Charlotte Angas Scoot adalah anak kedua dari 7 bersaudara di keluarga Caleb Scott, sebuah ketua perkumpulan Gereja. Charlotte dilahirkan di Lincoln, Inggris pada tanggal 8 Juni 1858. Pada tahun 1865, Caleb Scoot diangkat menjadi kepala sekolah di Lancashire Independent College dan ini membuka jalan bagi Charlotte untuk mendapatkan pengajar yang baik.

Pada tahun 1876, Charlotte mendapatkan beasiswa untuk belajar di Sekolah Tinggi Girton yang hanya berjarak 3 mil dari Universital Cambridge, dimana terdapat 22 orang dari 34 profesor yang mengizinkan pelajar perempuan mengikuti perkuliahan mereka.

Pelajar laki-laki di Cambridge mendapatkan gelar sarjana muda dengan reputasi yang baik karena telah mengambil ujian Tripos. Dimulai sejak tahun 1872, beberapa perempuan diizinkan untuk mengikuti ujian tersebut. Selama 9 hari di bulan Januari 1880, Charlotte Scott menghabiskan lebih dari 50 jam dalam mengikuti ujian Tripos dan akhirnya berhasil dengan baik bersama 8 pelajar laki-laki dari berbagai universitas.

Pada tahun 1876, Universitas London telah mulai memberikan gelar-gelar kepada pelajar perempuan. Kemudian Charlotte mengikuti 2 ujian, ujian pertama dilakukan agar ia dapat belajar bersama teman-temannya di Cambridge dan ujian kedua untuk mendapatkan gelar di London. Pada tahun 1882, ia mendapat gelar BSc dan kemudian pada tahun 1885 ia mendapat gelar DSc. Bidang yang ia tekuni adalah aljabar geometri.

Charlotte Scott adalah ahli matematika pertama yang menjadi kepala departemen di Sekolah Tinggi Bryn Mawr, Pennsylvania. Dari 9 perempuan Amerika yang mendapatkan gelar Doktor pada abad ke 19, tiga di antaranya belajar bersama Charlotte.

Kesuksesan yang ia dapatkan termasuk menjadi ketua penguji di Departemen Matematika untuk Dewan Uji Masuk Sekolah Tinggi, dan ia menjadi orang pertama yang diberi jabatan dan bekerja untuk Dewan Perhimpunan Matematika Amerika. Charlotte juga menjadi anggota dari beberapa Perhimpunan Matematika Eropa dan Inggris.


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).