Potensi Wisata Baru Toraja di Lembang Ullin: Liang Batu dan Panorama Alam

Sanduni (Liang Batu)

Sanduni merupakan sebuah nama tempat yang terdapat di Lembang Ullin kecamatan Rembon kabupaten Tana Toraja. Di Sanduni terdapat sebuah batu besar yang kemudian dipahat menjadi liang atau kuburan. Liang ini masih digunakan oleh masyarakat yang ada disekitaran Rembon yang memiliki strata sosial.

Liang ini   diperkirakan berumur ratusan tahun.  Yang cukup menarik dari liang ini  adalah bahwa di setiap liang tidak hanya satu orang yang menempatinya, tetapi satu rumpun keluarga besar dari tongkonan itu. (Misalnya, ada Liang Bakkudu, Tongkonan Bakkudu dan sawah bakkudu). Hanya rumpun keluarga tertentu yang bisa menempati liang tersebut, demikian juga dengan liang yang lainnya seperti To Madao, Tombang, Pekaindoran, Ratte Bulaan, Mebali, Bamba-bamba dan  lain sebagainya.

Liang ini Dibuat oleh To Mareale (Keterangan dari Bapak Sanda Toding) yang kemudian dijual oleh orang-orang yang bermukim di sekitaran Rembon dan yang mampu membelinya, hanya saja tidak semua orang mampu untuk membelinya, hanya orang-orang tertentu misalnya To Ma’dika.

Jarak tempuh Rembon dari kota Makale adalah 17 km, sedangkan untuk waktu tempuhnya adalah sekitar 40 menit menggunakan kendaraan motor atau mobil. Untuk akses jalan dari Rembon ke Sanduni cukup menantang, karena kendaraan tidak bisa sampai ke lokasi tersebut, sehingga untuk bisa sampai ke lokasi dari tempat parkiran ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dengan kondisi jalan yang masih menanjak.

Liang ini cukup luas, karena di sisi kanan dan kiri masih terdapat banyak liang yang tertutupi oleh semak-semak dan pohon besar. Untuk sampai ke sisi lain dari liang ini, cukup sulit dikarenakan akses jalan yang tidak mendukung.

Selain liang, di Sanduni juga terdapat beberapa pohon besar (Barana’) yang dipercaya sebagai symbol bahwa telah diadakannya upacara Rambu Solo’ bagi Kaum tertentu (Ma’dika). Ada beberapa dari pohon tersebut yang umurnya sudah mencapai ratusan Tahun. Pohon ini bisa dilihat disepanjang jalan menuju ke sisi lain dari Liang.

Dibawah Liang terdapat sebuah tempat berkumpul keluarga yang sudah meninggal sesudah 7 malam orang tersetu meninggal yang biasa disebut Ma’ban Manuk (Mendoakan arwah dengan cara memotong ayam disekitar pohon Barana’). bukan hanya Ma’ban manuk, ada juga yang disebut Samborara Manuk (Mendoakan arwah sesudah 3 hari melakukan ritual Ma’ban Manuk), kemudian ada Ma’parundun (Mendokan arwah setelah melakukan ritual Samborara Manuk). setelah itu, 2 atau tiga hari keluarga kemudian pulang ke rumah untuk melakukan ritual terakhir yaitu ma’kande bo’bo.

Panorama dari Lembang Ullin di Dusun Malasoi’

Di lembang Ullin salah satu hal yang menarik ialah gunung di surakan. Gunung ini terletak di atas ketinggian. Untuk bisa ke tempat ini jarak tempu dari dusun Karondengi ke Dusun Malasoi’diperkirakan sekitar 15 menit dengan mengenarai kendaraan. Akses jalan untuk transportasi sudah bagus untuk dilalui oleh kendaraan motor dan mobil. DiDusun Malasoi’ kita bisa menemukan berbagai macam panorama yang indah karna tempatnya yang berada diatas ketinggian dan di lereng bukit terdapat persawahan. Diatas ketinggian kita bisa melihat daerah Rembon, Makale, Rantetayo, Ulusalu dan sekitarnya dan yang paling menarik  kita bisa melihat Patung di Burake.

Di Dusun Malasoi’ panorama yang indah terlihat di waktu pagi hari. Saat cuaca cerah kita akan menikmati awan yang indah dan itu sangat memberikan Susana yang berbeda dari tempat lain, dan hanya di tempat ini kita bisa menikmati pemandangan yang indah dan menyejukkan.

Untuk menambah keindahan di tempat ini, perlu adanya fasilitas yang mendukung seperti pondok yang layak, serta fasilitas lainnya untuk menambah keindahan di tempat ini serta untuk menarik minat para wisatawan untuk datang melihat paorama di Dusun Malasoi’.

Penulis dan Pengirim: KKN STAKN Toraja, Kelompok 11

Updated: 14 Juli 2019 — 1:52 pm

2 Comments

Add a Comment
  1. Pong Fera Paliling

    Sekedar masukan untuk adek2 KKN STAKN kalau bisa jumlah liangnya disebutkan dan keunikan lain dari liang tersebut misalnya: penataannya, perkiraan luas batu (P,T dan T dari permukaan tanah), dll

    1. oke bosku, trimakasih masukannya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *