Khotbah dan Renungan Pemuda Kristen Lengkap

Indonesia Terpercaya – Halo sobat semua, Sebagai seorang pemuda pemudi Kristen harusnya kita tetap bertumbuh dalam pengenalan akan takut akan Tuhan dan meyakini bahwa Yesus adalah satu-satunya sumber Juruselamat hidup kita. Namun sekarang ini, banyak pemuda pemudi Kristen yang mempergunakan masa mudanya bukan lagi untuk melayani Tuhan melainkan dipuaskan untuk kepuasan duniawi semata.

Oleh karena itu, mari saling menasehati satu dengan yang lain agar masa depan kita sebagai pemuda pemudi Tuhan tetap cerah karena kitalah para penerus Bangsa dan Gereja. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa kumpulan Khotbah dan Renungan Pemuda Kristen yang bisa anda gunakan dalam persekutuan-persekutuan pemuda entah itu di gereja, masyarakat, maupun untuk bahan renungan secara pribadi.

Yang Muda, Jangan Dipandang Sebelah Mata

Bahan Khotbah: 1 Timotius 4:12

“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang percaya dalam perkataan, tingkah laku, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”

Banyak orang berpikir bahwa kualitas sebuah pelayanan ditentukan oleh usia. Semakin matang usia seseorang maka akan semakin rohaní dan mantap untuk terjun dalam pelayanan. Maka tak jarang banyak gereja yang menganggap kaum muda berada di posisi kedua. Kaum muda dinggap belum mampu mengemban tugas pelayanan gereja seperti para senior mereka. Banyak kaum muda menjadi seperti katak dalam tempurung yang baru bisa berkarya setelah mendapat ijin dan restu dari orang yang lebih tua.

Memang kita tidak dapat menyangkal fakta bahwa semakin tua usia seseorang, maka pengalaman hidupnya akan semakin banyak. Tapi apakah arti banyaknya pengalaman kalau tidak memetik pengalaman tersebut menjadi buah pelajaran yang berharga? Pengalaman hanyalah menjadi sederet kisah yang akhirnya tidak memberi dampak apapun pada kehidupan. Maka jelas bahwa kerohanian dan kesiapan seseorang dalam melayani tidak semata ditentukan oleh usia.

Dalam sejarah, Tuhan justru banyak memakai orang-orang muda untuk sebuah pelayanan besar. Tuhan memanggil Daud untuk menjadi raja justru ketika ia masih kemerahan (I Sam 16:12). Tuhan memanggil Yeremia dalam usia mudanya (Yer. 1:6), begitu pula Timotius (I Tim 4:12), bahkan raja Yosia masih berusia 8 tahun ketika Tuhan mengangkatnya menjadi raja (|I Taw. 34:1).

Usia bukanlah ukuran. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu menjadi teladan bagi orang- orang percaya, baik dalam perkataan, Juga dalam tingkah laku, yaitu melakukan segala sesuatu yang memuliakan Allah bukan yang cemar. Dalam kasih, yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Dalam kesetiaan, yaitu setia melayani Tuhan baik dalam suka maupun duka. Dan menjadi teladan dalam kesucian yaitu berarti hidup kudus. (I Tim 4:12)

Jadi gereja haruslah menjadi wadah bagi pengembangan sumber daya kaum muda. Juga memberikan dukungan dan bimbingan bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan talenta dalam melayani, agar dapat menghasilkan karya-karya untuk kemuliaan Tuhan. pekerjaan Tuhan

Tuhan bisa menggunakan orang muda untuk kemuliaanNya.

Pentingnya Perencanaan

Bahan Alkitab: Amsal 15:12

“Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau nasehat banyak”

Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak. Ini adalah dua kalimat dari penulis Amsal yang kita baca pada pasal 15:22. Kalimat ini memberikan penjelasan sekaligus penegasan bahwa betapa dalam hidup ini penting sekali membuat rancangan.

Rancangan adalah sebuah perencanaan yang dilakukan untuk mengharapkan sebuah masa depan yang lebih baik. Ada pepatah mengatakan ketika kita tidak membuat sebuah perencanaan, maka kita sebenarnya sedang merencanakan kegagalan. Ini adalah sebuah kata kunci yang perlu kita perhatikan. Hal ini tidak saja berkaitan masalah kehidupan sehari-hari, melainkan juga bertalian dengan kehidupan rohani.

Orang-orang yang tidak pernah membuat sebuah perencanaan, maka tidak akan pernah melihat sebuah perjalanan hidup yang lebih maju dalam diri mereka, artinya kita tidak dapat meraih sebuah pencapaian tanpa merencanakan tujuan-tujuan hidup kita.

Penulis Amsal yang adalah Raja Salomo, adalah sosok atau figur yang dalam segala sesuatu merencanakan semua hal dengan baik. Itu bisa kita lihat dengan semua hasil kerja yang dilakukan, secara khusus menyangkut rumah Tuhan dan istana kerajaannya. Dalam segala sesuatu ia menghitung apa saja yang diperlukan, setelah itu melaksanakan dengan baik.

Tidaklah mengherankan jika nasehat itu disampaikan kepada kita, bahkan lebih dari sekedar perencanaan Raja Salomo menitikberatkan tentang pertimbangan melalui nasehat-nasehat. Maksudnya dalam perencanaa perlu pertimbangan yang matang, tidak asal sekedar merencanakan.

Bagaimana dengan hidup kita selama ini? Apakah kita Sudah merencanakan segala sesuatu dengan matang? Dalam hal merencanakan segala sesuatu baik yang bertalian dengan hidup pribadi, keluarga, pekerjaan dan pelayanan kita tidak boleh lupa kepada campur tangan dari Tuhan yang adalah penguasa dan pemimpin kehidupan kita. Libatkan Tuhan dalam segalanya, maka hasilnya pun akan luar biasa.

Gagal merencanakan artinya merencanakan kegagalan.

Jangan Duakan Cintaku

Bahan Alkitab: Yeremia 2:5-8

“Para imam tidak lagi bertanya: Dimanakah Tuhan? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku”

Jika ada pertanyaan yang mengatakan apakah anda ingin diduakan? Saya yakin pasti jawabannya adalah tidak. Manusia saja tidak ingin diduakan, terlebih lagi TUHAN. Di dunia ini tidak ad satu orangppun yang ingin dijadikan nomor dua. Setiap kita pasti ingin selalu menjadi yang terutama.

Demikian juga dengan Tuhan. la tidak ingin dinomor duakan, dalam hal apapun la ingin selalu menjadi prioritas yang terutama. Tetapi seringkali tanpa kita sadari bahwa kita terlalu sering menomor duakan Tuhan di dalam kehidupan kita, bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Ada banyak hal yang tanpa kita sadari bahwa kita telah menomor duakan Tuhan. Misalnya kita terlalu sibuk dengan karier yang sedang kita jalani dan pada saat itu mungkin karier kita itu sedang berada pada puncaknya, nah otomatis waktu kita akan lebih banyak tersita oleh urusan karier tersebut. Dan dengan mudahnya kita meninggalkan waktu-waktu dimana seharusnya waktu tersebut kita berikan untuk Tuhan.

Membuat Tuhan sebagai prioritas yang utama memang bukan hal yang gampang, sering disaat yang aman atau saat kita senang, kita sering lupa akan Tuhan, bahkan membuat Tuhan tertutup dengan semua berkat-berkat yang diberikan Dia kepada kita, dan kita malah mengandalkan kekuatan kita sendiri ataupun mengandalkan orang lain. Dan Justru sebaliknya disaat kita susah dan tidak ada jalan kelua kita malah mencari Dia. Sebagai orang yang percaya akan Dia Seharusnya kita memposisikan Tuhan di dalam hidup kita di tempat pertama apapun kondisi yang sedang kita alami, baik itu suka maupun duka.

Kita ditempatkan Tuhan sebagai orang yang sangat berharga dimataNya dan Dia menempatkan kita ditempat dimana tidak dapat digantikan oleh orang lain. Sebagai anak Tuhan kitapun seharusnya menempatkan Dia dalam posisi yang seperti itu. Dimana tidak akan mungkin tergantikan dengan apaun juga.

Cinta kita kepada Tuhan seharusnya melebihi cinta kita kepada hal apapun di dalam dunia ini. Memang ada hal dan orang-orang tertentu yang kita cintai dalam dunia ini, namun biarlah Tuhan diatas semuanya

Cinta kepada Tuhan seharusnya melebihi segalanya

Kecantikan yang Sia-sia

Bahan Alkitab: Amsal 31:30

“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji”

Menurut anda apakah benar kecantikan sia-sia? Apakah teks yang terdapat dalam Amsal 31:30 yang berbunyi kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia- sia, dengan serta merta memberikan rumusan kepada kitaa bahwa cantik itu tidak ada gunanya?

Jawabannya adalah bukan. Jika seandainya kecantikan adalah sia-sia, maka kita tidak perlu merias wajah dan mendandani diri dengan baik, Mungkin profesi ahli kecantikan tidak dibutuhkan, klinik dokter kecantikan dan salon-salon kecantikan akan tiada, itu berarti penganguran dimana-mana akan terjadi.

Apakah Tuhan tidak senang dengan kecantikan? Mengapa dalam penciptaan ketika pada hari keenam disebutkan bahwa ketika manusia diciptakan Alkitab menuliskan “sungguh amat baik”. Bukankah ini juga merumuskan bahwa manusia diciptakan dengan potensi kecantikan?

Sesungguhnya kecantikan itu perlu. Lihat saja dimana-mana sekarang kecantikan dijadikan ukuran atau standart dalam berbagai lini kehidupan, misalnya saja pemilihan putri Indonesia, miss universe atau calon aktris film, bukankah kecantikan juga menjadi syarat? para orang tua merindukan anak-anaknya cantik-cantik?

Apakah kalimat ini hanya merujuk kepada wajah saja? Apakah ayat ini hanya kepada wanita? Sebenarnya ini berlaku secara universal. Jadi apa yang dimaksudkan teks tersebut?

Kecantikan akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan kualitas karakter hidup kita. Amsal 31:10- 28 menunjuk sejumlah kualitas hidup yang harus kita miliki. Alkitab memberikan kepada kita dasar kecantikan, bukan hanya penampilan luar melainkan juga dalamnya (karakter ilahi). Kita mau memiliki kecantikan luar dan dalam, secara fisik kita cantik, lebih lagi secara batiniah.

Karena itu Kitab Petrus pasal 3:1-6a, menasehatkan kita agar mengenakan perhiasan batiniah. Bukan berarti kita tidak boleh pake perhiasan (assesoris) yang biasa kita kenakan dalam tubuh kita, namun yang lebih penting adalah perhiasan rohani.

Mari jadikan kecantikan yang kita miliki double porsi, yakní kecantikan secara lahiriah.dan batiniah. Tuhan sangat senang jika kita memiliki kecantikan dari dalam dir kita. Karena itu miliki kekayaan batiniah dalam hidup kita.

Cantik luar dan dalam adalah cara memuliakan nama Tuhan

What a Friend? We Have in Jesus

Bahan Alkitab: Yohanes 15:9-14

“Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu”

Apa itu sahabat? Dalam Injil Yohanes dikatakan “kamu adalah sahabat-Ku, Jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. ” Seringkali kita menyebut diri kita adalah sahabat-sahabat Yesus, tetapi diluar dari pada itu apakah kita sudah mengerti benar akan arti sahabat itu?

Kita tahu bahwa setiap kita pasti memiliki sahabat, tetapi banyak peristiwa yang sering terjadi dalam hal persahabatan itu. Sering kita menganggap bahwa kita telah mengenal sahabat kita karena kita sering jalan bareng, curhat ke mereka, atu banyak hal yang kita lakukan bersama mereka, namun bukan itu yang menjadi alasan untuk kita mengatakan bahwa kita sudah mengenal sahabat kita.

Kebanyakan kasus-kasus yang menyebabkan persahabatan itu putus karena menganggap bahwa mereka sudah saling mengenal dan mengerti kekurangan sahabat- sahabat mereka, tetapi justru sebaliknya mereka belum mengenal sifat dan karakter sahabat-sahabat mereka sehingga pada saat terjadi suatu permasalahan dalam persahabatan mereka, sangat sulit menemukan jalan keluarnya dan itu yang menyebabkan kehancuran dari persahabatan itu. Maka dari itu yang paling diutamakan dalam persabatan adalah mengenal pribadi satu sama lain, kita harus tahu bagaimana sifat sahabat kita, apa yang mereka sukai sehingga dapat saling mengerti dan memahami satu dengan yang lainnya.

Begitupun dengan hubungan persahabatan kita dengan Yesus. Seringkali kita mengatakan bahwa kita adalah sahabat Yesus, tetapi jika timbul pertanyaan sudahkah kita mengetahui apa yang Yesus sukai?Rasanya pertanyaan ini Sangat baik untuk menjadi satu bahan renungan bagi kita Semua. Sebab jika kita menyatakan diri bahwa kita adalah sahabat Yesus, pastilah kita tahu apa yang Yesus sukai untuk kita lakukan dan bukan apa yang kita sukai untuk Yesus Jika kita sudah menganggap bahwa kita adalah lakukan bagi kita.

Sahabat-sahabat Yesus, sudahkah kita melakukan apa yang enjadi kesukaan Yesus? Biarlah pertanyaan ini dapat kita Renungkan dengan baik agar kita mengerti “What a Friend?” udn memahami bahwa “We Have in Jesus.

Sahabat Yesus melakukan hal yang disukai oleh Yesus

Jagalah Hati Jangan Kau Nodai

Bahan Alkitab: Amsal 4:23

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”

Tidak sedikit orang yang iri melihat orang-orang di sekitarnya. Mereka iri, curiga yang pada akhirnya menimbulkan kebencian dan hati menjadi keruh. Hati tidak tenang. Hati menjadi ternoda. Biasanya, perbuatan ini dapat merenggangkan hubungan antara keduanya.

Hal ini disebabkan oleh banyak hal, misalnya histori kehidupan. Dalam hidup masa lalunya tidak pernah dipercaya, selalu dicurigai. Ketika seseorangan selalu menaruh rasa curiga kepada sesamanya, tidak menutup kemungkinan dia juga akan selalu curiga kepada Tuhan. Tetapi hal ini jarang disadari oleh para pelakunya.

Jagalah hati, jangan kau nodai, merupakan sebuah ungkapan untuk senantiasa menjaga hati supaya tetap bersih terhadap diri sendiri, terhadap orang lain, dan terhadap Tuhan. Jika tidak segera diatasi, maka orang yang selalu curiga ini, hatinya menjadi ternoda, dia selalu berpikir bahwa dia selalu benar dan orang lain itu hanya mencari kesempatan.

Orang yang selalu curiga tidak dapat mengakui kelebihan orang lain. Kecurigaan akan menimbulkan kebencian yang sama dengan pembunuhan dan pembunuh tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah (I Yoh. 3: 15). Orang yang selalu curiga akan dikuasai kekuatiran dan kekuatiran membungkukkan orang (Amsal 12 25a). Orang bungkuk tidak akan dapat melihat ke atas artinya orang kuatir tidak akan pernah dapat melihat dan mengalami pertolongan dari Tuhan.

Firman Tuhan berkata: hati adalah pusat segala tindakan manusia. Itu sebabnya, renungan hari ini mengingatkan supaya kita senantiasa menjaga hati dengan segala kewaspadaan, sebab dari sanalah terpancar kehidupan. Apakah kita sebagai jemaat, hamba-hamba Tuhan yang melayani di mimbar atau apa pun posisinya, marilah bersama-sama menjaga hati tetap murni di hadapan Tuhan.

Kemurnian hati merupakan ukuran dari kemurnian hidup kita. Kemurnian hati akan menjadi daya dorong yang kuat untuk melakukan setiap hal dalam hidup ini kearah kemurnian, kejujuran dan ketulusan. Dengan menjahga kemurnian hati berarti saudara telah berhasil untuk menaklukkan diri saudara sendiri.

Kemurnian hati tercermin dari perkataan dan perbuatan

Penutup

Demikianlah beberapa kumpulan Khotbah dan Renungan Pemuda Kristen terbaru dan terlengkap. Semoga dapat bermanfaat untuk anda. Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *