6 Contoh Karakter dalam Kekristenan

6 Contoh Karakter dalam Kekristenan – Indonesia Terpercaya, Karakter dalam Kekristenan merupakan tindakan seseorang yang menjadi tolak ukur kualitas kehidupannya dan berdasar pada nilai-nilai Firman Tuhan. Karakter Kristiani dibentuk dan berkembang dalam pemahaman Firman Tuhan yang benar. Kemudian hal itu wajib ditindaklanjuti dengan mempraktikkan apa yang sudah di pahami itu dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah contoh karakter dalam Kekristenan:

Religius 

Religius adalah nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan. Ia menunjukkan bahwa pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang di upayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan dan ajaran agama.

Ada lima unsur yang dapat mengembangkan manusia menjadi religius. Lima unsur tersebut meliputi: keyakinan agama, ibadat, pengetahuan agama, pengalaman agama, dan konsekuensi dari keempat unsur tersebut.

  • Unsur yang pertama adalah keyakinan agama. Keyakinan agama adalah kepercayaan atas doktrin ketuhanan, seperti percaya terhadap adanya Tuhan, malaikat, akhirat, surga, neraka, takdir, dan lain-lain.
  • Unsur yang kedua adalah ibadat, ibadat merupakan cara melakukan penyembahan kepada Tuhan dengan segala rangkaiannya. Ibadat itu dapat meremajakan keimanan, menjaga diri dari kemerosotan moral.
  • Unsur yang ketiga berbicara tentang pengetahuan agama, yang adalah pengetahuan tentang ajaran agama meliputi berbagai segi dalam suatu agama. Misalnya pengetahuan tentang sembayang, puasa, zakat, dan sebagainya. Unsur yang keempat yaitu pengalaman agama dimana perasaan yang dialami oleh orang yang beragama, seperti rasa tenang, tenteram, bahagia, syukur, patuh, taat, takut, menyesal, bertobat, dan sebagainya.
  • Terakhir konsekuensi dari keempat unsur tersebut adalah aktualisasi dari doktrin agama yang dihayati oleh seseorang yang berupa sikap, ucapan, dan perilaku atau tindakan. Dengan demikian, hal ini bersifat agregasi (penjumlahan) dari unsur lain. Walaupun demikian, seringkali pengetahuan beragama tidak berkonsekuensi pada perilaku keagamaan. Ada orang-orang yang  pengetahuan agamanya baik tetapi sikap, ucapan, dan tindakannya tidak sesuai dengan norma-norma agama.

Jujur 

Jujur merujuk pada suatu karakter moral yang mempunyai sifat-sifat positif dan mulia seperti integritas, penuh kebenaran, dan lurus sekaligus tiadanya bohong, curang, ataupun mencuri. Kejujuran juga ada yang bersifat brutal, dan kejujuran yang seperti ini harus dipertimbangkan. Pembicara dapat saja jujur tetapi jika apa yang terlintas di pikirannya ia omongkan, ia dapat dianggap sebagai orang yang jujur tetapi brutal, tergantung dari seberapa kasar kata-katanya itu.

Bertanggung jawab

Bertanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan.

Bertanggung jawab berarti melaksanakan tugas secara sungguh-sungguh, berani menanggung konsekuensi dari sikap, perkataan dan tingkah lakunya. Dari sini timbul indikasi-indikasi yang diharuskan dalam diri seseorang yang bertanggung jawab. Ciri-ciri tersebut di antaranya ialah:

  1. Memilih jalan lurus
  2. Selalu memajukan diri sendiri
  3. Menjaga kehormatan diri
  4. Memiliki komitmen pada tugas
  5. Melakukan tugas dengan standar yang terbaik
  6. Mengakui semua perbuatannya
  7. Menepati janji
  8. Berani menanggung resiko atas tindakan dan ucapannya.

Disiplin

Disiplin adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Disiplin jangan dipraktekkan seperti aturan yang ditanamkan pada seseorang dari luar, tetapi ia menjadi ekspresi dan niatan seseorang yang dirasakan sebagai sesuatu yang menyenangkan, dan yang secara perlahan membiasakan pada jenis perilaku yang orang akan rindukan jika ia berhenti mempraktekkannya. Disiplin memang sesuatu yang pahit dan tidak menyenangkan, tetapi perlu diingat bahwa hal itu perlu dan dapat ditanamkan.

Patuh pada aturan sosial

Patuh pada aturan sosial adalah sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan yang berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum.

Berani mengambil resiko

Sikap ini sebuah sikap yang siap untuk menerima segala resiko/akibat yang mungkin timbul dari tindakan nyata yang telah dilakukan. Sebagai orang tua, kita juga harus memberikan kebebasan bertindak kepada anak kita. Kita harus membiarkan mereka memikul tanggung jawab dan berlatih menjalankan tugas-tugas yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Anak-anak juga hendaknya diberi keleluasan untuk bergaul secara praktis. Mereka harus dibiarkan bertemu dan berkenalan dengan orang-orang lain. Sebab, orang lain adalah tantangan yang harus dipecahkan juga. Kebersamaan dengan orang lain adalah latihan mencurahkan kasih sayang, kecintaan, dan kehormatan, sekaligus juga latihan untuk tidak takut berkompetisi, bertindak, sportif dan latihan untuk tidak berbuat curang.

Dari nilai-nilai karakter Kristiani di atas, dapat disimpulkan bahwa ada banyak nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh seorang remaja, namun yang terpenting dan sangat dibutuhkan oleh remaja pada masa sekarang adalah keenam nilai karakter Krsitiani tersebut, yakni: religius, jujur, bertangung jawab, disiplin, patuh pada aturan sosial dan berani mengambil resiko.

Demikianlah 6 Contoh Karakter dalam Kekristenan, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Sekian dan teima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *