Indonesia Terpercaya – Jika kamu membelah buah apel dan membiarkan belahan buah apel tersebut selama satu jam, apakah yang akan terjadi? Bekas belahan buah apel akan segera berubah warna menjadi kecokelatan, meskipun tidak ada perlakuan terhadap bekas belahan tersebut. Peristiwa ini merupakan contoh sederhana yang menunjukkan bahwa materi yang ada di dunia ini tidak ada yang kekal.

Semua materi dapat mengalami perubahan. Perubahan materi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Kamu telah mempelajari tentang perubahan fisika dan perubahan kimia secara umum pada bab VII. Sekarang, kita akan membahas lebih dalam mengenai perubahan kimia yang sering disebut dengan reaksi kimia.

Perubahan kimia atau reaksi kimia sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Setiap hari tanpa disadari kamu sebenarnya selalu membuat reaksi kimia. Misalnya, semua zat yang masuk ke dalam tubuh merupakan zat kimia. Zat kimia mengalami berbagai reaksi kimia terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai sumber energi atau sebagai pembangun tubuh. Ketika makanan masuk ke dalam tubuh (saluran pencernaan), tubuh segera mencerna makanan secara mekanis dan mereaksikannya secara kimiawi sehingga menghasilkan energi. Ketika tidur nyenyak pun, kamu tetap melakukan reaksi kimia yaitu bernapas.

Reaksi kimia adalah interaksi antara dua zat atau lebih yang mengakibatkan terjadinya perubahan dan membentuk zat baru. Materi baru yang terbentuk dari reaksi kimia ini mempunyai sifat yang berbeda dengan sifat materi sebelumnya. Materi semula yang kemudian berubah disebut reaktan (pereaksi), sedangkan materi baru yang terbentuk disebut produk (hasil reaksi).

Pada tahun 1789 Antoine Lavoisier, ahli kimia dari Prancis, melakukan suatu percobaan kuantitatif secara cermat. la memanaskan logam raksa dalam tabung tertutup selama 12 hari dan menghitung perubahan udara yang ada di dalamnya. Dari percobaan yang dilakukan, ia menyimpulkan bahwa jika suatu reaksi kimia dilakukan pada ruang tertutup maka jumlah zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap. Jumlah reaktan sama dengan jumlah produk. Kesimpulan ini kemudian dikenal sebagai hukum Kekekalan Massa.

Jika reaksi dilakukan pada ruang terbuka dan dihasilkan gas kemungkinan jumlah hasil reaksi bertbeda dengan jumlah pereaktan. Mesklpun demikian, hukum Kekekalan Massa masih tetap berlaku karena sesungguhnya jurnlah hasl reaksi sama dengan jumlah pereaktan, hanya saja ada partikel yang dibebaskan ke udara.

Suatu materi yang mengalami reaksi kimia mudah diidentifikasi dengan melihat ciri-ciri yang dialami oleh materi tersebut. Beberapa ciri-ciri reaksl kimia diuralkan sebagai berikut.

Perubahan Warna

Perubahan warna dapat terjadi karena adanya perbedaan energl yang diserap atau dlepaskan oleh elektron-elektron dari atom yang bereaksl. Perbedaan energi yang diserap atau dilepaskan ini mengakibatkan perbedaan panjang gelombang dari sinar tampak. Apabila terdapat perbedaan panjang gelombang sinar tampak maka warna yang terllhat pun akan berbeda. Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui adanya perubahan warna pada reaksi kimia.

Perubahan Suhu

Perubahan suatu reaktan menjadi produk/zat baru pada reaksi kimia diakibatkan oleh adanya pemutusan ikatan kimia antaratom yang bereaksi dan pembentukan ikatan atom-atom produk. Pelu diketahui bahwa untuk memutuskan ikatan antaratom diperlukan energi, sedangkan pembentukan ikatan antaratom melepaskan energi. Berdasarkan konsep ini reaksi kimia dikelompokkan menjadi dua, yaltu reaksl eksoterm dan reaksl endoterm.

  1. Reaksl eksoterm, yaltu reaksi kimla yang melepaskan kalor. Pada reaksi eksoterm terjadil perpindahan kalor darl sistem ke lingkungan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kalor dari pereaksi lebih besar dari kalor produk. Contoh pembakaran kayu, pembakaran minyak tanah, dan pembakaran kembang apl.
  2. Reaksi endoterm, yaitu reaksl kimla yang memerlukan (menyerap) kalor. Pada reaksi endoterm b. terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Hal tersebut dapat diartikan bahwa untuk mengubah pereaksi menjadi produk dibutuhkan sejumlah kalor. Contoh fotosintesis tumbuhan. pembentukan gambar fotografi pada pemotretan, dan pelarutan urea.

Terbentuk Endapan

Sebagian reaksi kimia menghasilkan zat padat yang dapat larut ataupun terpisah dari larutannya. Reaksi kimia yang menghasil kan zat padat yang terpisah dari larutannya disebut reaksi pengendapan. Proses timbulnya endapan memiliki kesamaan dengan proses kristalisasi. Keduanya dapat dibedakan berdasarkan kecepatan terbentuknya. Terjadinya endapan pada kristalisasi berjalan lambat, sedangkan proses terbentuknya endapan pada reaksi pengendapan berlangsung secara cepat.

Terbentuk Gas

Pernahkah kamu membuat roti kukus? Pada saat mengukus roti, adonan yang semula kecil menjadi mengembang dan bertambah besar. Bertambah besarnya roti ini disebabkan adanya gas yang mendorong roti sehingga roti menjadi lebih besar. Gas ini berasal dari soda kue saat dipanas- kan. Terbentuknya gas dapat digunakan sebagai petunjuk bahwa telah terjadi suatu reaksi kimia.

Gas yang dihasilkan pada suatu reaksi dapat diketahui dengan adanya gelembung dalam larutan yang direaksikan. Dalam beberapa reaksi kimia, gas dapat diidentifikasi dengan adanya bau yang menyengat seperti telur busuk. Contoh pada proses pembentukan gas amoniak (NH,) dan gas asam sulfida (H,SS).


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *