Makna Minggu Palma Bagi Orang Kristen Protestan

Makna Minggu Palma Bagi Orang Kristen Protestan – Indonesia Terpercaya, Minggu palma/ minggu palem adalah saat terakhir Yesus masuk ke Yerusalem. Daun palma (Yohanes 12:13) adalah daun yang ditebar di jalan dimana Yesus lewat dengan menunggang keledai (keledai muda, Yoh. 12:14) sebagai simbol kedatangan Yesus untuk membawa damai.

Seandainya saja pada waktu itu, Dia menunggang kuda maka itu pertanda/ simbol akan terjadi perang sebagaimana yang lazim pada waktu itu bahwa kalau raja menunggangi kuda masuk kota, berarti akan terjadi perang. Daun palem merupakan simbol perdamaian, kehidupan, kemenangan dan pengharapan pada pertolongan Tuhan. Itulah yang dinyatakan untuk menyambut Yesus sebagai Raja yang membawa damai, dan dihamparkan pada jalan untuk memuluskan perjalanan pembawa damai itu.

Hiasan yang biasa digunakan dalam minggu palma adalah taburan daun palem di halaman atau gedung gereja. Secara simbolik, tata ibadah bisa diisi dengan prosesi teatrikal untuk mengenang peristiwa Yesus dieluk-elukkan di Yerusalem.

Namun perlu ditegaskan bahwa keberadaan daun palma dalam minggu palma hanyalah ornamen dimana melalui ornamen tersebut kita mengenang perjalanan Yesus memasuki kota Yerusalem, kota dimana Kristus akan menuntaskan misiNya, meskipun melalui penderitaan.

Gereja protestan seperti gereja Toraja tidak melanjutkan tradisi membagikan daun palma kepada anggota jemaat, untuk dibawa pulang ke rumah dan dijadikan simbol rabu abu pada tahun berikutnya. Tradisi tersebut bukan warisan gereja mula-mula, tetapi pengembangan pada masa-masa sesudah reformasi.

Lagipula dalam tradisi tersebut daun palma yang dibagikan kepada anggota jemaat untuk dibawa pulang terlebih dahulu diberkati oleh imam sehingga sering dianggap keramat. Gereja Toraja tidak mewarisi praktik demikian, yang paling penting adalah pemaknaan terhadap karya Yesus Kristus yang bagaikan anak domba yang memasuki kota dimana Dia akan dikorbankan demi keselamatan manusia.

Selain sebagai peringatan terhadap peristiwa dimana Yesus dieluk-elukkan, minggu palma juga sering disebut minggu sengsara (passion). Seperti disebutkan dalam penjelasan mengenai minggu-minggu prapaskah, minggu palmarum inilah yang lebih tepat disebut sebagai minggu sengsara untuk menghayati karya Allah yang memuncak di dalam kesengsaraan Yesus Kristus.

Minggu sengsara ini juga disebut sebagai pekan suci yang meliputi:

  1. minggu palma/ passion
  2. tridium (tridium/ tri hari) persiapan paskah yaitu Senin, Selasa dan Rabu.
  3. Kamis putih
  4. jumat agung
  5. sabtu sunyi/ suci
  6. minggu paskah/ hari kebangkitan. Untuk 4,5,6 disebut juga tridium paskah (Tri hari paskah).

Dari sisi leksionari, kita diberi alternatif pembacaan yang membedakan penekanan antara minggu palma dan minggu sengsara. Pemberian alternatif tersebut tidaklah mengaburkanapalagi menghilangkan salah satu dari dua momentum karena hal tersebut tetap bisa dipahami dari segi paradoks yang memang menjadi nuansa salib, yaitu kemuliaan dan kesengsaraan dalam karya Yesus Kristus. Kemuliaan dan kesengsaraan itu selanjutnya menyatu dalam simbol warna merah sebagai warna liturgis.

Semua uraian diatas dalam pemaknaan Minggu Palma Bagi Orang Kristen terlebih khusus dalam gereja Protestan seperti Gereja Toraja. Semoga dapat bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *