Asam

Tahukah kamu bahwa di sekitar kita terdapat banyak zat yang bersifat asam? Buah jeruk merupakan salah satu zat yang bersifat asam. Salah satu ciri zat bersifat asam adalah berasa masam. Rasa masam pada buah jeruk dikarenakan adanya kandungan asam sitrat. Beberapa contoh asam yang terdapat di sekitar kita ditampilkan dalam Tabel berikut.

NoNama SenyawaRumus SenyawaTerdapatnya
1Asam asetatCH3COOHLarutan Cuka
2Asam askorbatC8H6O6Jeruk, tomat, sayuram
3Asam sitratC6H8O7Jeruk
4Asam tatratC4H6O6Anggur
5Asam malatC4H6O5Apel
6Asam BoratH3BO3Larutan obat tetes mata
7Asam karbonatH2CO3Minuman berkarbonasi
8Asam kloridaHCIAsam lambung
9Asam nitratHNO3Peledak (TNT), Pupuk
10Asam fosfatH3PO4Deterjen, pupuk
11Asam sulfatH2SO4Baterei mobil, pupuk
12Asam formiatHCOOHRacun sengat lebah
13Asam benzoatC6H5COOHBahan pengawet makanan

Asam memiliki sifat-sifat yang spesifik. Beberapa sifat senyawa ásam sebagai berikut.

1. Berasa Masam

Salah satu ciri zat yang bersifat asam adalah berasa masam. Sifat rasa masam yang dapat dibuktikan dengan cara organoliptik hanya untuk zat yang aman dikonsumsi, seperti buah lemon dan buah jeruk. Kedua buah tersebut mengandung senyawa yang mengakibatkan rasa masam berupa asam sitrat. Setiap buah yang mengandung asam sitrat akan terasa masam.

Contoh asam lain yang dapat dicicipi dan dibuktikan sifat rasa masamnya adalah asam cuka atau asam asetat. Namun, saat mencicipi asam cuka, sebaiknya cuka dilarutkan terlebih dahulu dalam air agar konsentrasinya menurun (encer). Asam cuka dalam konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kerapuhan gigi.

2. Memerahkan Kertas Lakmus Biru

Cara yang paling mudah dan aman untuk mendeteksi sifat keasaman suatu zat yaitu dengan menggunakan kertas lakmus. Kertas lakmus ada dua macam, yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru. Saat kertas lakmus merah dicelupkan ke dalam larutan yang bersifat asam maka kertas lakmus merah tetap berwarna merah.

Sementara itu, jika kertas lakmus biru yang dicelupkan ke dalam larutan bersifat asam, kertas lakmus biru akan berubah warna menjadi merah. Pada prinsipnya, saat zat bersifat asam diuji dengan kertas lakmus maka kertas lakmus (kertas lakmus merah maupun kertas lakmus biru) akan menjadi berwarna merah.

3. Menghasilkan Garam dan Gas Hidrogen Saat Bereaksi dengan Beberapa Logam

Zat yang bersifat asam saat direaksikan dengan beberapa logam akan menghasilkan gas hidrogen. Contoh reaksi antara logam kalsium dan larutan asam asetat (asam cuka) yang akan menghasilkan senyawa kalsium asetat dan gas hidrogen. Berikut reaksinya:

Ca       + 2CH3COOH -> Ca(CH3COO)2  + H2
Logam    + asam     -> Garam  + Gas hidrogen
Kalsium    asetat      kalsium asetat

aislum merupakan salah satu jenis logam, berwarna putih perak, dan agak lunak. Kalsium asetat (Ca(CH3,COO)2) sering digunakan sebagai pengilap logam serta bahan pengawet makanan yang dipanggang (berfungsi mencegah jamur).

4. Menghasilkan Gas Karbon Dioksida Saat Bereaksi dengan Senyawa Karbonat

Suatu zat yang bersifat asam saat direaksikan dengan senyawa karbonat akan menghasilkan gas karbon dioksida. Contoh reaksi antara asam asetat (CH3COOH) yang direaksikan dengan kalsium karbonat (CaCO3) dapat dilihat pada persamaan reaksi di bawah ini.

CaCO3 + CH3COOH -> Ca(CH3COO)2 + CO2 + H2O

Keberadaan gas karbon dioksida yang dihaşilkan dapat diselidiki dengan menggunakan air kapur yang jernih. Air kapur mengandung kalsium hidroksida. Saat gas karbon dioksida dialirkan pada air kapur akan terbentuk larutan keruh yang disebut kalsium karbonat.

5. Saat Dilarutkan dalam Air Menghasilkan lon Hidrogen

Senyawa asam saat dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan ion hidrogen (H). Contoh asam asetat (CH3COOH) dan asam klorida (HCI). Perhatikan reaksi di bawah ini!

Basa

Ada banyak zat di sekitar kita yang bersifat basa. Salah satu contohnya obat sakit mag. Obat sakit mag mengandung magnesium hidroksida (Mg(OH)2) dan aluminium hidroksida (Al(OH)3).

Lambung bersifat asam karena terdapatnya asam klorida. Apabila asam lambung berlebih akan mengakibatkan sakit mag. Oleh karena itu, diperlukan suatu zat yang dapat menetralkan kelebihan asam di lambung.

Zat yang berfungsi menetralkan tersebut bersifat basa, seperti magnesium hidroksida (Mg(OH)2) dan aluminium hidroksida (Al(OH)3) yang terkandung dalam obat mag. Beberapa bahan yang bersifat basa, jenis basa, dan kegunaannya dapat dilihat dalam Tabel dibawah ini.

Bahan Bersifat BasaJenis BasaKegunaan Basa
Sabun mandiNatrium Hidroksida (NaOH)Mengikat kotoran di badan
Sabun bayiKalium Hidroksida (KOH)Mengikat kotoran di badan
DeodoranAluminium hidroksida (AI(OH)3)Mengurangi produksi minyak berlebih
Pembersih lantaiAmonium hidroksida (NH4OH)Membersihkan kotoran pada lantai
Air kapur/ kapur matiKalsium hidroksida (Ca(OH)2)Mengurangi sifat asam pada tanah pertanian

Seperti halnya asam, basa juga memiliki beberapa sifat spesifik sebagai berikut.

1. Berasa Pahit, Bersifat Licin, dan Kaustik

Umumnya basa berasa pahit. Namun, kita tidak boleh membuktikan rasa pahit dari basa dengan cara mencicipinya. Selain itu, basa bersifat licin saat dipegang dan kaustik (mengakibatkan iritasi pada kulit). Salah satu contoh bahan yang bersifat basa adalah sabun. Sabun mengandung natrium hidroksida (NaOH). NaOH bersifat alkalis atau licin saat terkena kulit. Oleh karena itu, saat kita memegang sabun akan terasa licin.

2. Membirukan Kertas Lakmus

Saat diuji dengan kertas lakmus merah, larutan basa akan mengubah kertas lakmus merah tersebut menjadi biru. Sebaliknya, saat larutan basa diuji dengan kertas lakmus biru maka kertas lakmus tetap berwarna biru. Pada prinsipnya, larutan yang bersifat basa akan membuat kertas lakmus menjadi berwarna biru.

3. Saat Dilarutkan dalam Air Menghasilkan lon Hidroksil

Jika larutan yang bersifat basa dilarutkan dalam air maka larutan tersebut akan terurai menghasilkan ion hidroksil (OH-). Contoh amonium hidroksida (NH4OH) dan natrium hidroksida (NaOH) jika dilarutkan dalam air akan mengalami reaksi ionisasi sebagai berikut.

Garam

Garam yang banyak dikenal masyarakat berupa garam dapur dan garam meja. Keduanya sama- sama tersusun dari senyawa natrium klorida (NaCI). Hanya saa, garam meja bersifat lebih halus daripada garam dapur. Selain natrium klorida, ada banyak senyawa garam lainnya. Beberapa contoh senyawa garam dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.

Nama GaramRumus KimiaKegunaan
Natrium KloridaNaCI1. Mengawetkan makanan.
2. Bumbu atau menambah cita rasa makanam.
3. Bahan celupan dan cetakan kain
4. Pembuatan gas klorin
Kalium nitratKNO31. Pembuatan serbuk mesiu dan petasam
2. Bahan pupuk
Leburan kalsium kloridaCaCI2Bahan pengering
Kalsium sulfatK2SO4Bahan pembuatan gips untuk patah tulang
Aminium KloridaNH4CIDigunakan dalam aki dan mesin cuci
Barium sulfatBaSO4Pembuatan foto rontgen
Natrium bikarbonatNaHCO3Pengembang kue

Berdasarkan beberapa contoh diatas dapat dikatakan bahwa garam merupakam hasil reaksi antara asam dengan basa. Reaksi antara asam dengan basa tersebut dinamakan reaksi netralisasi.

Reaksi netralisasi: asam+basa->garam+air

Contoh:

Reaksi penggaraman (netralisasi) sangat berguna bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai pemanfaatan reaksi netralisasi, di antaranya sebagai berikut.

  1. Baking soda atau soda kuę dapat digunakan untuk menetralkan sengatan lebah yang bersifat asam, sedangkan sengatan tawon yang bersifat basa dapat dinetralkan dengan asam cuka.
  2. Nyeri lambung akibat kadar asam klorida dalam lambung yang berlebihan dapat dinetralkan dengan obat yang mengandung basa magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida
  3. Limbah cair hasil industri yang dibuang ke sungai mengandung zat asam yang dapat mengakibatkan kematian ikan. Oleh karena itu, perlu ditambahkan aluminium hidroksida untuk menetralkannya.
  4. Mulut kita mengandung zat asam sisa makanan dan minuman yang dapat merusak gigi dan menimbulkan bau mulut. Untuk menetralkannya dapat digunakan pasta gigi yang mengandung zat basa.
  5. Tanah yang terlalu asam akibat hujan asam dan tanah gambut akan mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Untuk mengatasinya tanah dinetralkan dengan diberi senyawa yang bersifat basa sebelum ditanami. Senyawa basa tersebut misalnva kalsium oksida, kalsium hidroksida, atau kalsium karbonat.

Demikianlah ulasan mengenai Asam, Basa, Garam dan Sifat-sifatnya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda. Sekian dan terima kasih


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *