Sejarah Perkembangan Keperawatan di Dunia dan Indonesia

Sejarah Perkembangan Keperawatan di Dunia dan Indonesia – Indonesia Terpercaya, Dunia keperawatan memiliki sejarah yang cukup panjang mulai dari asal mula seseorang memiliki naluri untuk merawat dirinya sendiri sampai pada saat ini dunia keperawatan ditunjang berbagai macam peralatan yang sangat canggih untuk memudahkan pengobatan dan perawatan pasien yang sakit.

Semuanya itu tentu saja tidak terjadi secara instan melainkan terbentuk karena berbagai macam kontribusi seseorang yang mendedikasikan hidupnya demi menyelamatkan orang lain. Berikut ini akan diuraikan Sejarah singkat Perkembangan Keperawaran di Dunia dan di Indonesia.

Sejarah Perkembangan Keperawatan di Dunia

Pada bagian ini, Pertama-tama akan diuraikan secara singkat mengenai sejarah perkembangan keperawatan di Dunia mulai dari munculnya keperawatan itu sendiri sampai pada puncaknya ditemukan dan didirikan sekolah dan rumah sakit untuk perawatan.

1. Naluri

Sejak zaman manusia diciptakan telah memiliki naluri untuk dapat merawat diri sendiri sebagaimana tercermin pada diri seorang ibu. Pada tahap ini, setiap individu menggunakan akal pikirannya untuk memelihara kesehatan pada tingkat yang paling sederhana

2. Kepercayaan Akan Adanya Roh (Animisme)

Pada masa ini manusia percaya akan adanya roh, baik roh yang ada pada manusia yang sudah meninggal maupun yang masih hidup, atau yang ada di alam sekitar seperti batu, gunung, sungai, pohon dan lain sebagainya. Pengobatan dan perawatan dilakukan dengan cara menghalau dan mengusir berbagai macam penyakit oleh para dukun menggunakan mantera dan alat-alat dari alam seperti akar-akaran dan daun-daunan.

3. Kepercayaan pada Dewa-dewa

Pada masa ini manusia percaya bahwa penyakit disebabkan oleh kemarahan dewa. Oleh karena itu kuil-kuil pemujaan dewa didirikan sebagai tempat orang-orang yang menderita sakit berkumpul untuk meminta kesembuhan (Priest physcian). Dengan demikian kuil dapat dianggap sebagai rumah sakit pertama pada zaman primitif.

4. Ketabiban (Sekitar 14 Abad SM)

Pada abad ke 14 SM, perawatan terhadap pasien sudah dilakukan dengan teknologi yang sedikit maju. Berbagai macam perawatan seperti pembalutan, higiene mum dan anatomi manusia telah ditemukan pada saat itu.

5. Diakones dan Philantrop (Sekitar 400 SM)

Diakones adalah suatu kelompok yang terdiri dari para wanita tua dan janda yang membantu pendetan dalam melayani dan merawat orang sakit. Ini merupakan cikal bakal ilmu keperawatan dan kesehatan masyarakat.

Sedangkan Philatrop adalah suatu kelompok kasih sayang yang anggotanya menjauhkan diri dari keramaian dunia dan berfokus pada perawatan orang sakit

6. Pengaruh Keagaman

Perkembangan keperawatan mulai bergeser ke arah spiritual dimana seseorang yang sakit dapat disebabkan karena adanya dosa dan kutukan Tuhan. Pasa masa ini pusat perawatan adalah tempat-tempat ibadah.

7. Perawat-perawat Terdidik (Sekitar 600-1583)

Pada masa ini yakni zaman pertengahan muncul berbagai institusi dan lembaga yang mendidik individu menjadi seorang perawat antara lain di hotel Dien dan Lion (Perancis) yang kemudian menjadi rumah sakit terbesar dan terlengkap di Perancis. Pada mulanya tenaga pendidik ini diseleksi dari rohaniawan yang melakukan perawatan terhadap orang sakit yang disebut “orang suci” dan “orang tobat”

Rohaniawan yang cukup terkenal pada masa itu ialah St. Fransiscus dari Asisi Italia (1882-1226), seorang tokoh agama yang merawat penyakit kusta (lepra). Seseorang yang mengidap penyakit ini pada saat itu dianggap sebagai sampah masyarakat. St. Fransiscus hidup bersama-sama dengan mereka di pengasingan.

8. Periode awal Perawat Profesional (Abad ke 18 dan 19)

Ilmu kedokteran dan keperawatan mengalami perkembangan yang sangat pesat pada periode ini. Florence Nigtingale (1820-1910) adalah seorang wanita yang berperan penting dalam perkembangan ilmu keperawatan.

Florence Nightingale merintis karirnya pada tanggal 21 Oktober 1854 dalam perang Krimea (1854-1856) antara Roma dan Turki, yaitu denga membantu para korban tersebut. Ditengah peralatan yang sangat terbatas dengan perawatan yang intensif angka kematian turun drastis dari 41% menjadi 2% dalam waktu 6 bulan.

Sebagai penghargaan atas keberhasilannya, pada tahun 1860 pemerintah setempat memberikan dana kepada Florence Nightingale untuk mendirikan sekolah perawat yang diberi nama Nightingale School dan rumah sakit Thomas dijadikan sebagai tempat praktek.

Artikel Terkait:

Sejarah Perkembangan Keperawatan di Indonesia

Berikut ini akan diuraikan Sejarah Perkembangan Keperawatan di Indonesia mulai dari sebelum datangnya VOC ke Indonesia sampai pada munculnya para perawat-perawat profesional dan terdidik.

1. Penjaga Orang Sakit

Sebelum VOC datang ke Indonesia (1602-1799), Keperawatan di Indonesia masih bersifat tradisional (berdasarkan naluri dan berhubungan dengan dukun dan roh). Setelah VOC masuk ke Indonesia, didirikanlah rumah sakit pertama yang disebut Binnen Hospital (1977).

Tenaga perawat diambil dari penduduk pribumi yang bertanggung jawab atas perawatan kustodialpasen (bed-side care), dan dibagi menjadi dua bagian berdasarkan pekerjaan yang dilakukan yaitu kepala rumah tangga/ kepala bangsal dan penjaga orang sakit/ juru rawat.

Tugas penjaga orang sakit meliputi kegiatan domestik, seperti membersihkan bangsal dan memasak, mengontrol pasien, mencegah agar pasien tidak melarikan diri dan menjaga pasien yang mengalami gangguan jiwa.

2. Model Keperawatan Vokasional (Awal abad 19)

Dengan datangnya misi kedokteran dimulailah pekerjaan vokasional bagi tenaga perawat pada rumah sakit misionaris dengan memberikan pelatihan sebagai bagian dari pendidikan keperawatan non formal.

3. Model Keperawatan Kuratif

Model keperawatan vokasional berkembang menjadi model kuratif pada tahun 1920. Perawat sudah dilibatkan dalam pengobatan vaksin cacar dan pengobatan penyakit seksual bagi pribumi.

Di rumah sakit para perawat yang disebut mantri adalah orang yang telah cukup berpengalaman, mereka dianggap mampu untuk melaksanakan berbagai tindakan dan pengobatan terhadap penyakit tertentu, dan pada kasus yang sulit mereka diperbolehkan untuk merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih besar yang dilayani oleh dokter-dokter Belanda.

4. Keperawatan Semi Profesional

Pendidikan khusus keperawatan dengan sistem magang bagi lulusan sekolah dasar selama 4 tahun, bagi siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan khusus ini akan mendapat gelar perawat umum atau perawat jiwa.

5. Keperawatan Profesional

Pada tahun 1045 didirikan sekolah pengatur rawat (SPR) dan sekolah bidan, untuk menyiapkan tenaga perawat di rumah sakit besar. Dalam persiapan kearah profesional, makapada tahun 1974 dibentuk organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Pada tahun 1983 melalui lokakarya nasional keperawatan, dikembangkan pendidikan keperawatan setingkan akademi (DIII), Sarjana (S1), Pasca Sarjana (S2) serta DIV di Indonesia. Sejak tahun 1992 melalui UU no 23 kesehatan maka keberadaan, profesionalisasi dan badan ilmu keperawatan telah diakui keberadaannya oleh pemerintah sehingga pendidikan keperawatan dapat berkembang sampai ke S3.

Demikianlah ulasan mengenai Sejarah Perkembangan Keperawatan di Dunia dan Indonesia, semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan semakin memperkaya pengetahuan anda seputar dunia keperawatan. Sekian dan terima kasih.

Loading...

1 Comment

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *