Falsafah dan Paradigma Keperawatan

Falsafah dan Paradigma Keperawatan – Indonesia Terpercaya, segala hal yang ada didalam dunia ini memiliki falsafah dan juga paradigma termasuk keperawatan. ulasan kali ini menyambung ulasan sebelumnya mengenai Sejarah Perkembangan Keperawatan. Berikut ini akan diuraikan secara jelas dan lengkap mengenai falsafah keperawatan dan juga paradigma keperawatan yakni sebagai berikut.

Artikel Terkait:

Pengertian Falsafah Keperawatan

Falsafah keperawatan adalah pandangan dasar tentang hakekat manusia dan esensi keperawatan yang menjadikan kerangka dasar dalam praktek keperawatan.

Falsafah keperawatan meliputi beberapa aspek yakni:

  • memandang pasien sebagai manusia yang utuh
  • pelayanan diberikan secara langsung dan manusiawi
  • setiap orang berhak mendapat perawatan tanpa memandang suku, kepercayaan, status sosial dan status ekonomi.
  • perawatan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan sosial.
  • pasien merupakan mitra yang aktif dalam pelayanan kesehatan dan bukan penerima jasa yang pasif.

Paradigma Keperawatan

Menurut Masterman (1970) memberikan paradigma keperawatan sebagai pandangan fundamental tentang persoalan dalam suatu cabang ilmu pengetahuan. Sedangkan Purwanto P (1997) Mengemukakan keperawatan sebagai suatu perangkat bantuan yang memiliki nilai tinggi dan sangat menentukan bagi penggunanya untuk dapat memiliki pola dan cara pandang dasar khas dalam melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan tentang suatu kenyataan/fenomena kehidupan manusia.

Adapun komponen paradigma keperawatan terdiri dari 4 komponen yaitu: manusia, keperawatan, kesehatan dan lingkungan.

Gambar Komponen Paradigma Keperawatan

1. Konsep Manusia

Konsep manusia merupakan komponen pertama dari paradigma keperawatan. Manusia bertindak sebagai client terdiri dari biopsikososial dan spiritual, dari aspek jasmani ataupun rohani yang bersifat unik yang mempunyai kebutuhan berbeda-beda sesuai tingkat perkembangannya masing-masing (konsorium ilmu kesehatan, 1992)

Manusia bertindak sebagai client dalam konteks paradigma keperawatan ini bersifat individu, keluarga, dan masyarakat dalam suatu sistem.

  • Sebagai client bersifat Individu, sasaran pemenuhan kebutuhan dasarnya adalah biopsikososial dan spiritual yang berbeda-beda dengan individu lainnya dan pemenuhan kebutuhan dasarnya diarahkan pada kemandirian pasien. Kebutuhan tersebut meliputi: fisiologis, keamanan dan kenyamanan, cinta mencintai, harga diri dan aktualisasi diri.
  • Sebagai client bersifat keluarga, diartikan sebagai kelompok individu/ kumpulan dari individu saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain dalam lingkungan sendiri atau masyarakat.
  • Sebagai client bersifat masyarakat yaitu melalui masyarakat, kemampuan individu dapat mudah dipengaruhi dengan adanya fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat rekreasi, transportasi, komunikasi dan sosial.

Konsep manusia lain dalam paradigma keperawatan adalah:

  • Manusia sebagai sistem terbuka yaitu manusia dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan fisik, psikologi, sosial dan spiritual sebagai proses perubahan pada manusia yang selalu terjadi dalam memenuhi kebutuhan dasar.
  • Manusia sebagai sistem adaptif diartikan sebagai manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada di lingkungannya sehingga akan selalu menunjukkan perilaku adaptif dan maladaptif.
  • Manusia sebagai sistem personal, interpersonal dan sosial yaitu manusia memiliki persepsi, pola kepribadian dan tumbuh kembang yang tidak sama, serta memiliki kemampuan interaksi, peran dan komunikasi yang berbeda serta memiliki kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat khususnya dalam pengambilan keputusan dan otoritas dalam masalah atau tugas kesehatan.

2. Konsep Keperawatan

Konsep keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang bersifat profesional dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia yang ditunjukkan kepada individu, keluarga atau masyarakat dalam rentang sehat dan sakit.

Berikut ini bentuk asuhan keperawatan:

  • manusia sebagai client yang memiliki ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar
  • manusia sebagai client yang memiliki ketidakmampuan
  • manusia sebagai client memiliki ketidaktahuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

3. Konsep Kesehatan (rentang sehat-sakit)

Berdasarkan rentang sehat-sakit tersebut, maka paradigma keperawatan dalam konsep sehat-sakit memandang bahwa bentuk pelayanan yang akan diberikan selama rentang sehat dan sakit, akan melihat terlebih dahulu status kesehatan dalam rentang sehat dan sakit, apakah statusnya dalam tahap stengah sakit, sakit, atau sakit kronis, sehingga akan diketahui tingkatan asuhan keperawatan serta tujuan yang diharapkan untuk meningkatkan status kesehatannya.

a. Rentang Sehat

Dikatakan sehat jika bukan hanya bebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual.

Menurut WHO (1947) Sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelelahan. Berikut ini faktor pengaruh status kesehatan yakni: Perkembangan, sosial kultural, pengalaman masa lalu, harapan seseorang tentang dirinya, keturunan, lingkungan dan pelayanan.

b. Rentang Sakit

Mulai dari keadaan setengah sakit, sakit, sakit kronis dan kematian. Sakit adalah terganggunya seseorang dalam proses tumbuh kembang fungsi tubuh serta keseluruhan atau sebagian serta terganggunya proses penyesuaian diri manusia.

Menurut Parsons (1972), sakit adalah gangguan dalam fungsi yang normal dimana individu sebagai totalitas dari keadaan organisme sebagai sistem biologis dan adaptasi sosial. Penyakit dilihat dari pandangan medis adalah gangguan dalam fungsi tubuh yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas tubuh sebagai responnya dapat berupa sakit.

Berikut ini tahapan proses sakit yakni sebagai berikut:

  • tahap gejala
  • tahap asumsi terhadap gejala
  • tahap kontak dengan pelayanan kesehatan
  • tahap ketergantungan
  • tahap penyembuhan

Berikut ini beberapa dampak dari sakit yaitu:

  • Terjadi perubahan peran pada keluarga
  • terjadi gangguan psikologis
  • masalah keuangan
  • kesepian akibat perpisahan
  • terjadi perubahan kebiasaan sosial
  • terganggunya privasi seseorang
  • otonomi
  • terjadinya perubahan gaya hidup

Berikut ini beberapa perilaku pada orang sakit:

  • Adanya perasaan ketakutan
  • menarik diri
  • egosentris
  • sensitif terhadap persoalan kecil
  • reaksi emosional tinggi
  • perubahan persepsi
  • berkurangnya minat

4. Konsep Lingkungan

Paradigma keperawatan dalam konsep lingkungan adalah memandang bahwa lingkungan fisik, psikologis, sosial dan spiritual dapat mempengaruhi kebutuhan dasar manusia selama pemberian asuhan keperawatan, meminimalkan dampaknya dalam pencapaian tujuan asuhan keperawatan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *