Makna Sabtu Sunyi Bagi Orang Kristen

Makna Sabtu Sunyi Bagi Orang Kristen – Indonesia Terpercaya, Sabtu Sunyi atau Sabtu Sepi atau Sabtu Suci dalam bahasa latin Sabbatum Sanctum adalah hari setelah Jumat Agung dan sebelum Minggu Paskah. Hari dalam rangka mengenang (anamnesis) tubuh Yesus yang dibaringkan dalam kubur. Warna liturgis adalah ungu dan hitam yang menyimbolkan ketiadaan, kegelapan, pengorbanan, malam, kematian, dan dunia orang mati.

Setelah Yesus dikuburkan, para murid berada dalam suasana duka yang teramat dalam, seperti kehilangan pengharapan. Tidak ada bukti tekstual tentang keadaan tanpa harapan itu. Tetapi respon mereka yang ragu-ragu dengan berita kebangkitan Yesus keesokan harinya, membuktikan rasa kehilangan harapan itu. Sikap itu tentu saja merupakan ironi, sebab Yesus sudah berulangkali menjelaskan apa yang akan terjadi mengenai kebangkitan.

Tentu situasi kita tidak seperti para murid, karena kesaksian Alkitab telah membentangkan semua kenyataan yang terjadi saat itu bahwa Yesus bangkit. Namun keadaan para murid pada saat itu dapat menjadi salah satu dimensi perenungan kita dalam menghayati Sabtu Sunyi, dimana kita ditempatkan pada suatu transisi, yaitu antara kematian Yesus dan peristiwa kebangkitanNya. Di dalamnya ada dua aspek yang saling menyatu yaitu kedukaan dan harapan.

Dalam perayaan Sabtu Sunyi, dimensi kedukaan dan harapan dilabuhkan dalam sikap iman. Seraya merenungkan makna kefanaan manusia di depan jenazah Yesus yang berada di dalam makam, umat menghayati makna Sabtu Sunyi dalam keheningan di hadapan Allah.

Perayaan Sabtu Sunyi juga sering disebut “sabat kedua” yang membangkitkan ingatan umat akan karya Allah yang menciptakan langit, bumi dan seisinya selama enam hari dan pada hari ketujuh Allah berhenti menguduskannya. Demikian pula pada Sabtu Sunyi, karya keselamatan Allah telah terjadi secara sempurna dalam kematian Kristus sehingga pada hari Sabat Kedua jenazah Kristus diam terkubur dalam perut bumi. Melalui kematian Kristus, Allah menciptakan kehidupan baru yang tampak pada hari paskah yaitu kebangkitan Kristus.

Perenungan dalam Sabtu Sunyi dapat dilakukan, disamping ibadah bersama menjelang sore hari, jemaat disarankan untuk memberi nuansa kesunyian di rumah masing-masing yaitu dengan sengaja mengurangi pembicaraan, diskusi dan keramaian, tidak menyalakan radio, televisi. Kesempatan itu bukan hanya menciptakan kesunyian, tetapi memberi ruang perenungan untuk peristiwa besar dalam kehidupan beriman yaitu kematian dan kebangkitan Yesus. Sebaliknya hal ini disampaikan kepada jemaat pada ibadah Jumat Agung.

Demikianlah ulasan mengenai Makna Sabtu Sunyi Bagi Orang Kristen yang bersumber dari Buku Liturgi Gereja Toraja, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *