Indonesia Terpercaya – Kecepatan reaksi kimia dapat didefinisikan sebagai ukuran perubahan susunan partikel penyusun materi dalam satuan waktu tertentu. Satuan tersebut dapat berupa detik, menit, jam, atau satuan waktu lainnya. Contoh untuk membakar 10 kilogram kayu gelondongan diperlukan waktu 60 menit sehingga dapat dikatakan bahwa kecepatan reaksi pembakaran kayu gelondongan adalah 10 kilogram setiap 60 menit.

Pada reaksi kimia selalu disertai dengan persamaan reaksi yang melibatkan perubahan reaktan (pereaksi) di sebelah kiri tanda panah (->) menjadi produk (hasil reaksi) di sebelah kanan tanda panah (->). Persamaan reaksi ini dinyatakan:

reaktan (pereaksi) -> produk (hasil reaksi) 

Berdasarkan persamaan tersebut, kecepatan reaksi kimia dinyatakan sebagai berkurangnya jumlah reaktan setiap satuan waktu atau bertambahnya produk setiap satuan waktu. Waktu yang diperlukan untuk reaksi dapat dipercepat dengan faktor-faktor tertentu. Pembakaran kayu pada contoh di atas dapat dipercepat waktunya menjadi 20 menit apabila faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan reaksi diubah, misal memperkecil ukuran kayu. Beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan reaksi kimia diuraikan sebagai berikut.

Ukuran Materi

Ukuran materi berpengaruh terhadap kecepatan reaksi kimia. Materi dengan massa yang sama memiliki kecepatan yang berbeda tergantung ukuran materi yang direaksikan, berbentuk bongkahan, serbuk, atau batangan. Pereaksi yang berbentuk serbuk lebih cepat bereaksi. Dalam bentuk serbuk, luas permukaan bidang sentuh zat pereaksi semakin besar sehingga kecepatan reaksinya juga semakin besar. Kesimpulan tersebut berlaku pula saat mencerna makanan. Pada saat makan, sebaiknya kamu mengunyah makanan hingga lembut agar kerja lambung dalam memproses makanan menjadi lebih mudah.

Suhu

Pernahkah kamu menyimpan buah dalam lemari es? Buah yang disimpan dalam lemari es tidak cepat membusuk jika dibandingkan dengan buah yang diletakkan pada suhu ruangan. Mengapa? Hal ini karena terdapat perbedaan suhu di lemari es dan suhu di dalam ruangan. Reaksi pembusukan berjalan lebih lambat dalam suhu rendah.

Suatu reaksi kimia dapat terjadi karena adanya tumbukaan antara partikel-partikel yang bereaksi. Semakin banyak partikel yang bertumbukan, reaksi semakin cepat terjadi. Teori ini disebut dengan teori tumbukan.

Kecepatan reaksi akan bertambah cepat pada suhu yang lebih tinggi. Menurut teori tumbukan, dengan adanya kenaikan suhu maka energi kinetik partikel bertambah sehingga partikel akan bergerak lebih cepat. Oleh karena energi kinetik tinggi, energi yang dihasilkan oleh tumbukan antarpartikel akan bertambah tinggi pula dan cukup untuk melangsungkan reaksi. Hal ini akan akan mengakibatkan kecepatan reaksi berajalan semakin cepat. Untuk setiap kenaikan 10 derajad celcius, kecepatan reaksi akan meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Sumber: Ipa Terpadu Kelas VII

Kategori: Pendidikan

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *