Indonesia Terpercaya – Coba perhatikan kondisi sungai disekitarmu. Kamu akan menemukan serangga yang berjalan di permukaan air. Serangga dapat berjalan di permukaan air disebabkan adanya tegangan permukaan pada air. Tegangan permukaan air mampu menahan beban serangga sehingga tidak tenggelam dalam air. Hal tersebut terjadi karena adanya kohesi antar molekul air sehingga serangga mampu ditahan beratnya oleh molekul tersebut. Peristiwa ini merupakan salah satu sifat air.

Zat

Wujud Zat

Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Dengan demikian,zat mempunyai wujud. Berdasarkan wujudnya, zat dibedakan menjadi tiga macam yaitu: zat padat, cair dan gas. Setiap wujud zat memiliki sifat tertentu. Perhatikan sifat-sifat zat padat, cair dan gas pada tabel berikut.

Wujud ZatBentukVolumeContoh
PadatTetapTetapBatu, besi, kayu, kaca, kertas, dsb.
CairBerubahTetapAir, minyak goreng, susu, dsb.
GasBerubahBerubahUdara, oksigen, karbon dioksida, dsb

Wujud zat tidak tetap, artinya wujud zat bisa berubah-ubah, salah satunya tergantung suhu zat tersebut. Secara skematis perubahan wujud zat dapat dilihat pada Gambar disamping: Perubahan wujud zat tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Mencair atau melebur adalah perubahan wujud zat dari padat menjadi cair.
    Contoh: lilin yang dinyalakan dan cokelat yang dipanaskan.
  2. Membeku adalah perubahan wujud zat dari cair menjadi padat.
    Contoh: air yang membeku menjadi es.
  3. Menguap adalah perubahan wujud zat dari cair menjadi gas.
    Contoh: uap dari air yang direbus terus-menerus.
  4. Mengembun adalah perubahan wujud zat dari uap (gas) menjadi cair
    Contoh: uap air di udara menjadi titik-titik air di dalam gelas yang berisi air panas
  5. Menyublim adalah perubahan wujud zat dari gas menjadi padat atau dari padat menjadi gas tanpa melewati fase cair.
    Contoh: proses pemurnian yodium dan kamper yang berubah menjadi gas.

Perubahan wujud zat dapat menyerap kalor atau melepas kalor. Perubahan wujud zat yang dapat menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Pada reaksi endoterm, panas diserap dan digunakan untuk mengubah wujud zat sehingga mengakibatkan penurunan suhu lingkungan.

Perubahan wujud zat yang termasuk reaksi endoterm adalah perubahan zat padat menjadi zat cair dan zat cair menjadi zat gas. Kebalikan reaksi endoterm adalah reaksi eksoterm, Reaksi eksoterm adalah reaksi yang menghasilkan panas.

Perubahan wujud zat yang termasuk reaksi eksoterm adalah perubahan zat cair menjadi zat padat dan perubahan zat gas menjadi menjadi cair. Pada peristiwa eksotem, panas yang dihasilkan atau dilepaskan ditandai dengan meningkatnya suhu lingkungan pada saat berlangsung perubahan wujud zat.

Secara garis besar perubahan wujud zat di atas dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  • Perubahan Fisika Perubahan fisika adalah perubahan yang bersifat sementara dan tidak menghasilkan zat baru. Contoh: es mencair, air menguap; dan lilin meleleh.
  • Perubahan Kimia Perubahan kimia adalah perubahan yang bersifat tetap dan menghasilkan zat baru. Contoh: kertas dibakar menjadi abu, besi berkarat, pelapukan, pernapasan, peragian, dan pembusukan.

Partikel-Partikel Zat

Partikel adalah bagian terkecil suatu zat. Adapun atom merupakan bagian terkecil suatu unsur. Beberapa atom bergabung membentuk molekul. Molekul adalah bagian terkecil suatu zat yang masih mempunyai sifat zat tersebut.

Wujud suatu zat sangat tergantung pada letak molekul-molekulnya. Jadi, molekul pada zat padat, cair, dan gas memiliki sifat yang berbeda-beda. Perhatikan tabel dibawah ini. Dalam tabel tersebut kamu dapat mengetahui sifat-sifat molekul zat padat, cair, dan gas.

Wujud ZatLetak MolekulSusunan MolekulGerak Molekul
PadatSangat berdekatanTeraturTidak bebas
CairBerdekatanTidak teraturLebih bebas
GasBerjauhanTidak teraturSangat bebas
susunan molekul zat (a) padat (b) cair (c) gas

Kohesi dan Adhesi

Kohesi dan adhesi merupakan gejala yang terjadi akibat adanya gaya tarik antarmolekul zat. Adapun penjelasan tentang kohesi dan adhesi akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Kohesi
    Kohesi adalah gaya tarik-menarik antara molekul-molekul yang sejenis. Contoh: gaya tarik-menarik antarmolekul air dan gaya tarik-menarik antarmolekul raksa.
  2. Adhesi
    Adhesi adalah gaya tarik-menarik antara molekul-molekul yang tidak sejenis. Contoh: tulisan kapur yang melekat pada papan tulis dan gaya tarik-menarik antara molekul-molekul air dengan molekul- molekul kaca tabung reaksi.

Meniskus

Kohesi maupun adhesi memengaruhi adanya meniskus pada wadah. Meniskus adalah gejala melengkungnya permukaan zat cair pada daerah perbatasan dengan wadah. Meniskus ada dua macam, yaitu meniskus cekung dan meniskus cembung.

a. Meniskus Cekung
a. Meniskus cekung
b. meniskus cembung

Perhatikan Gambar disamping bagian a. Permukaan air pada tabung tersebut melengkung ke dalam (cekung). Meniskus semacam ini disebut meniskus cekung. Hal ini disebabkan gaya adhesi antara molekul-molekul air dengan molekul-molekul kaca tabung reaksi lebih besar daripada gaya kohesi antarmolekul air.

b. Meniskus Cembung

Gejala meniskus cembung terjadi karena gaya kohesi antarmolekul raksa lebih besar daripada gaya adhesi antara molekul-molekul raksa dengan molekul-molekul kaca tabung reaksi. Seperti terlihat pada Gambar b disamping. permukaan raksa melengkung ke luar (cembung)

Tegangan Permukaan

Tegangan permukaan adalah kecenderungan zat cair untuk menegang. Oleh karena itu, pada permukaan zat cair seolah-olah terdapat selaput atau lapisan yang tegang sehingga dapat menahan benda. Hal ini terjadi karena terdapat gaya tarik-menarik antarpartikel zat cair (kohesi). Contoh peristiwa tegangan permukaan yaitu tetesan air di permukaan daun talas berbentuk seperti bola, tetesan embun di rerumputan yang berbentuk bola, dan silet yang dapat mengambang di permukaan air.

Kapilaritas

Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya permukaan zat cair dalam suatu pipa sempit (pipa kapiler). Perhatikan gejala kapilaritas air dan raksa pada Gambar dibawah ini.

a. permukaan air pada pipa kaliber naik
b. permukaan raksa pada pipa kaliber turun

Contoh kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut:

  • Air tanah naik melalui pembuluh kayu tumbuhan
  • Minyak tanah naik melalui sumbu kompor atau sumbu lampu minyak
  • Air menetes dari salah satu ujung sapu tangan yang ujung lainnya dicelupkan kedalam air.

Massa Jenis Zat

Semua benda disekitar kita termasuk zat sehingga di alam ini terdapat beragam jenis zat.Salah satu faktor pembeda antara beragam jenis zat tersebut yaitu massa jenis. Zat yang berbeda memiliki massa jenis yang berbeda. Dengan kata lain, massa jenis merupakan ciri khas setiap zat.

Massa jenis suatu zat didefenisikan sebagai pembanding antara massa zat terhadap volumenya. Secara matematis massa jenis dirumuskan sebagai berikut:

    m
p = -
    V

p (dibaca “rho”) = massa jenis zat
m = massa zat
V = volume zat

Beberapa jenis at yang dikelompokkan berdasarkan wujudnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Wujud ZatNama ZatMassa Jenis (g/cm pangkat 3)
PadatGabus0,24
Es0,928
Aluminium2,7
Seng7,14
Besi7,9
Tembaga8,4
Perak10,5
Timbal11,35
Emas19,3
Platina21,45
CairBensin0,7
Alkohol0,789
Minyak tanah0,8
Spiritus0,82
Cuka0,99
Air (4 derajad celcius)1
Raksa13,6
GasUdara (27 derajad celcius)0,0012

Pengukuran massa jenis dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Pengukuran massa jenis secara langsung menggunakan alat hidrometer, sedangkan secara tidak langsung dengan alat piknometer.

Konsep massa jenis sering dijumpai dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari atau peralatan sehari-hari. Contoh penerapan konsep massa jenis antara lain ban pelampung, rakit dari batang pisang, dan kayu gelondong yang hanyut di permukaan air. Ban pelampung, batang pisang dan kayu gelondong dapat terapung di permukaan air karena massa jenisnya lebih kecil daripada massa jenis air.


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).