Indonesia Terpercaya – Berikut ini Tata Ibadah/ Liturgi ibadah perayaan natal keluarga tahun 2019 yang bisa anda ikuti untuk merayakan natal bersama keluarga di rumah.

TATA IBADAH MALAM NATAL KELUARGA (DI RUMAH)

 

1. Persiapan

  • Malam natal seharusnya menjadi acara yang khusus bagi sebuah keluarga. Jemaat-jemaat disarankan untuk tidak membuat kegiatan pada malam natal
  • Setiap anggota keluarga sebaiknya terlibat dalam akta liturgi. Sebaiknya lilin natal disiapkan sebanyak anggota keluarga. Jika ada anggota keluarga yang berada di tempat lain karena pekerjaan atau studi, ekspresi kerinduan dapat diwujudkan melalui sebuah lilin untuk mereka.

P: Dalam penghayatan iman, kami mengakui bahwa Engkau telah menyelamatkan keluarga kami. Kami bersyukur bahwa Tuhan telah menyediakan kesempatan untuk merayakan Natal. Melalui peristiwa Natal, kita diingatkan bagaimana Allah hadir mengasihi kita. Karena itu kita tidak sekedar merayakannya lewat pemasangan Pohon Natal dengan segala pernak-perniknya, atau membagi hadiah Natal dan makanan yang lezat, tetapi Natal adalah mengenang kembali cara Allah peduli kepada umat-Nya dan seluruh ciptaan-Nya. Cinta kasih dan kepedulian seperti inilah yang hendak kita nyatakan dalam keluarga.

2. Prosesi

Menyanyi: Gita Sorga Bergema (KJ 99:1,2)

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia.
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
permaklumkan Kabar Baik Lahir Kristus, T’rang ajaib!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

3. Votum

P: Ibadah Ini berlangsung dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
J: Amin.

4. Salam

P: Salam Damai Natal, Kasih KaruniaNya menyertai kamu
J: Menyertaimu Juga

5. Pengakuan Dosa dan Berita Anugerah

P: Marilah kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, dan mengaku segala dosa kita kepada-Nya. Di malam kudus ini ya Tuhan kami mengaku dosa dihadapanMu, bahwa kami sering mengabaikan tanggung jawab kami dalam keluarga, kuatir, cepat putus asa, takut dan hilang harapan.
Semua: Kami menyadari dan patut mengakui dosa kami untuk saling mengampuni, agar di Malam Kudus ini, kami pun menjadi kudus karena kasih dan pengampunanMu ya Allah.

Menyanyi: Tuhanku Bila Hati Kawanku (KJ 467:1-3)

Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

Jikalau tuturku tak semena dan aku tolak orang berkesah,
pikiran dan tuturku bercela, ampunilah.

Dan hari ini aku bersembah serta padaMu, Bapa, berserah,
berikan daku kasihMu mesra. Amin, amin.

P: Kepada kita yang menyesali dosa-dosa kita, Berita Anugerah dari Allah diteguhkan kembali “Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman atasnya terang telah bersinar. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita; seorang Putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahuNya, dan namaNya disebutkan orang: Penasehat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:1&5)

6. Penyalaan Lilin

Lilin besar terlebih dahulu dinyalakan sebelum ibadah, satu orang mengambil api dari lilin utama dan diteruskan kepada semua anggota keluarga secara estafet, kemudian bersama-sama menempatkan di sekitar lilin utama.

P: Marilah kita berdiri dan menyalakan lilin Natal sebagai simbol hadirNya Kristus menerangi dunia ini.

Menyanyikan “Malam Kudus” (KJ 92:1-3)
Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus
ayah bunda mesra dan kudus
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.

Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;
bala sorga menyanyikannya
kaum gembala menyaksikannya
“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!”

Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus
di wajahMu, ya Anak Kudus,
cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

PELAYANAN FIRMAN

7. Doa Pembacaan Alkitab
8. Pembacaan Alkitab
9. Renungan
10. Saat Teduh
11. Doa Bapa Kami

RESPON JEMAAT

12. Persembahan

Menyanyikan: “Alam Raya Berkumandang” (KJ 101 : 1,2,)
Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;
dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema:

Ref. Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!

Hai gembala, kar’na apa sambutan ini menggegar?
Bagi Maharaja siapa sorak sorgawi terdengar? Ref.

Sudah lahir Jurus’lamat itu berita lagunya.
Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan padaNya. Ref.

Ikutilah, hai gembala, nyanyian sorga yang merdu;
mainkan suling dan rebana dan bersyukur di hatimu! Ref.

13. Doa Syafaat

PENGUTUSAN DAN BERKAT

14. Pengutusan

P: Pergilah, jadikanlah rumah dan hati kita sebagai tempat kediaman Allah, dengan demikian hikmatNya akan membawa keluarga kita pada damai sejahteraNya. Dan marilah kita merendahkan diri menerima berkatNya :
15. Berkat
P: Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajahNya
J: Amin

16. Nyanyian Syukur “Bagimu Damai Sejahtra” (Bersalaman)

Bagimu damai sejaht’ra. Bagimu damai sejaht’ra
Bagimu damai sejaht’ra Bagimu damai, damai dan sejahtra.

Havenu Shalom Alechem, Havenu Shalom Alechem,
Havenu Shalom Alechem, Havenu Shalom, Shalom
Shalom, Alechem.


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *