Pesan Moral Cerita Danau Toba di Sumatra Utara

Pesan Moral Cerita Danau Toba di Sumatra Utara – Indonesia Terpercaya, Indonesia adalah salah satu negara yang didalamnya terdapat banyak sekali cerita, dongeng dan legenda-legenda zaman lampau, yang hingga kini terus dilestarikan. Cerita tersebut mulai dari asal usul suatu daerah, peristiwa di luar nalar manusia hingga cerita proses terjadinya suatu objek tertentu.

Hampir di setiap daerah / provinsi di Indonesia, rata-rata memiliki cerita legenda rakyat masing-masing, dimana antara satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan, dalam artian ciri khasnya sendiri.

Salah satu yang paling tersohor dan fenomenal adalah Legenda Danau Toba asal Sumatera Utara, yang kental akan beredarnya informasi dari mulut ke mulut, mengenai asal-usul terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir.

Pada artikel ini, saya tidak akan menguraikan ceritanya, tapi lebih kepada apa-apa saja makna yang bisa kita tarik dari cerita tersebut. Namun jika anda masih penasaran bagaimana verita lengkapnya dari awal hingga akhir, silakan baca Cerita Danau Toba ini terlebih dahulu.

Makna dalam Legenda Danau Toba

Nah, berikut ini adalah beberapa pesan yang bisa kita ambil dari Kisah Danau Toba yang terkenal dan melegenda :

1. Senantiasa Menjaga Janji dengan Siapapun

Dalam cerita cersebut, sesaat setelah Toba mendapatkan ikan mas di sungai dan membawanya ke rumah untuk dimasak, ikan mas hasil tangkapannya seketika berubah menjadi seorang wanita yang amat cantik.

Wanita tersebut bersedia menikahi Toba dengan syarat tidak menceritakan asal-usulnya kepada siapapun.

Namun Toba melakukan kesalahan besar, bahwa di tengah kemarahannya kepada Samosir (sang anak), Toba tidak sengaja menghardik Samosir dengan mengeluarkan kata-kata, yang menyudutkan Samosir sebagai Anak Ikan.

Sehingga, untuk mengganjar pelanggaran janji tersebut, terjadilah bencana besar berupa banjir, yang lama-kelamaan menenggelamkan desa-desa disekitarnya. Akhirnya, dari genangan air yang semakin tinggi itu, terciptalah Danau Toba yang kita kenal sekarang.

Dari peristiwa tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa, disaat seseorang mempercayai kita sebagai tempat menaruh janji, jagalah sebaik mungkin. Sejatinya, janji adalah amanah.

Saat kita mengingkarinya / menceritakan kepada orang lain, maka kita harus siap menerima segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

2. Selalu Kendalikan Amarah dalam Keadaan Apapun

Dalam uraian Cerita Danau Toba, saat Toba memarahi anaknya, nyatanya dia tidak bisa mengendalikan emosi yang terlalu besar. Sampai-sampai dia mengingkari janji yang telah disepakati bersama istri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus senantiasa menyadari bahwa, emosi yang berlebihan tidak akan menghasilkan apa-apa. Ibarat orang yang bertengkar, yang menang jadi arang dan yang kalah jadi abu.

Untuk itu, berusahalah agar selalu menahan diri dari rasa Marah. Meskipun keadaan sangat memancing tingkatan emosi, pandai-pandailah untuk mengingat bahwa masih banyak cara lain untuk memecahkan suatu perkara, tanpa harus bertegang urat.

3. Memarahi anak harus diselingi Edukasi

Seorang anak yang melakukan kesalahan merupakan suatu hal yang wajar. Tidak mungkin rasanya bila mereka langsung mengerti tentang mana yang baik, dan mana yang buruk.

Semuanya butuh proses, jadi bila suatu kesalahan mereka lakukan, silakan marahi, namun jangan lupa diselipi edukasi dan ajaran-ajaran yang baik serta positif.

Memarahi anak secara membabi-buta juga tidak akan berdampak baik. Bukannya memberikan efek jera bagi anak, malah hal semacam ini bisa meruntuhkan dan melemahkan mental mereka sejak kecil. Untuk itu, mulailah mengajarinya atas kesalahan yang mereka lakukan.

Penutup

Setiap cerita rakyat di Indonesia yang kita kenal selama ini, hampir keseluruhan selalu mengandung pesan moral yang bisa dipetik, dan dijadikan pelajaran berharga untuk diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi intinya, tidak semua cerita daerah itu hanya bernuansa dongeng semata, penghantar tidur anak-anak maupun untuk pementasan drama saja, namun ada nilai lebih yang memungkinkan orang banyak, untuk mendapatkan edukasi berguna didalamnya.

Demikianlah, Pesan Moral dalam Cerita Danau Toba, yang menjadi legenda terkenal asal Sumatera Utara oleh Senipedia.id . Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat, dan saya akhiri dengan Terima Kasih. Jangan lupa baca juga artikel menarik lainnya di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *