Studi Kasus “Dampak Negatif Perjudian dan Penanganannya”

BAB I
PENDAHULUAN

Dampak Negatif Perjudian dan Penanganannya, Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak terlepas dari berbagai macam masalah. Salah satu diantaranya adalah masalah akan biaya hidup. Bagi kaum kurang mampu, ini merupakan sebuah persoalan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seperti biaya sekolah anak-anak, biaya akan kebutuhan sandang dan pangan, dan lain sebagainya. Ada berbagai cara orang lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak sedikit orang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma demi memperoleh kebutuhannya, seperti mencuri, berjudi, dll.

Judi merupakan permainan dengan menggunakan uang atau barang berharga sebagai taruhan dengan harapan dapat berlipat ganda ketika menang. Namum tidak sedikit orang miskin diakibatkan karena judi. Judi dapat menimbulkan efek yang sangat buruk bagi seseorang jika tidak segera diatasi. Ada banyak faktor yang menyebabkan orang berjudi diantaranya: karena hobby dan bahkan ada juga yang menjadikan perjudian sebagai pekerjaan sehari-hari.

 Untuk menyelesaikan masalah tersebut salah satu cara bisa diselesaikan menggunakan teknik studi kasus. Langkah-Langkah Memberikan Bantuan Dalam Memecahkan Masalah Menurut I. Djumhur dan Mohamad Surya yaitu:

1. Langkah Identifikasi Kasus

Langkah ini dimaksudkan untuk mengenal kasus beserta gejala-gejala yang nampak. Dalam kasus ini pembimbing mencatat kasus-kasus yang perlu mendapat bimbingan dan memilih kasus mana yang akan mendapat bantuan terlebih dahulu.

2. Langkah Diagnosa

Langkah untuk menetapkan masalah yang dihadapi kasus beserta latar belakangnya. Dalam langkah ini kegiatan yang dilakukan adalah mengumpulkan data dengan mengadakan studi kasus dengan menggunakan berbagai teknik pengumpul data. Setelah data terkumpul kemudian ditetapkan masalah yang diihadapi beserta latar belakangnya. Dari data studi kasus yang terkumpul kemudian dibuat kesimpulan sementara dan kesimpulan ini kemudian dibicarakan lagi dalam pertemuan kasus untuk menetapkan masalah dan latar belakangnya.

3. Langkah Prognosa

Langkah prognosa yaitu langkah untuk menetapkan jenis bantuan apa, terapi apa yang akan dilaksanakan untuk membimbing kasus. Langkah ini ditetapkan berdasarkan kesimpulan dalam langkah diagnosa, yaitu setelah ditetapkan masalah beserta latar belakangnya. Untuk menetapkan langkah prognosa ini sebaiknya ditetapkan bersama setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan berbagai faktor.

4. Langkah Evaluasi dan Follow Up

Langkah ini dimaksudkan untuk menilai atau mengetahui sejauh manakah langkah terapi yang telah dilakukan sejauh mana hasilnya. Dalam langkah ini dilihat perkembangan selanjutnya dalam jangka waktu yang lebih jauh.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Identitas

Nama: HE (inisial)

Jenis Kelamin: Laki-Laki

Tempat/ Tanggal lahir: Bua, 13 Oktober 1982

Agama: Kristen Protestan

Alamat Rumah: –

No Telp/ Hp: –

Status dalam keluarga: Bapak rumah tangga

Tinggal di rumah dengan: Istri dan kedua anaknya.

B. Narasi

Di kota Rantepao tepatnya di Bua, hidup seorang bapak yang berinisial HE yang kesehariannya bermain judi. Bisa dikatakan judi sudah mendara daging dalam hidupnya, bukan hanya dijadikan hobby tapi sudah menjadi pekerjaan baginya dalam kesehariannya. HE kesehariannya berprofesi sebagai supir angkutan umum Rantepao – Makale. Sehabis menjalankan profesinya HE langsung ke tempat pemasangan togel untuk memasang nomor yang dianggapnya dapat menambah dan melipat gandakan uangnya. Tidak tanggung-tanggung, separuh dari penghasilannya setiap hari HE gunakan untuk judi togel dan sisa dari uang tersebut HE sisihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Tidak hanya berjudi togel, HE juga biasa melakukan judi yang lain, seperti sabung ayam dan bermain kartu. HE juga adalah seorang peminum dimana HE selalu berkumpul bersama-sama dengan rekan-rekannya ketika malam untuk melakukan pesta miras.

Hal ini membawa permasalahan dalam kehidupan HE, baik dalam rumah tangganya, masyarakat, maupun gereja tempat HE berjemaat. Beberapa kali istri HE melarangnya melakukan hal tersebut, namum hal tersebut susah HE tinggalkan karena sudah menjadi kebiasaan dalam hidupnya. Gereja juga sudah memberikan pembinaan bahkan teguran kepada HE namun tidak di dengarkan. Memang Dampak negatif Perjudian sudah menjadi bagian hidupnya sehari-hari.

C. Hasil Pengumpulan Data

  • Data Fisik: Tinggi kurus, berambut lurus, kulit sawo  matang, berwajah bulat
  • Hubungan Sosial: Hubungan dengan keluarga kurang baik, dalam masyarakat dan gereja juga kurang baik.
  • Data Sosial Ekonomi: HE termasuk keluarga kurang mampu
  • Data Psikologis: Pemarah, mudah iri hati tetapi mempunyai keinginan untuk menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

D. Diagnosa

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari permasalahan melalui wawancara maka dapat di diagnosa HE mempunyai masalah akan kebutuhan hidupnya dan biaya sekolah untuk anak-anaknya sehingga HE berjudi dengan harapan bisa melipat gandakan uang yang dia dapatkan dari pekerjaannya sehari-hari.

E. Prognosa

Langkah prognosa yaitu langkah untuk menetapkan jenis bantuan apa, terapi apa yang akan dilaksanakan untuk membimbing kasus. Langkah ini ditetapkan berdasarkan kesimpulan dalam langkah diagnosa, yaitu setelah ditetapkan masalah beserta latar belakangnya. Untuk menetapkan langkah prognosa ini sebaiknya ditetapkan bersama setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan berbagai faktor.

Berdasarkan dari diagnosa dapat di ambil langkah  prognosa, kemudian di kemukakan pula kemungkinan-kemungkinan langkah selanjutnya di tempuh untuk memberikan bantuan yaitu:

  1. Bimbingan pribadi kepada HE akan dampak perjudian bagi dirinya dan keluarganya.
  2. Kelompok masyarakat dan keluarga tempat HE berada harus mau menerimanya dengan baik.
  3. Gereja harus memberikan pembinaan spiritual kepada HE.

F. Tindak Lanjut/ Follow Up

Langkah ini dimaksudkan untuk menilai atau mengetahui sejauh manakah langkah terapi yang telah dilakukan dan sejauh mana hasilnya. Dalam langkah ini dilihat perkembangan selanjutnya dalam jangka waktu yang lebih jauh.

Konseli diharapkan untuk menerapkan hal-hal yang diajarkan kepadanya. Hal ini dimaksudkan agar konseli mampu keluar dari dunia perjudian dan mulai mencari uang dengan cara yang benar.

BAB III
KESIMPULAN

Dari hasil studi kasus diatas, maka dapat disimpulkan bahwa HE yang kesehariannya berprofesi sebagai supir angkutan umum terjerumus kedalalam perjudian. Perjudian membawa Dampak negatif Perjudian bagi kehidupan HE karena masyarakat tempat dia berada mengkucilkan dirinya dan keluarganya.

Dalam hal ini HE membutuhkan bimbingan yang serius agar dia dapat keluar dari perjudian tersebut. gereja juga memiliki peran penting dalam pelayanan pastoral kepada HE agar spiritualitasnya terbangun dan menyadari bahwa judi itu salah. Pemerintah khususnya kepolisian juga memegang peranan penting dalam memberantas akan perjudian ini agar tidak menjadi penyakit dalam masyarakat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *