, yaitu umat Israel yang menerima pendidikan; kurikulum, yaitu materi atau isi pendidikan yang mencakup ketetapan dan peraturan (Ul.6:1) atau Taurat Tuhan. Sedangkan komponen pembelajaran yang lain adalah tujuan dan metode.

PAK Dalam Perjanjian Baru

Sejarah pendidkan agama kristen dalam perjanjian Baru tidak terlepas dari pendidikan agama dalam perjanjian Lama. Tema pokok pengajaran agama dalam perjanjian Lama dan perjanjian Baru adalah karya penyelamat Allah bagi Manusia. Dalam perjanjian baru, hal ini dinyatakan dalam pribadi Kristus dan juruselamat. DalamĀ  perjanjian Baru, materi utama pendidikan melanjutkan perjanjian Lama. Namun pada masa perjanjian Baru, Yesuslah yang menjadi materi utama pendidikan termasuk dalam hal-hal belajar mengajar.

Tuhan Yesus Kristus layak disebut Guru Agung karena pengajarannya disertai kuasa Mukjizat. Meskipun diakui bahwa ajaran moral ( Matius 5-7) dan hubungan antar sesama yang menekankan kasi ( Matius 22:37:40) merupakan ajaran yang luar biasa dan tiada bandingannya, inti pengajaranNya berpusat pada dirinya sendiri. Tidak seorang gurupun yang berani mengajar seperti itu. Tuhan Yesus Kristus tidak hanya mengajar agar manusia dibenarkan dihadapan Allah. Oleh karena itu manusia harus menerima Dia sebagaai Tuhan dan Juruselamat.

Baca Juga  Hermeneutik Yohanes 6:1-15 Dengan Menggunakan Metode Naratif

Tujuh hal utama yang menjelaskan arti penting
mengajar,yaitu:

  • Menjelaskan firman yang sudah diwahyukan
  • Menguatkan iman
  • Membentuk keharmonisan rumah tangga
  • Merupakan syarat mutlak bagi pendeta dan
    pemimpin rohani
  • Mendorong seseorang untuk membaca,
    menghayati, dan memberitakan firman Tuhan
  • Menjelaskan pertumbuhan iman
  • Memuridkan

Selama pelayanannya didunia, Tuhan Yesus memberikan teladan dalam metode pengajarannya untuk menbangun kontak dengan para pendengar, terutama murid-Nya. Dalam usaha menyampaikan berita dan pesan mengenai kasih Allah, Yesus menggukan cara yang berbeda, antara lain:

  • Metode bercerita
  • Metode percakapan
  • Metode pengalaman langsung yaitu mengajarkan dengan langsung
    melakukannya
  • Metode penelaahan Alkitab
  • Metode Demonstrasi
  • Metode Ceramah
  • Metode Pemuridan
  • Metode kunjungan lapangan

Rasul Paulus juga merupakan guru yang ulung. Ia benar-benar tokoh penting dilapangan pendidikan agama. Paulus dididik untuk menjadi Rabi bagi bangsanya. Ia mahir dalam pengetahuan akan taurat dan dilatih untuk mengajar orang lain tentang agama kaum Yahudi. Selain itu

Paulus berkeyakinan kuat dan beriman teguh. Ia selalu siap bertukar pikiran,mengajar,menegur, dan mengajak. Pasti ia adalah ahli pidato yang sangat berbakat. Meskipun wajah dan perawakannya tidak tampan, khotbahnya penuh semangat dan isinya jelas sehingga membuat kagum pendengarnya. 

Kadang banyak orang merasa sangat tersinggung,tetapi banyak pula segera ditawan kuasa perkataan Paulus. Paulus mengajar di sejumlah tempat ia menumpang, di gedung-gedung yang ia sewa, dilorong-lorong kota atau dipadang-padang, di atas loteng dan dalam bengkelnya, di pasar dan dalam kumpulan kaum Filsuf. Tidak ada tempat yang ia anggap kurang layak untuk menyampaikan berita tentang Juruselamat dunia.

Rasul Paulus juga banyak mengajar melalui surat-suratnya. Segala persoalan dan kesulitan yang muncul dalam jemaat yang ia dirikan, atau yang timbul di antara  kaum Kristen yang belum ia kunjungi, ia digunakan untuk menguraikan hal-hal pokok tentang kepercayaan atau kesusilaan Kristen yang berkaitan dengan persoalan masing-masing jemaat.

Baca Juga  Teori Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *