Teori Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli

Membandingkan Teori Aliran Manajemen dalam Bentuk Resume.

Teori Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli, Di dalam manajemen pendidikan ada lima teori , diantara yaitu: Teori Manajemen Imiah (Scientific Manajement Theory), Manajemen Organisasi Klasik (Classical Organization Theory) atau Mnajemen Operasional Modern,  Aliran Perilaku (behavioral sciences), Pendekataan Sistem (system Approach), dan Pendekatan Kontigensi atau Pendekatan Situasional. Menurut teori manajemen ilmiah yang dipelopori oleh Frederick W Taylor yang dikenal dengan sebutan “bapak manajemen ilmiah” dengan karyanya “scientific manajement” yang telah memberikan prisnsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah tehnik-tehniknya untuk mencapai efisiensi, bahwa ada Empat prisnsip dasar yang perlu dikembnagkan yaitu: pertama pengembangan metode ilmiah dalam manajemen agar suatu pekerjaan dapat ditentukan metode pencapain tujuannya secara maksiaml, kedua: seleksis ilmiah untuk karyawan agar para karyawan dapat diberikan tugas dan tanggung jawab sesuia keahlian, ketiga: pendidikan dan pengembangan karyawan, keempat: kerjasama yang harmonis antara manajemen dan para karyawan. Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu (time and motion studies), pengawasan fungsional, sistem tarif berbeda yaitu karyawan yang lebih produktif  dan efesien mendapatkan gaji lebih besar dari lainnya. Kontribusi terbesar dari Gant adalah dengan menghasilakan metode garfik sebagaiteknik scheduling produksi untuk perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi yang populer dengna sebutan “Bagan Gantt”

Sedangkan
teori yang kedua yang dipeloporo oleh Henry Fayol merupakan totkoh teori manajemen operasional atau teori
manajemen klasik
dikenal dengan julukan Bapak teori manajemen modern. Di
dalam bukunya yang berjudul Administrasion
Industrielle et Generale ( Administrasi Industrindan Umum)
Fayol membagi
aktivitas-aktivitas industri dalam enam kelompok yaitu teknikal, komersial,
financial, keamanan, kepastain, akunting dan manajerial. Ada empat belas
prinsip manajemen yang ia rurmuskan yaitu: (1) pembagian kerja, (2) wewenang,
(3) disiplin, (4) kesatuan perintah, (5) kesatuan pengarahan, (6) meletakkan
kepentingan perseorangan dibawah kepentingan umum, (7) balas jasa/imbalan, (8)
sentralisasi, (9) rantai scalar/khirarki, (10) order/susunan, (11) keadilan,
(12) stabilitas staf organisai, (13) inisiatif, (14) dan esprit de corps/
semangat korps. Fayol percaya bahwa melalui penguasaan keterampilan dan prinsip
dasar orang yang mendalaminya dapat menjadi manajer yang baik.

Baca Juga  Makna Clerical Collar Yang Biasa Di Pakai Pendeta

Dan
berbeda pula dengan teori yang ketiga yaitu
teori aliran perilaku
didalam teori iniMcGregor memandang perlu adanya perhatian pada kebutuhan social dan
aktualisasi diri karyawan dengan menunjukkan dua kategori manusia yaitu manusia
X dan manusia Y atau lebih dikenal denga teori X dan Y. Manusia tipe X adalah
manusia yang harus selalu diawasi agar mau melakukan usaha dalam pekerjaan
mereka. Sedangkan manusia  Y, ia
bersemangat bekerja sebagai kesempatan untuk mengaktualisasikan diri tanpa ada
pengawasan sekalipun. Jadi teori ini lebih memusatkan perhatiannya kepada
perilaku seseorang dalam bekerja.

Lain
halnya dengan teori yang keempat yaitu teori pendekatan sistem  teori ini memandang
bahwa organisasi sebagai sistem yang dipersatuakan dan diarahkan dari
bagian-bagian /komponen-komponen yang saling berkaitan. Komponen atau bagian
tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, merupakan satu kesatuan yang
utuh yang saling terkait, terikat, mempengaruhi, membutuhkan, dan menetukan.
Oleh karena itu perubahan satu komponen akan berpengaruh terhadap
komponen-komponen lainnya. Dengan demikian berpikir dan bertindak sistem
bererti tidak memandang komponen secara parsial, tetapi saling terpadu satu
sama lain secara sinergi. Sinergi berarti bahwa keseluruhan lebih besar
daripada jumlah dari bagian-bagiannya dan sisten yang bersinergi tersebut
adalah tiap-tiap unit atau bagian yang bekerja dengan serius dalam tatanannya
dan menyadari secara penuh dan bertanggung jawab terhadap kemajuan sistem
secara umum.Sistem memiliki makna bahwa (1) suatu sitem terdiri atas
bagian-bagian yang saling terkait satu denga lainnya, (2) bagian-bagian yang
salinag berhubungan itu dapat bekerja dan berfungsi secara independen atau
bersaam-sama, (3) berfungsinya bagian-bagian tersebut ditujukan untuk mencapai
tujuan umum dari keseluruhan (sinergi), (4) suatu sistem yang terdiri atas
bagian-bagian yang saling berhubungan tersebut berada dalam suatu lingkungan
yang kompleks.

Baca Juga  Pengertian dan Prinsip Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Sedangkan
teori yang terakhir yaitu teori pendekatan
kontigensi atau pendekatan situasional
adalah suatu aliran terori manajemen
yang menekankan situasi atau kondisi tertentu yang dihadapi. Tidak seluruh
metode manjemen ilmiah dapat diterapkan untuk seluruh situasi begitupun tidak selalu
hubungna manusiawi yang perlu ditekankan karena ada kalanya pemecahan yang
efektif melaui pendekatan kuantitatif. Itu semua sangat tergantung pada
karakteristik situasi yang dihadapi dan tujuan yang ingin dicapai.  Jadi teori ini sangat berbeda dengan yang
telah disebutkan diatas, karena teori ini lebih menekankan mengenai suatu
kondisi atau situasi tertentu yang sedang dihadapi.

Kesimpulan

Jadi
kesimpulan yang dapat diperoleh adalah bahwa didalam teori manajemen
pendidikan, ada lima teori yang mempunyai perbedaan dan ciri khas satu sama
lain. Ada teori yang menekankan dan memberlakukan mengenai sitem tarif yang
berbeda, yaitu jika ada karyawan yang lebih produktifdan efesien maka karyawan
tersebut mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan dengan karyawan yang
lain yang tertunya berebeda dengan karyawan tersebut teori ini disebut teori
manajemen ilmiah. Dan ada juga teori yang berpendapat bahwa melalui
keterampilan dan prinsip dasar manajemen, orang yang mendalaminya dapat menjadi
manajer yang baik dan teori ini disebut teori manajemen organisasi klasik. Lalu
teori yang lain berpendapat bahwa ada sebuah komponen-komponen atau bagian-bagian
yang tidak dapat dipisahkan karena bagian-bagian ini saling terkait dan terikat
satu sama lain. Jadi dalam melekukan tindakan menurut teori pendekatan sistem
ini harus berpikir dan bertindak sistem, maksudnya ialah tidak memandang
komponen atau bagian secara parsial tetapi saling berpadu satu sama lain secara
sinergi atau keseluruhan lebih besar daripada jumlah dari bagian-bagiannya.
Sedangkan terori lain yang merupakan teori yang terakhir yaitu teori pendekatan
kontigensi atau pendekatan situasional merupakan teori yang sangat menekankan
pada sebuah situasi atau kondisi tertentu yang sedang dihadapi, karena menurut
teori ini tidak semua metode manajemen ilmiah dapat diterapkan untuk seluruh
situasi. Jadi semua sangat tergantung pada karakteristik situasi yang dihadapi
dan tujuan yang ingin dicapai.

Baca Juga  Contoh Laporan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *