Pengertian dan Manfaat SWDKLLJ di STNK

Indonesia Terpercaya, Untuk anda yang tidak mempunyai BPS kesehatan ataupun BPJS ketenagakerjaan, ternyata pajak kendaraan yang dibayar setiap tahunnya ada sebagian masuk kedalam asuransi untuk membiayai kecelakaan di jalan raya. Pernahkah anda memperhatikan STNK kendaraan dan menemukan bahwa ketika membayar pajak kendaraan, anda juga dikenakan biaya SWDKLLJ.

Apa itu SWDKLLJ? SWDKLLJ merupakan singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Ketika anda membayar pajak kendaraan entah itu kendaraan bermotor atau mobil, maka secara otomatis diri kita tercatat ikut asuransi yang dikelola oleh BUMN yang bernama Jasa Raharja.

Adapun besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan yang anda miliki.

  • Untuk kendaraan bermotor dengan kapasitas mesin 50 sampai 250 cc akan dikenakan tarif Rp. 35.000,-
  • Untuk kendaraan jenis Sedan, Station Wagon, Jip, Minibus dan lain-lain akan dikenakan tarif sebesar Rp. 143.000,-

Jadi keuntungan yang didapatka dari SWDKLLJ yakni kita akan memperoleh perlindungan asuransi jika terjadi kecelakaan di jalan raya.

Berapakah santunan yang diberikan oleh Jasa Raharja terhadap pemilik kendaraan yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) dan yang telah membayar SWDKLLJ?. Sesuai dengan UU No. 34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, maka Jasa Raharja menjamin pihak ketiga yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan akibat penggunaan kendaraan tersebut.

Besarnya santunan yang diberikan sesuai dengan peaturan Menteri Keuangan No. 16/PMK.010/2017 yakni sebagai berikut:

  • Meninggal dunia: Rp. 50.000.000,-
  • Cacat tetap: Rp. 50.000.000,- (max)
  • Biaya perawatan: Rp. 20.000.000,- (max)
  • Biaya ambulance: Rp. 500.000,-
  • Biaya P3K: Rp. 1.000.000,- (max)
  • Biaya penguburan: Rp. 4.000.000,-

Bagaimana cara mendapatkan santunan tersebut?

  • Silahkan menghubungi atau mendatangi kantor Jasa Raharja terdekat
  • Isi formulir pengajuan dengan memasukkan laporan kecelakaan dari pihak kepolisian/pihak berwenang, Surat Keterangan Kesehatan dari dokter, dan data identitas (KTP – red) korban atau ahli waris.
  • Jika korban mengalami luka-luka maka dilampirkan kwitansi biaya perawatan/pengobatan yang asli
  • Jika korban meninggal dunia dibutuhkan Kartu Keluarga dan Buku Nikah.
  • Waktu pengajuan hak santunan 6 bulan sejak terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan dan diatas waktu tersebut sudah tidak berlaku atau tidak dilakukan penagihan dalam kurun waktu 3 bulan sejak hak santunan disetujui oleh pihak Jasa Raharja

Bagaimana jika nama di STNK tidak sesuai dengan nama pemilik kendaraan? ini yang menjadi problema terutama jika anda membeli motor second karena nama yang ada di STNK tersebut masih nama pemilik. Oleh karena itu, Santunan tersebut tidak bisa diberikan kepada korban karena nama yang tertera d STNK tidak sesuai dengan nama korban. Usahakanlah ketika membeli motor second, langsung balik nama STNK dan BPKB.

Demikianlah uraian saya mengenai apa itu SWDKLLJ dan apa fungsi SWDKLLJ. semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda. Jangan lupa juga dibagikan agar semakin banyak orang tahu akan haknya ketika rutin membayar pajak. sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *