Indonesia Terpercaya – Luas benda dapat diukur secara tidak langsung dengan rumus matematika, sedangkan volume benda dapat diukur secara tidak langsung maupun secara langsung. Mengukur volume air secara langsung menggunakan gelas ukur. Mengukur luas persegi panjang maupun volume balok dengan cara mengukur panjang setiap sisi kemudian dihitung menggunakan rumus matematika termasuk pengukuran tidak langsung.

Mengukur Luas Benda Berbentuk Bangun Datar

Luas benda bangun datar seperti gambar disamping. Luas benda-benda bangun datar dapat ditentukan melalui pengukuran tidak langsung. Caranya, dengan mengukur panjang unsur-unsur yang diperlukan kemudian menghitung luasnya berdasarkan rumus matematika yang telah diketahui.

Mengukur Volume Benda Berbentuk Bangun Ruang Teratur

Perhatikan benda bangun ruang disamping. Volume benda berbentuk bangun ruang dapat ditentukan melalui pengukuran tidak langsung. Caranya dengan mengukur panjang unsur-unsur yang diperlukan kemudian menghitung volumenya berdasarkan rumus matematika yang telah diketahui.

Mengukur Volume Benda yang Bentuknya Tidak Teratur

Volume benda yang bentuknya tidak teratur dapat ditentukan dengan bantuan gelas ukur dan gelas berpacuan.

  • Mengukur Volume Benda yang Bentuknya Tidak Teratur dengan Gelas Ukur

Volume batu pada gamba diatas dapat ditentukan dengan rumus:

V batu = V1 – V2

Keterangan:
V1 = Volume air mula-mula
V2 = Volume air + batu
V batu = Volume batu yang dikukur

  • Mengukur Volume Benda yang Bentuknya Tidak Teratur dengan Gelas Ukur dan Gelas Berpancuran

Pengukuran volume benda yang bentuknya tidak teratur dengan gelas ukur dan gelas berpancuran dapat dilakukan seperti gambar dibawah ini.

V batu = Volume air yang tumpah kedalam gelas ukur.

Kesalahan Pengukuran

Kesalahan pengukuran adalah perbedaan nilai (selisih) antara hasil pengukuran dengan ukuran sebenarnya. Ada dua macam kesahalan pengukuran yaitu: kesalahan sistematik dan kesalahan acak.

  • Kesalahan Sistematik
    Kesalahan sistematik adalah kesalahan pengukuran yang terjadi karena hal-hal berikut.
    1. Kesalahan pada alat ukur yang digunakan, misalnya:
      • kesalahan kalibrasi;
      • penunjukan nilai nol bergeser dari titik nol yang sebenarnya;
      • pegas pada neraca pegas melemah sehingga penunjukan angka oleh jarum menjadi tidak akurat.
    2. Kesalahan manusia (human error), misalnya kesalahan paralaks, yaitu pembacaan skala analog pada sudut yang salah.
    3. Kondisi alat saat bekerja. Pemakaian alat dalam kondisi yang berbeda dengan keadaan pada waktu alat dikalibrasi (pada suhu, tekanan, dan kelembapan udara yang berbeda) akan mengakibatkan kesalahan.
  • Kesalahan Acak Kesalahan acak adalah kesalahan yang terjadi karena kondisi lingkungan yang tidak menentu seningga mengganggu kerja alat ukur, misal gerak Brown pada molekul udara, fluktuasi (naik- Turunnya) tegangan listrik, dan derau (noise) elektronik yang bersifat acak dan sukar dikendalikan.

Ketelitian dan Keselamatan Kerja

Setiap melakukan kegiatan seperti praktik pengukuran, kita dituntut melakukan kegiatan itu dengan teliti (cermat) dan menjaga keselamatan, baik keselamatan diri sendiri maupun keselamatan orang lain. Perhatikan contoh berikut:

  • Keteltian perhitungan dan pengukuran seorang insinyur untuk mendirikan sebuah bangunan. Hal tersebut Perhatikan contoh berikut. terkait dengan pemilihan bahan, komposisi bahan bangunan, sampai dengan kedalaman dan ukuran pondasi yang diperlukan.
  • Ketelitian seorang apoteker saat meracik resep obat. Kesalahan ukuran komposisi obat seorang pasien dapat berakibat fatal, bahkan dapat mengakibatkan kematian pásien.

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).