Emilie Du Chatelet lahir dalam keluarga bangsawan prancis, Ia beruntung dapat diajarkan oleh beberapa pengajar dan guru wanita yang mempunyai reputasi baik. Ia belajar bahasa Latin, Italia dan Inggris. Akan tetapi, ia lebih tertarik pada sains dan matematika.

Pada usia 19 tahun, ia menikah dengan Marquis du Chatelet yang hanya memikirkan kampanye militernya. Masing-masing tidak mempedulikan minat pasangannya. Dari pernikahan ini, Emilie memperoleh tiga orang anak. Ia kemudian melanjutkan studi matematikanya dengan beberapa orang ahli matematika sebagai gurunya.

Dalam suatu kesempatan, ia pergi ke suatu acara rutin para ilmuan dan ahli matematika. Namun ia tidak diterima karena ia seorang perempuan. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk kembali dengan berpakaian sebagai laki-laki. Ia pun diterima.

Emilie kemudian berhubungan dengan Voltaire, salah satu penulis penting di Eropa pada abad ke 18. Ia mengajar Voltaire tinggal bersamanya di Cirey, salah satu rumah milik suaminya dekat perbatasan Belgia. Emilie tinggal bersama Voltaire sampai ia meninggal. Hubungan Emilie dengan Voltaire diketahui oleh suaminya namun ia lebih memilih mengacuhkannya.

Pemikiran Emilie du Chatelet semakin maju. Walaupun rekan-rekan aristokratnya menolak untuk mengakuinya, ia sangat dihargai oleh pesaingnya dalam bidang matematika dan sains. Fredeick Agung dari Prussia mengucapkan selamat atas karyanya dalam sebuah surat.

Ia mengatakan, “tanpa bermaksud memujimu, dapat aku pastikan bahwa aku seharusnya tidak mempercayai jenis kelaminmu, yang biasanya diberkahi dengan segala keanggunan, namun juga ahli dengan pengetahuan yang begitu dalam, penelitian dan penemuan yang solid seperti yang muncul dalam karyamu yang baik.”

Dari semua karyanya, Newton’s Principia Mathematica dianggap yang terhebat. Buku ini diterbitkan setelah ia meninggal dan masih merupakan satu-satunya terjemahan Pricipia dalam bahasa Perancis.

Demikianlah biografi Emilie Du Chatelet, semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terima kasih.


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *