Apa itu Teologi Sosial? Pengertian, Dinamika dan Prosesnya

Landasan teologis usaha teologis sosial

Apa itu Teologi Sosial? Pengertian, Dinamika dan Prosesnya – indonesia terpercaya, Teologi kristen mempunyai fungsi dalam jemaat kristen yang ingin menghayati dan menjadi saksi Injil Yesus Kristus dalam situasi masyarakat yang konkret. Disitulah kita menjalankan teologi sosial. Cara berteologi seperti teologi sosial tampak dalam “Gaudium et spes” (1965), disitu diyakini bahwa, Allah menjumpai dan memanggil kita dalam dunia dan sejarahnya.

Dunia dan sejarahnya merupakan tempat dimana Allah sungguh- sungguh hadir dan berbicara. Maka dari itu dunia dan sejarahnya merupakan locus theologicus. Namun, sadar juga bahwa Gaudium et Spes bersifat ambivalen, artinya bukan hanya tempat Allah hadir dan berbicara, melainkan juga tempat yang tetap diresapi oleh kenyataan dosa. Oleh karena itu gereja harus peduli terhadap dunia dan masyarakat. Gereja menyatakan kepedulian imannya, direfleksikan dalam terang injil.

Seluruh teologi Gaudium et Spes berlandaskan pada pemahaman mengenai gereja sebagai sakramen keselamatan. Gereja dan perbuatannya harus melibatkan diri pada penderitaan, pergulatan dan usaha pembebasan manusia, agar dengan demikian sungguh menjadi sakramen.

Diharapkan bahwa gereja semakin hidup untuk kerajaan Allah. Gereja membiarkan Allah menjadi dasar dan menentukan kehidupan  dunia dan sejarahnya. Sehingga usaha kontekstual teologi  seperti itu tepat sebagai usaha membangun Gereja setempat untuk menjadi saksi Injil Yesus Kristus.

Teologi sosial dalam arti luas dan sempit

Teologi sosial dalam arti luas, yaitu sebagai teologi kontekstual atau semacam teologi fundamental, yaitu merupakan orientasi seluruh teologis dan bukan merupakan bagian atau cabang teologi tertentu.  Teologi selalu berbicara tentang masyarakat dan harus mempunyai ciri soaial.

Jadi teologi dikembangkan dan dijalankan  dalam cakrawala kontekstual kemasyarakatan. Sedangakn teologi sosial dalam arti sempit, yaitu sebagai teologis khusus tentang keterlibatan umat dalam masalah-masalah masyarakat, misalnya dalam menghadapi tantangan kemiskinan dan ketidakadilan. Serta tetap memberi perhatian pada dimensi teologi soaial dalam arti luas, yaitu sebagai teologi fundamental.

Dinamika dan unsur-unsur pokok teologi sosial

Dinamika pokok dari seluruh proses teologi sosial berjalan melalui empat tahap:

  1. Tahap pertama bertujuan mengenal dan mengalami secara nyata dan langsung situasi atau masalah sosial melalui observasi parsitifatif.
  2. Tahap kedua adalah menjalankananalisis sosial yang bermaksud untuk menempatkan pengalaman tadi kedalam konteks masyarakat yang lebih luas.
  3. Tahap ketiga adalah menjalankan refleksi teologi sosial atas apa yang dihasilkan oleh analisis kemasyarakatan tadi.
  4. Tahap keempat adalah tindakan sebagai perwujudan iman menghadapi masalah-masalah sosial yang dianalisis dan direfleksikan sebelumnya.

Dinamika pokok yang menempuh empat tahap tersebut  memuat hubungan timbal balik antara empat unsur, yaitu: (1) tindakan(persekutuan, pemakluman,ibadat, pelayanan) saling berhubungan dan saling mempengaruhi, Injil Yesus Kristus: Kerajaan Allah, refleksi, dan analisis mengenai kenyataan masyarakat yang ada.

Kerjasama antar agama dan antar iman

Realitas masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang multi religius. Oleh karena itu perluh mengingat anjuran  dari Konsili Vatikan II dalam deklarasinya mengenai sikap Gereja terhadap agama-agama bukan Kristen (deklarasi Nostra aetate), yaitu untuk: melindungi, memajukan bersama-sama keadilan sosial, nilai- nilai moral serta perdamaian dan kebebasan untuk semua orang.

Proses Teologi Sosial

Umat manusia selalu mengalami perubahan pandangan yang lebih dinamis dan evolutif oleh karena itu muncul masalah yang menuntut suatu analisis dan sintesis.

  1. Yang menentukan agenda teologi sosial adalah kenyataan sosial dan penghayatan iman yang konkret. Refleksi teologi sosial dimulai dengan kenyataan sosial atau situasi yang dialami bersama dan untuk menangkap situasi di perlukan analisis yaitu, pertama analisis sosial. Tujuannya ialah melihat goglongan-golongan sosial dan struktur-struktur soaial yang ada. Kedua analisis historis. Memperjelas keadaan sekarang ini dan melihat pengaruh masa lalu dan mencoba membentuk orientasi kemasa depan. Yang ketiga analisis kultural yaitu melihat aspirasi nilai-nilai yang berlaku, menentukan kerangka acuan tindakan. Dan kemudian menentukan nilai mana yang menghambat dan yang mana yang mendukung. Yang keempat analisis personal ialah melihat sejauh mana pribadi terlibat dan terbuka terhadap situasi yang dialami bersama. Keterbukaan memang sangat penting.
  2. Situasi yang dialami bersama dianalisis secara bertanggungjawab dan dirumuskan keprihatinan bersama secara teliti dan terinci. Keprihatinan bersama menjadi tantangan hidup beriman. Keprihatinan iman merupakan pengalaman dan sikap eksistensial dalam hidup nyata.
  3. Keprihatinan iman dalam hidup nyata di teruskan dengan analisis iman melalui komunikasi dengan tradisi- tradisi kristiani dimengerti secara luas, yakni yang menampilkan iman akan Yesus Kristus. Tradisi tertulis meliputi Kitab Suci, ajaran- ajaran Gereja maupun teologi.
  4. Sesudah itu buat perencanaan pastoral kearah kegiatan pelayanan, kearah gerakan bersama. Perencanaan akan sungguh bermanfaat jika dievaluasi, maksudnya untuk mencari langkah- langkah selanjutnya, serta menganalisis dan diharapkan bahwa refleksi secara kreatif dapat membuahi pengalaman hidup nyata.

demikianlah ulasan saya mengenai Apa itu Teologi Sosial? Pengertian, Dinamika dan Prosesnya semoga dapat bermanfaat untuk anda. Sekian dan terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *