Karl Marx adalah salah seorang tokoh sosiologi klasik yang telah berusaha mengembangkan sosiologi sebagai satu studi ilmiah. Dia menulis banyak buku tentang berbagai tema. Salah satu dari tema-tema itu adalah agama.

Riwayat Hidup dan Karya Karl Marx

Dalam buku yang berjudul Contemporary Sociological Theory, George Ritzer membuat sketsa biografis dari Karl Marx (Ritzer, 1988:122-123). Menurut sketsa tersebut, Karl Marx lahir di Trier, erman, pada 5 Mei 1818. Ayahnya adalah seorang pengacara dan dengan profesi itu dia bisa menghidupi keluarga dengan cukup baik.

Kedua orangtuanya berasal dari keturunan Yahudi, keturunan para Rabbi. Tetapi, karena alasan bisnis, ayahnya pindah agama dan masuk Protestan (Lutheran) ketika Marx masih sangat muda. Tahun 1841, ketika berumur 23 tahun, Marx memperoleh gelar doktor dalam bidang filsafat di Universitas Berlin.

Pada waktu itu, Universitas Berlin sangat dipengaruhi oleh Hegel dan profesor-profesor muda yang sangat kritis. Dikatakan bahwa disertasi Marx sangat membosankan, tetapi karya itulah yang justru memengaruhi pemikiran-pemikirannya di kemudian hari.

Setelah menyelesaikan studinya, Karl Marx bekerja sebagai penulis untuk sebuah koran yang terkenal kritis dan radikal. Di dalam waktu yang relatif singkat kurang lebih 1o bulan, Marx telah menjadi editor kepala pada koran tersebut.

Tetapi, karena pendirian politiknya yang liberal dan radikal koran itu ditutup oleh pemerintah. Esei-esei awal yang diterbitkan koran tersebut sudah mulai menunjukkan arah karya Marx di masa depan. Di dalam esei-eseinya itu, Marx sudah menunjukkan dengan sangat kuat minatnya terhadap kemanusiaan, demokrasi, dan idealisme.

Pada tahun 1843, dua tahun setelah menyelesaikan studinya, Marx menikah dan tidak lama sesudah itu ia meninggalkan Jerman menuju Prancis untuk mendapatkan suasana yang lebih bebas. Di Paris, ia terus bergulat dengan gagasan-gagasan Hegel dan para pendukungnya.

Pada waktu yang sama, dia juga bertemu dengan gagasan sosialisme dari Prancis dan gagasan ekonomi- politik dari Inggris. Gagasan-gagasan tersebut memengaruhi orientasi intelektual Marx di masa depan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah pertemuan Karl Marx dengan Fredrich Engels yang menjadi teman sejati, donatur, dan rekan kerja. Engels adalah anak seorang pengusaha tekstil. Tetapi, kemudian dia menjadi seorang sosialis yang mengkritik kondisi kehidupan yang dialami para buruh.

Pergaulan antara keduanya telah menyebabkan Marx menaruh perhatian pada nasib para buruh. Pada tahun 1844, Marx dan Engels mengada- kan diskusi panjang di sebuah Café di Paris dan diskusi tersebut telah menghasilkan sebuah landasan bagi karya-karya mereka berdua selanjutnya.

Pada tahun berikutnya, yakni 1845, Engels menerbitkan sebuah karya yang berjudul The Condition of Working Class in England. Selama periode.yang kurang lebih sama, Marx juga menghasilkan sejumlah karya yang menurut banyak orang sulit dipahami dan kebanyakan tidak diterbitkan selama ia hidup. antara lain: The Holy Family, The German Ideology (ditulis ber sama Engels), dan The Economic and Philosophy Manuscript of 1844. Karya-karya Marx itu sudah mulai menunjukkan minatnya terhadap masalah-masalah sosial dan ekonomi.

Meski Marx dan Engels mempunyai orientasi yang sama, namun keduanya juga memiliki perbedaan-perbedaan. Dika- takan bahwa Marx cenderung menjadi intelektual teoritis yang kurang teratur dan sangat berorientasi pada keluarganya.

Sedangan Engels adalah seorang pemikir praktis, pengusaha yang teratur, dan tidak terlalu percaya pada institusi keluarga. Meski memiliki perbedaan-perbedaan, namun keduanya berhasil membangun suatu kerja sama dalam menulis buku atau artikel dan mengorganisasi gerakan-gerakan radikal. Tidak jarang Engels membiayai hidup Marx dan keluarganya sehingga Marx bisa memusatkan perhatiannya pada kegiatan intelektual dan karier politik.

Kendati keduanya adalah teman sejawat, namun Engels mengakui bahwa dia bukanlah apa-apa kalau dibandingkan dengan Marx. Menurut Engels, Marx adalah seorang yang cemerlang. Dia memiliki pemahaman yang mendalam dan pandangan yang luas tentang banyak hal. Bagi Engels, Marx adalah seorang yang Jenius.

Apa yang dikatakan oleh Engels itu mungkin benar. Banyak orang yang berpendapat bahwa Engels tidak sepenuhnya memahami karya-karya Marx. ‘Setelah Marx meninggal, Engels menjadi juru bicara utama pikiran-pikiran Marx.

Tetapi banyak pengkritik yang mengatakan bahwa dalam banyak hal Engels menyimpang dari pemikiran-pemikiran Marx dan bahkan terlalu menyederhanakan persoalan-persoalan yang diangkat Marx.

Pada tahun 1845, Pemerintah Prancis-atas permintaan pe- merintah Prusia (Jerman)-mengusir Marx dari Prancis karena beberapa tulisannya dianggap telah mengganggu pemerintah Prusia. Maka, berpindahlah Marx dari Prancis ke Brussels, Belgia. Radikalisme Marx meningkat ketika ia bergabung dengan gerakan radikalisme internasional.

Kemudian ia bergabung dengan Liga Komunis dan bersama Engels diminta untuk menulis Anggaran Dasar dari liga itu. Hasilnya adalah Manifesto Komunis yang sangat terkenal itu. Manifesto Komunis adalah sebuah karya besar yang ditandai dengan slogan-slogan antara lain kaum buruh seluruh dunia bersatulah.”

Pada tahun 1849 ia berpindah ke London. la perlahan-lahan mengundurkan diri dari gerakan-gerakan revolusioner dan mulai melakukan studi yang mendalam tentang kapitalisme. Studi itu menghasilkan tiga jilid buku yang berjudul das Kapital. Jilid pertama diterbitkan pada tahun 1867 sedangkan kedua jilid lainnya diterbitkan sesudah ia meninggal.

Selama riset dan penulisan buku-buku itu dia hidup dalam kemiskinan, membiayai hidupnya secara sederhana dengan honorarium- hononarium yang diperoleh dari tulisan-tulisannya dan bantuan dari sahabatnya Engels.

Tahun 1864, Marx terlibat kembali dalam kegiatan politik ketika dia bergabung dengan International, yakni sebuah gerakan buruh internasional. la segera menonjol dalam gerakan itu dan mencurahkan perhatiannya selama beberapa tahun untuk gerakan itu. la sangat populer, baik sebagai pemimpin International maupun sebagai penulis das Kapital.

Perpecahan gerakan International tahun 1876, kegagalan gerakan-gerakan revolusioner yang dimotorinya, serta penyakit-penyakit yang dideritanya menyebabkan Marx mengalami kemunduran secara fisik.

Istrinya wafat pada tahun 1881, sedangkan anak perempuan meninggal tahun 1882 dan Marx sendiri wafat pada tahun 1883, dua tahun sesudah istrinya meninggal dan satu tahun setelah putrinya wafat. Dia meninggal dalam usia yang relatif muda, yakni 65 tahun.

Sumber: Bernard Raho SVD, Agama Dalam Perspektif Sosiologi (Jakarta: Penerbit Obor, 2013)

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *