Simbol dan Sejarah Perayaan Natal

Simbol dan Sejarah Perayaan Natal Indonesia Terpercaya, Natal merupakan sebuah perayaan keagamaan orang Kristiani yang dilakukan pada bulan Desember setiap tahunnya. Bagi orang Kristen, natal adalah sebuah perayaan akan kelahiran Yesus Kristus kedalam dunia membawa kabar baik (Injil) sekaligus menghapus dosa manusia melalui pengorbananNya di kayu salib.

Berikut ini akan dipaparkan perjalanan sejarah natal yang penting untuk anda ketahui beserta dengan makna dari setiap simbol natal yang biasa digunakan dalam perayaan tersebut.

Simbol dan Sejarah Natal

Kata Natal berasal dari bahasa latin Dies Natalis (yang dapat berarti hari lahir) yang disandur ke bahasa Indonesia melalui bahasa Portugis: Natal yang artinya kelahiran. Dasar bagi kita untuk merayakan natal adalah peristiwa pada malam kelahiran Yesus Kristus, ketika para malaikat di sorga mengumandangkan pujian: Solideo gloria, dan para gembala memuliakan Allah dalam perjumpaannya dengan Kristus, serta kedatangan para Majus.

Perayaan tersebut tidak dilanjutkan oleh jemaat mula-mula karena hidup kerohanian mereka terarah pada kebangkitan Yesus. Perayaan Natal barulah dilaksanakan kembali pada abad ke 3 (221) oleh Sextus Julius Africanus dengan penetapan tanggal 25 Desember dan diterima secara luas pada abad ke 5 sebagai sebuah penegasan mengenai Kristus sebagai juruselamat dunia, menghadapi maraknya penyembahan kepada dewa matahari pada saat itu.

Salah satu simbol natal yang paling terkenal yaitu pohon natal, yang terbuat dari pohon cemara yang merupakan tradisi Jerman sejak abad ke 16. Awalnya pohon natal hanyalah sebuah dekorasi tetapi dalam perkembangannya juga sudah memiliki makna simbolik.

Cemara digunakan karena cemara adalah pohon yang hijau daunnya dan tak pernah pudar (Evergreen), lambang keabadian karena tidak pernah meranggas/ gugur pada musim gugur dan musin dingin.

Ada berbagai legenda mengenai asal usul pohon natal, namun yang paling terkenal berasal dari bangsa Romawi yang menghiasi pohon cemara dalam merayakan kelahiran dewa Mitras (Dewa matahari – 25 Desember – Dies Natalis Solis Invicti).

Namun setelah kaisar Konstantinus membuat ketetapan bahwa dewa matahari sebenarnya merujuk kepada Yesus Kristus, pohon natal dengan pernak pernik hiasan dan kelap kelip lampu/ lilin telah menjadi simbol perayaan kelahiran Yesus Kristus.

Pohon natal dalam ibadah Natal terutama di Gereja sedapat mungkin menggunakan pohon hidup, yang diambil dari pohon cemara atau sejenisnya, apalagi yang ditanam secara sengaja untuk dipelihara sepanjang tahun menjadi simbol pohon natal.

pohon hidup memiliki makna simbolis yang lebih kuat karena hidup dengan daun yang evergreen. Selain pohon natal, simbol kedua yang sangat terkenal pada masa natal adalah lilin natal sebagai simbol lahirnya Yesus terang dunia.

Demikianlah ulasan mengenai Simbol dan Sejarah Perayaan Natal, semoga dapat bermanfaat. Jika ada koreksi atau sumber lain mengenai sejarah natal silahkan dituangkan di kolom komentar. Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *