Pengertian dan Bentuk Komunikasi Nonverbal

Pengertian Komunikasi Nonverbal

Pengertian dan Bentuk Komunikasi Nonverbal – Indonesia Terpercaya, Komunikasi Nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk nonverbal atau tanpa kata-kata. Dalam hidup komunikasi nonverbal ternyata jauh lebih banyak dipakai daripada komunikasi verbal, dengan kata-kata. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan. Meskipun lebih umum, terus menerus dipakai dan lebih jujur, namum komunikasi nonverbal lebih sulit diartikan karena kabur.

Misalnya, jika ada orang tersenyum kepada kita, maka tidak dapat kita tangkap apakah ia senang, kaget, dan bingung. Kekaburan ini disebabkan karena struktur komunikasi nonverbal tidak jelas. Susunan suatu komunikasi nonverbal, misalnya berjabat tangan, mungkin masih mudah di mengerti. Tetapi jika disertai dengan raut wajah cemberut, gerak mata seperti terkejut kita sulit mengertikannya.

Fungsi komunikasi nonverbal menurut para ahli:

  • Eknam (1965) dan Knapp (1978) mengidentifikasikan tiga fungsi komunikasi nonverbal yaitu :
    1. Untuk menekankan. Contohnya memukulkan tangan ke meja untuk menekankan kemarahan.
    2. Untuk melengkapi (Complement)/ memperkuat. Contoh seseorang tersenyum ketika menceritakan kisah lucu atau menggeleng-gelengkan kepala saat menceritakan ketidakjujuran orang lain.
    3. Untuk menunjukkan kontradiksi. Contoh menyilangkan jari atau mengedipkan mata untuk menunjukan bahwa yang kita katakan tidak benar.
  • Paul Ekman dan Wallace V. Friesen membedakan tiga kelas gerakan nonverbal berdasarkan asal-usul, fungsi dan kode perilaku yaitu :
    • Emblim (emblems) adalah perilaku nonverbal yang secara langsung menerjamakan kata atau ungkapan. Misalnya isyarat untuk “ok”, “jangan ribut”.
    • Ilustrator adalah perilaku nonverbal yang menyertai dan secara harfiah “mengilustrasikan” pesan verbal. Dalam mengatakan “ayo bangun”, misalnya kita mungkin menggerakkan kepala dan tangan kearah yang menaik.
    • Affect Display adalah gerakkan-gerakan wajah ang mengandung makna emosional.

Jadi fungsi komunikasi nonverbal secara umum adalah :

Komunikasi nonverbal lebih banyak mengandung muatan emosional daripada komunikasi verbal. Sementara kata-kata umumnya digunakan untuk menyampaikan fakta, pengetahuan atau keadaan, pesan nonverbal lebih potensial untuk menyatakan perasaan seseorang, yang terdalam sekalipun, seperti rasa sayang atau rasa sedih.

Ketika lamaran kerja anda ditolak, anda mungkin berkata ”Tidak apa-apa“,tetapi ekspresi wajah dan pandangan mata anda boleh jadi menunjukkan kekecewaan yang mendalam.

  1. Melengkapi komunikasi verbal. Misalnya, sahabat kita datang, lalu kita berkata selamat datang sambil tersenyum.
  2. Menekankan komunikasi verbal. Misalnya, dalam perundingan kita tidak setujuh dengan rekan berunding kita dan berkata saya tidak setujuh sambil mengebrak meja.
  3. Membesar-besarkan komunikasi verbal. Misalnya sehabis nonton pameran kita menceritakn bagaimana pameran itu sambil melebar-lebarkan tangan kita.
  4. Melawan komunikasi verbal. Misalnya teman kita marah, lalu kita berkata kamu marah ia, lalu teman kita menjawab saya tidak marah, tetapi wajah dan telinganya merah membara.
  5. Meniadakan komunikasi verbal. Misalnya kita dipaksa untuk memberi uang. Kita mengeluarkan uang dari saku sambil berkata “ini uangnya” sambil memasukkan uang kembali dalam saku.

Bentuk Bentuk Komunikasi Nonverbal

Komunikasi Nonverbal dapat berbentuk bahasa tubuh, tanda, tindakan atau perbuatan atau objek, Ekpresi wajah, Kontak mata, Poster tubuh, Sentuhan dan bau-bauan, suara (vocal).

  • Bahasa Tubuh yaitu berupa raut wajah, gerakan kaki, gerakan kepala, gerak-gerik tubuh mengungkapkan berbagai perasaan, isi hati, isi pikiran, dan sikap orang.
  • Tanda yaitu dalam komunikasi nonverbal tanda menggantikan kata-kata, misalnya bendera, rambu-rambu lalu lintas darat, laut, udarah, dan aba-aba dalam olaraga.
  • Tindakan/perbuatan yaitu menggantikan kata-kata dapat menghantarkan makna. Misalnya menggebrak meja dalam pembicaraan, menutup pintu keras-keras semua itu mengandung makna tersendiri.
  • Objek yaitu pengganti kata-kata tetapi dapat menyampaikan arti tertentu. Misalnya aksesoris dandan, pakaian, rumah, kendaraan, dan hadiah.
  • Ekpresi wajah yaitu wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang. mengapa dapat disebutkan begitu? karena wajah merupakan hasil langsung dari pola pikir otak kita terhadap situasi yang saat itu berlangsung. Ekspresi senang, wajah itu mengkerut ke atas tetapi ekspresi sedih, wajah itu mengkerut ke bawah. Wajah juga mengandung senyuman yang merupakan komunikasi nonverbal yang sangat singkat, jika kita tersenyum maka orang lain juga akan tersenyum. Jadi membuktikan bahwa ekspresi wajah mengandung keadaan hati seseorang disaat itu juga.Leathers (1976) menyimpulkan penelitian tentang wajah sebagai berikut:
    1. Wajah mengkomunikasikan penilaian tentang ekspresi senang dan tak senang, yang menunjukkan komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk.
    2. Wajah mengkomunikasikan minat seseorang kepada orang lain atau lingkungan.
    3. Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam suatu situasi.
    4. Wajah mengkomunikasikan tingkat pengendalian individu terhadap pernyataannya sendiri.
    5. Wajah barangkali mengkomunikasikan adanya atau kurangnya pengertian.
  • Kontak mata merupakan sinyal dari saat berkomunikasi nonverbal. Kontak mata mengandung banyak makna sesuai dengan orang yang melakukan komunikasi tersebut. Di saat komunikasi berlangsung kontak mata merupakan sinyal kita terhadap lawan bicara untuk menanggapinya dan menyatakan dia sedang berkomunikasi dengan kita. Kontak mata juga menggambarkan perasaan seseorang yang bergabung dengan ekspresi wajah. Kontak mata juga dapat memicu terjadinya kesalahpahaman jika berkomunikasi dengan kelompok, publik, dan massa
  • Postur tubuh Berkaitan dengan keseluruhan anggota badan. Mehrabian menyebutkan tiga makna yang dapat disampaikan postur:
    • Immediacy Merupakan ungkapan kesukaan atau ketidaksukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong kearah lawan bicara menunjukkan kesukaan atau penilaian positif.
    • Power Mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator.
    • Responsiveness, Individu mengkomunikasikannya bila ia bereaksi secara emosional pada lingkungan, baik positif maupun negatif. Postur tubuh juga mengungkapkan ekspresi dirinya terhadap lawan bicaranya, seperti seorang tentara yang sedang hormat maka badannya tegap dan hormat kepada komandannya. Dan jika seseorang akan berkelahi maka postur tubuh orang tersebut akan tegap dan kuat dalam kuda-kudanya untuk melawan musuhnya.
  • Sentuhan dan bau-bauan
    Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.

    Sentuhan menggunakan indera perasa sebagai komunikasinya. Sentuhan juga melambangkan kesedihan atau kesenangan dalam hati si komunikator seperti seseorang yang sedang membelai ramut pasangannya maka sentuhan itu bersifat perhatian dan kasih sayang yang ia berikan kepada pasangannya sangatlah brmakna.

    Bau-bauan telah digunakan manusia untuk berkomunikasi secara sadar maupun tidak sadar. Saat ini orang-orang telah mencoba menggunakan bau-bauan buatan seperti parfum untuk menyampaikan pesan.

    Bau-bauan digunakan melalui indera penghirup kita, contohnya seseorang remaja perempuan memakai parfum ketika ingin berjalan dengan pasangannya menggambarkan bahwa remaja tersebut cinta kepadanya. Seseorang muslim memakai wangi-wangian ketika sedang solat jumat merupakan cermin dirinya untuk mendapatkan pahala dan dan wangi-wangian tersebut merupak pesannya..
  • Suara (vocal)
    Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas. Suara ini juga berhubungan dengan mengucapkan pesan verbal seperti sesorang yang sedah marah maka tekanan suaranya menjadi tinggi atau seseorang yang sedang merayu maka tekanan suaranya menjadi lemah dan mengharap ke pasangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *