Siapa yang Didahulukan? Istri atau Orang Tua Menurut Kristen?

Kejadian 2:24 “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”

Siapa yang Didahulukan? Istri atau Orang Tua Menurut Kristen? Indonesia Terpercaya, Dulu waktu kecil sampai sebelum menikah, bila orang bertanya. Siapa yg paling kau sayangi di dunia ini. Jelas saya jawab orang tua saya. Karna dia yg sudah melahirkan, merawat sampai membesarkanku.  Sampai detik ini juga kasih ku ke mereka tidak lekang oleh apapun itu. Dan itu sudah jelas di hukum taurat ke 5. “Hormatilah ayah dan ibumu agar lanjut umurmu di bumi yg diberikan Allah kepadamu”

Namun bila pertayaan itu datang lagi kepadaku saat sudah menikah. Siapa yang paling kau kasihi istri atau orang tua mu? Jelas saya pilih istri saya.

Bukan berarti saya tidak mengasihi orang tua saya. Bukan. Tapi saya lebih ingin menempatkan istri saya diprioritas hidupku karna jelas dia adalah tulang rusuk ku yg sudah bersatu dengan ku menjadi satu daging dan Tuhan sudah memberkati itu. Hal mengasihi disini bukan berarti saya melupakan kebaikan dan jasa orang tua saya sampai saat ini. Tapi itu sudah menjadi tanggung jawab orang tua kita untuk membesarkan kita sampai kelak kita menemukan pasangan hidup.

Hal itu juga akan saya rasakan kelak anak saya harus saya lepaskan menjalani hidup bersama istrinya, dan saya harus menasehatinya agar lebih memilih istrimu, dan bukan orang tua mu.

Sangat ego rasanya bila kita sudah memilih berumah tangga, namun istri menjadi prioritas yg kesekian dan orang tua menjadi pilihan utama.  Banyak mungkin yg tidak sadar bahkan tidak tahu kalau istri sudah rela juga meninggalkan lelaki yg tak pernah membuat nya menangis dan terluka (ayah) bahkan meninggalkan teman curhatnya yg selalu menasehatinya dan mengajarinya agar kelak menjadi istri yg taat kepada suami (ibu). Ibarat mereka menjaga istrimu bagaikan mutiara yg akan mereka serahkan kepada lelaki yg menjadi pilihannya. Dia rela meninggalkan orangtuanya hanya untuk memilih kamu untuk hidup selamanya.

Bila kau para lelaki yg ingin menikah, yakinkan dirimu kalau orangtua mu bukan menjadi prioritasmu lagi, namun ada istri dan anak anakmu. Bila kau sudah siap meninggalkan mereka, menikahlah. Namun kalau masih bimbang dan masih ada tanggu jawab dgn orang tuamu lebih baik menunggu waktu yang tepat. Karna begitu sedihnya istri mu  nanti, selalu akan mengalah dan menangis saat kau tidak sepenuhnya mengasihi dia. Saat aku lihat orang tua ku juga masih beriringan sampai saat ini itu adalah goal dalam berumah tangga.

Bila ada yg bertanya mengapa istrimu yg kau pilih dan paling kau kasihi. Paling dasar jawaban saya adalah  siapa yg akan menemani ku sampai tua nanti, Istri atau orang tua ku? Siapa yg pertama kali akan merawat ku saat sakit, Istri atau orang tua ku? Siapa yg pertama kali menguatkan ku saat ada masalah dalam hidup atau pekerjaanku? Istri atau orang tuaku?

Siapa yg akan menjaga anak anakku saat kita kerja 8-10 jam?memasak buat mu Menyetrika bajumu bahkan sampai kelak kau kan berpisah oleh maut. Siapa yang akan pasang badan ? Tetap istrimu kan? Beruntung orang tua ku setuju kalau saya memang harus memilih istri dan mereka masih tetap mendoakan kami anaknya.

Teringat dengan cinta sejati Pak.SBY terhadap alm.bu Ani. Terlihat siapa yg terasa kehilangan? ya jelas pak SBY. Sungguh kasih nya ke pada beliau tak terbayarkan oleh apapun terlihat dr wajah dan airmatanya yang selalu jatuh sampai mengantarkan istrinya ke peristirahatan terakhir. Sungguh cinta sejati.

Bahagiakanlah istrimu dan anak anakmu . Karena kau adalah sandaran buat mereka saat ini. Bahagia bukan semata dengan uang , bahagia datang dari kasih mu kepada mereka dan jauh lebih terasa dan abadi daripda materi yg sekejap akan hilang dan tak akan dikenang sampai akan berpisah selamanya.

Pengkhotbah 5-10 “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia.”

Ibrani 13:5 (TB) Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Jadi, bila kita berkecukupan, bersyukurlah, nikmatilah jerih payahmu bersama istri dan anak anakmu dan tetap hormati orangtuamu. Namun bila kau masih harus berusaha. Lebih Berusahalah dan tetap taat pada Nya dan Dia tak akan meninggalkanmu, karna istrimu tak akan pernah absen untuk mendoakanmu selama hidupnya. Amen.

Penulis: Firmanto Siregar

Updated: 24 Juli 2019 — 8:47 am

2 Comments

Add a Comment
  1. visit my blog:
    calonsarjana-kom.blogspot.com

    kurre sumanga’

    1. orang toraja kah bos?? salam kenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *