Indonesia Terpercaya – Campuran merupakan gabungan dari beberapa komponen dengan perbandingan yang tidak tetap dan antara komponen satu dengan komponen lainnya tidak terikat secara kimiawi. Komponen penyusun campuran dapat berupa zat padat, cair, maupun gas. Berdasarkan sifatnya, campuran dibedakan menjadi dua macam yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

Campuran homogen adalah campuran yang komponen-komponen penyusunnya tercampur secara merata dan tidak dapat dibedakan antara komponen-komponennya. Contoh campuran homogen antara lain air sirop air laut, dan kuningan. Campuran heterogen adalah campuran yang komponen-komponen penyusunnya tidak tercampur secara merata dan masih dapat dibedakan, misal campuran tanah dan air.

Komponen-komponen dalam campuran dapat dipisahkan satu sama lain menggunakan metode pemisahan yang sesuai. Berikut ini kita akan membahas berbagai metode pemisahan campuran.

1.Metode Filtrasi

Pernahkah kamu mengamati proses penyaringan santan kelapa dari ampasnya? Dalam proses penyaringan tersebut santan akan lolos melewati alat penyaringan, sedangkan ampasnya akan tertahan di alat penyaringan tersebut. Proses pemisahan ini menggunakan metode filtrasi.

Bagaimana cara memisahkan air dan tepung beras dari campuran keduanya? Tentu pemisahannya tidak dapat meng- gunakan alat penyaring santan, tetapi penyaring dengan pori- pori kecil. Saat kita memasuki laboratorium dan ingin melakukan filtrasi, kita membutuhkan alat filtrasi yang dinamakan kertas saring. Dengan menggunakan kertas saring komponen berukuraan besar akan tertahan dan komponen berukuran lebih kecil akan lolos melalui pori-pori kertas saring. Jadi, dalam pemisahan campuran air dengan tepung beras, tepung beras akan tertahan sebagai ampas dan air lolos dari kertas saring.

Metode filtrasi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan ukuran partikel komponen penyusunnya. Berdasarkan dua contoh di atas ampas kelapa dan tepung terigu digolongkan sebagai residu, sedangkan santan kelapa dan air dinamakan filtrat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa residu adalah zat yang tertinggal di atas alat iltrasi atau zat yang tidak lolos melewati pori-pori alat penyaring. Filtrat adalah hasil filtrasi yang lolos melewati alat penyaring. Untuk memperjelas pemahamanmu, perhatikan Gambar dibawah ini

Memisahkan Campuran dengan Cara Filtrasi

Bahan yang diperlukan:

  1. Air kapur
  2. Campuran tepung dengan gula pasir
  3. Air kopi
  4. Larutan tepung
  5. Campuran pasir dengan tanah
  6. Labu erlenmeyer
  7. Piring
  8. Corong
  9. Kertas saring
  10. Saringan berpori kecil

Cara Pemisahan

  1. Pisahkan antara campuran padatan dengan campuran cair
  2. Siapkan saringan berpori kecil, corong, kertas saring, gelas beker dan piring
  3. Diantara alat-alat yang disediakan, tentukan jenis alat yang digunakan untuk memisahkan campuran-campuran tersebut
  4. Lakukan pemisahan campuran dengan alat yang tepat

Gantilah campuran-campuran tersebut dengan air gula, campuran air dengan tanah, dan campuran beras dengan tepung. Tentukan alat yang sering digunakan serta filtrat dan residunya. Kemudian amati percobaan tersebut.

2. Metode Evaporasi (Penguapan) dan Kristalisasi

Tahukah kamu bahwa garam diperoleh dari air laut? Air laut merupakan suatu campuran sehingga petani garam harus melakukan pemisahan campuran untuk mendapatkan garam. Para petani garam memanaskan air laut dibawah sinar matahari sehingga kandungan airnya berkurang. Dari proses tersebut, para petani berhasil memperoleh kristal-kristal garam.

Kegiatan yang dilakukan oleh petani garam dinamakan evaporasi. Evaporasi adalah proses pemisahan zat padat dari larutannya dengan cara menguapkan pelarutnya. Saat larutan dipanaskan maka larutan akan berubah menjadi larutan lewat ienuh. Titik jenuh adalah titik ketika suatu larutan tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut yang ditambahkan. Ketika larutan lewat jenuh, zat padat terlarut mulai mengalami kristalisasi. Kristalisasi adalah proses nembentukan kristal saat melewati titik jenuh suatu larutan. Proses evaporasi dan kristalisasi hanya dapat dilakukan jika komponen-komponen dalam campuran tersebut memiliki perbedaan kelarutan.

Memisahkan Campuran dengan Evaporasi

Bahan yang diperlukan:

  1. Kristal garam
  2. Akuades
  3. Gelas beker
  4. Pembakar spritus
  5. Kaki tiga dan kasa kawat
  6. Sendok makan
  7. Pinggan penguap

Cara Pemisahan:

  • Larutkan dua sendok makan garam ke dalam 25 mL akuades
  • Tuangkan larutan garam tersebut ke dalam pinggiran penguap.
  • panaskan pinggiran penguap di atas pembakar spritus dengan alas kasa kawat.
  • Amati perbahannya hingga semua akuades menguap
  • Matikan api dengan menutup pembakar spritus menggunakan penutupnya.

3. Metode Kromatografi

Tahukah kamu bahwa wama hitam pada tinta merupakan gabungan dari beberapa komponen warna? Tinta’ hitam merupakan salah satu contoh campuran. Kita dapat memisah kan komponen-komponen pembentuk warna hitam pada tinta menggunakan metode kromatografi.

Metode kromatografi adalah cara pemisahan campuran gas, cairan, ataupun zat terlarut lainnya berdasarkan perbedaan kelarutan setiap komponen di antara dua fase berbeda. Pada metode kromatografi terdapat dua fase yaitu fase gerak dan fase diam. Kromatografi terdiri atas beberapa macam, yaitu kromatografi kertas, kromatografi lapis tipis, kromatografi kolom, dan kromatografi gas. Kromatografi yang paling sederhana adalah kromatografi kertas. Pada kromatografi kertas, campuran ditotolkan pada kertas kromatografi kemudian dimasukkan ke dalam pelarut. Pelarut yang merambat ke atas akan memisahkan tiap-tiap komponen sesuai sifat kelarutannya.

Misal pemisahan zat-zat warna dalam tinta hitam. Fase gerak berupa air, fase diam berupa kertas kromatografi. Tinta hitam tersebut ditotolkan pada kertas kromatografi, kemudian kertas kromatografi dicelupkan pada pelarut (akuades). Totolan tinta hitam tersebut dijaga agar tidak tercelup akuades. Pelarut yang digunakan lama-kelamaan akan merambat ke atas dan mengenai totolan tinta hitam. Setelah beberapa saat tinta hitam akan terurai menjadi beberapa warna. Hal ini membuktikan bahwa tinta warna hitam terbentuk dari beberapa warna.

Dalam kromatografi kertas, zat yang mudah larut akan merambat lebih cepat dibandingkan dengan zat yang kurang larut dalam pelarut. Oleh karena itu, dalam pemisahan tinta hitam, komponen warna yang terletak paling bawah menunjukkan bahwa warna tersebut kurang larut dalam air.

Kecepatan kromatografi dapat dihitung dengan rumus berikut:

   D1
R= _
   D2

Dimana:

  • R = Kecepatan air
  • D1 = Jarak yang dicapai zat terlaurut
  • D3 = Jarak yang dicapai pelarut

Memisahkan Campuran dengan Cara Kromatografi

Apa yang Kamu Perlukan?

  • Saus berwarna mencolok
  • Air
  • Gelas beker
  • Tusuk gigi
  • Kertas kromatografi
  • Cawan petri

Apa yang Harus Kamu Lakukan?

  1. Encerkan sedikit saus dengan air hingga diperoleh larutan saus yang pekat dalam cawan petri.
  2. Isi gelas beker dengan 5 mL air.
  3. Tusukkan tusuk gigi pada bagian ujung atas kertas kromatografi dengan arah horizontal.
  4. Totolkan larutan saus pekat pada bagiaan bawah kertas kromatografi.
  5. Masukkan kertas kromatografi ke dalam gelas beker berisi air dengan tusuk gigi sebagai penyangganya dan bagian ujung bawah kertas kromatografi menyentuh air. Namun perlu diingat, totolan saus tidak boleh tercelup air.
  6. Amatilah aliran air yang naik melalui kertas kromatografi

4. Metode Distilasi

Pernahkah kamu mengendarai kendaraan bermotor? Kendaraan bermotor memerlukan bahan bakar agar bisa berjalan. Bahan bakar dapat berupa bensin bernilai oktan rendah seperti premium atau bensin bernilai oktan tinggi seperti pertamax. Tahukah kamu bahwa bahan bakar tersebut dapat diperoleh dari hasil penyulingan minyak bumi?

Minyak bumi merupakan suatu campuran yang didapatkan dari hasil pengeboran. Dalam minyak bumi terdapat beberapa komponen penyusun, seperti avtur, aspal, bensin, dan solar. Untuk memisahkan komponen yang satu dengan komponen yang lain dibutuhkan metode distilasi/penyulingan.

Metode distilasi adalah metode pemisahan yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen komponen penyusunnya. Dalam melakukan distilasi terdapat dua tahap yaitu penguapan dan pengembunan. Uap yang dihasilkan dari pemanasan kemudian didinginkan agar mengembun. Untuk lebih jelas, perhatikan rangkaian alat distilasi di bawah ini.

Dalam distilasi sederhana, campuran yang akan dipisahkan dimasukkan ke dalam labu alas bulat dan diletakkan di atas pemanas, misal pembakar spiritus. Setelah dipanaskan beberapa saat, komponen dalam campuran yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Uap tersebut akan memasuki pendingin (kondensor) dan mengembun menjadi cairan. Cairan ini mengalir dan tertampung dalam labu distilat. Distilat adalah komponen zat yang dihasilkan dari proses distilasi.

Campuran yang terdiri atas beberapa komponen cairan dengan perbedaan titik didih yang tidak begitu besar dapat dipisahkan dengan distilasi fraksionasi (distilasi bertingkat). Contoh campuran ini adalah minyak bumi. Distilasi fraksionasi digunakan untuk memisah kan minyak mentah menjadi fraksi- fraksinya berdasarkan perbedaan titik didih. Fraksi-fraksi minyak bumi meliputi bensin, parafin, nafta, kerosin, minyak tanah, solar, elpiji, dan aspal.

Memisahkan Campuran Secara Destilasi

Apa yang kamu perlukan?

  1. Air garam 10 mL
  2. Sumbat dan gips
  3. tabung raksi
  4. air es
  5. gelas beker
  6. pembakar spritus
  7. slang kecil
  8. penjepit tabung reaksi

Apa yang harus kamu lakukan?

  • masukkan air garam kedalam tabung reaksi dan rancang alat seperti gambar dibawah ini
  • Pasang slang pada tabng reaksi. tutup rapat-rapat tabung reaksi dengan sumbat. jangan sampai udara keluar masuk kedalam tabung reaksi
  • letakkan tabung reaksi yang digunakan untuk menampung distilat kedalam gelas beker yang berisi air
  • pegang tabung reaksi dengan penjepit tabung raksi . panaskan larutan hingga diperoleh distilat

5. Metode Atraksi Magnetik

Tanah merupakan salah satu contoh campuran sehingga terdapat beberapa macam komponen zat di dalamnya termasuk salah satunya adalah besi. Besi memiliki sifat feromagnetik, artinya memiliki sifat kemagnetan yang baik. Saat kita menginginkan serbuk besi pada suatu campuran tanah maka kita hanya perlu mendekatkan sebuah magnet ke tanah tersebut. Setelah beberapa saat serbuk besi tersebut akan menempel pada magnet yang kita dekatkan.

Jadi, dapat dikatakan bahwa atraksi magnetik adalah salah satu metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan sifat kemagnetan salah satu komponen penyusun campuran tersebut.

6. Metode Sublimasi

Tahukah kamu salah satu zat yang dapat digunakan untuk mengusir ngengat, tungau, dan kutu berbahaya lain dari pakaian kita? Kamper atau kapur barus atau naftalena merupakan salah satu bahan yang dapat mengusir hewan-hewan tersebut. Kamper di alam ini tidak didapatkan secara muni sehingga perlu dilakukan pemumian dengan memisahkan antara pengotor dan kamper tersebut.

Tahukah kamu cara apa yang dapat digunakan? Seperti diketahui bahwa kamper sangat mudah berubah menjadi gas. Oleh karena itu, cara yang dapat digunakan untuk memisahkan pengotor dan kamper adalah sublimasi.

Dengan cara sublimasi, kamper yang masih kotor dimasukkan dalam gelas beker, kemudian ditutup dengan kaca arloji yang telah diberi batu es di atasnya. Saat kita panaskan kompor, kamper akan berubah menjadi gas. Saat menyentuh kaca arloji, gas tersebut langsung berubah menjadi padat tanpa melalui proses menjadi cair terlebih dahulu. Pengotor kamper tetap berada di gelas beker. Dengan cara demikian, kamper akan terpisah dengan pengotornya.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa sublimasi adalah salah satu metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan sifat menyublim komponen penyusun campuran. Dalam sublimasi akan terjadi perubahan wujud benda dari gas menjadi padat. Untuk lebih memahami tentang metode sublimasi, lakukan percobaan sederhana.di bawah ini.

Memisahkan Campuran dengan Cara Sublimasi

Apa yang kamu perlukan?

  • Iodin kotor
  • Butiran es
  • Gelas beker
  • Kaca arloji
  • Pembakar spritus
  • Kaki tiga

Apa yang harus kamu lakukan?

  • Masukkan iodin kotor edalam gelas beker kemudian tutuplah dengan kaca arloji yang telah diisi butiran es
  • panaskan gelas beker menggunakan api kecil agar iodin berubah menjadi gas (menyublim)
  • Gas iodin akan menempel pada kaca arloji dan berubah wujud menjadi padat sedangkan pengotor akan tertinggal di gelas beker
  • amatilah keadaan iodin yang menempel pada kaca arloji.

7. Mode Ekstraksi

Pernahkan kamu melihat proses pembiusan?Zat apakah yang digunakan dalam proses pembiusan tersebut? Proses pembiusan menggunakan zat yang dinamakan kloroform. Kloroform tidak didapatkan secara murni oleh pabrik-pabrik produsen kloroform. Dengan metode apakah mereka memurnikan kloroform yang didalamnya tercampur air? Campuran kloroform dan air dipisahkan dengan metode ekstraksi.

Pemisahan dengan metode ekstraksi menggunakan corong pisah. Campuran yang mengandung kloroform dan air dimasukkan ke dalam corong pisah. Saat memasukkan campuran kloroform dan air, keran harus dalam keadaan tertutup. Corong pisah kemudian ditutup dan dilakukan penggojogan yaitu perlakuan corong pisah dengan cara diputar searah. Pada saat dilakukan penggojogan, corong pisah berada pada posisi horizontal dengan ibu jari menekan tutup.

Sesaat setelah beberapa kali penggojogan, angkat bagian bawah corong pisah dan buka keran sedikit agar gas keluar. Campuran digojog kembali. Kegiatan ini dilakukan berulang-ulang hingga campuran terpisah sempurna. Pembukaan keran sesaat setelah digojog perlu dilakukan untuk mengurangi tekanan di dalam corong pisah karena terbentuknya gas dari campuran. Apabila keran tidak dibuka, tutup keran bisa terlempar karena tekanan gas yang tinggi. Setelah campuran antara air dan kloroform terpisah secara sempurna akan terbentuk dua lapisan. Lapisan atas merupakan air dan lapisan bawah merupakan kloroform karena massa ienis kloroform lebih besar dibandingkan dengan massa jenis air. Tutup Corong pisah kemudian dibuka dan lapisan bawah diambil dengan cara membuka keran, kloroform ditampung dengan gelas beker. Begitu juga dengan lapisan atas ditampung dengan gelas beker yang berbeda.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstraksi adalah salah satu metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan massa jenis kedua komponen penyusun campuran. Zat yang memiliki massa jenis lebih besar akan terletak di bagian bawah corong pisah.


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *