Tinjauan Umum tentang Patologi Serotinus

Pengertian Kehamilan Serotinus

Tinjauan Umum tentang Patologi Serotinus – Indonesia Terpercaya, Masa post kehamilan adalah kehamilan yang berlangsung melebihi 42 minggu dan masa kehamilan 249 hari dari kehamilan normal (May A.K.& Mahl Meister.R.M. 2014). Kehamilan lewat waktu (serotinus) adalah kehamilan melewati waktu 294 hari atau 42 minggu.Kehamilan lewat 42 minggu ini didasarkan pada hitungan usia kehamilan (dengan rumus Neagle) jadi dapat disimpulkan bahwa kehamilan  serotinus adalah kehamilan lewat waktu lebih dari 42 minggu belum terjadi persalinan yang bisa berpengaruh pada janin dapat meninggal dalam kandungan karena kekurangan zat makanan dan oksigen.

Etiologi

Penyebeb terjadinya serotinus diketahui pasti,namun ada factor yang bisa menyebabkan serotinus seperti halnya teori bagaimana pada terjadinya persalinan,sampai saat ini.Sebeb terjadinya kehamilan postterm sebagai akibat gangguan terhadap timbulnya persalianan.Beberapa teori yang menjadi pendukung terjadinya kehamilan serotinus antara lain sebagai berikut:

  1. Pengaruh Progesteron
    Penurunan hormone progesterone dalam kehamilan dipercaya merupakan kejadian perubahan endokrin yang penting dalam memacu biomolekuler pada persalinan dan meningkatkan sensivitas uterus  terhadap oksitosin,sehingga beberapa penulis menduga bahwa terjadinya kehamilan postterm adalah karena masih berlangsungnya pengaruh progesterone.
  2. Teori Oksitosin
    Pemakaian oksitison untuk induksi persalinan pada kehamilan posstterm memberi kesan atau dipercaya bahwa oksitosin secara fisiologis memegang peranan penting menimbulkan persalinan dan pelepasan  oksitosin dari neurohipofisis ibu hamil yang kurang pada usia kehamilan lanjut diduga sebagai salah satu factor penyebab kehamilan postterm.
  3. Teori Kortisol/ACTH Janin
    Dalam teori ini diajuhkan bahwa “pemberi tanda” untuk dimulainya persalinan adalah janin,diduga akibat peningkatan tiba-tiba kadar kortisol plasma janin. Kortisol janin akan mempengaruhi plasenta sehingga produksi progesterone berkurang dan memperbesar sekresi ekstrogen,selanjutnya berpengaruh terhadap meningkatnya produksi prostaglandin. Pada cacat bawaan janin seperti anensefalus,hipoplasia adrenal jani,dan tidak adanya kelenjar hipofisi pada janin akan menyebabkan kortisol janintidak diproduksi dengan baik sehingga kehamilan dapat berlangsung lewat bulan.(Sarwono, 2014).
  4. Saraf Uterus
    Tekanan pada gangkion servikalis dari pleksus Frankenhauser akan membangkitkan kontraksi uterus.Pada keadaan dimana tidak ada tekanan pada pleksus ini,seperti pada kelainan letak,tali pusat pendek dan bagian bawah masih tinggi kesemuanya diduga sebagai penyebab terjadinya kehamilan postterm.

Klasifikasi Kehamilan Serotinus

Menuru Prawirohardjo (2014),Klasifikasi pada bayi lewat bulan adalah:

  1. Stadium I yaitu kulit menunjukkan kehilangan verniks kaseosa dan terjadi maserasi seperti kulit kering,rapuh,dan mudah mengelupas.
  2. Stadium II seperti stadium I disertai pewarnaan mekonium (kehijauan)dikulit.
  3. Stadium III seperti stadium I disertai dengan pewarnaan kekuningan pada kuku,kulit dan tali pusat.
  4. Manifestasi klinis. Keadaan klinis yang dapat ditemukan ialah gerakan janin jarang,yaitu secara subjektif

TFU sesuai umur kehamilan. Air ketuban berkurang dengan atau tanpa pengapuran (klasifikasi) plasenta diketahui dengan pemeriksaan USG. Tanda Bayi Postmatur:

  1. Biasanya lebih berat dari bayi matur (>4000gram)
  2. Tulang dan sutura kepala lebih keras dari bayi bayi matur.
  3. Rambut lanugo hilang atau sangat kurang.
  4. Verniks caseosa dibadan kurang.
  5. Kuku-kuku panjang
  6. Rambut kepala agak panjang.
  7. Kulit agak pucat dengan deskuamasi epitel.

Demikianlah sedikit ulasan saya mengenai Tinjauan Umum tentang Patologi Serotinus dan semoga ulasan ini dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *