Indonesia Terpercaya – Emile Durkheim adalah seorang tokoh penting di dalam sosiologi klasik. Dia merupakan salah satu tokoh yang berjasa mengembangkan sosiologi sebagai studi ilmiah dengan melakukan penelitian-penelitian ilmiah. Salah satu penelitian ilmiah yang dilakukannya adalah studi tentang agama suku-suku asli di Australia.

Dalam buku yang berjudul Contemporary Sociological Theory, George Ritzer membuat sketsa biografis dari Emile Durkheim George (Ritzer, 1988:80-81). Dia lahir di Epinal Prancis, 15 April 1858. Sama seperti Marx, Durkheim berasal dari keturunan Yahudi.

Dia sendiri pernah belajar untuk menjadi rabi, tetapi dalam usia remaja, dia meninggalkan pendidikan kerabian itu dan malah an menjadi seorang agnostik. Sejak saat itu, minatnya terha. dap kehidupan agama lebih terarah kepada hal-hal akademis ketimbang sebagai seorang beriman.

Diceritakan bahwa Durkheim tidak puas bukan hanya de. ngan pendidikan agama melainkan juga dengan pendidikan pada umumnya. Dia lebih tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan sastra dan estetika. Selain itu, ia juga tekun mempelajari metode ilmiah dan prinsip moral yang dapat digunakan untuk mengarahkan kehidupan sosial. la menolak karier tradisional di bidang filsafat.

Sebaliknya, dia berminat mengembangkan kehidupan pengetahuan yang bermanfaat sebagai pedoman kehidupan moral masyarakat. Kendati ia sudah tertarik dengan sosiologi sebagai satu studi ilmiah, namun karena waktu itu belum ada bidang studi sosiologi, maka dia pun mengajar filsafat di sejumlah sekolah

Minatnya terhadap studi ilmiah semakin besar ketika dia melakukan perjalanan ke Jerman. Di Jerman, dia berkenalan dengan psikologi ilmiah yang dirintis Wilhelm Wundt. Beberapa tahun setelah kunjungannya itu, dia menerbitkan sejumlah buku termasuk buku tentang pengalamannya di Jerman.

Penerbitan buku-buku itu membantu Durkheim memperoleh jabatan di Jurusan Filsafat di Universitas Bordeaux pada tahun 1887. Di universitas itulah Durkheim pertama kalinya memberikan kuliah tentang ilmu sosial di negeri Prancis.

Namun demikian, tugas pokok Durkheim adalah mengajar pedagogi untuk para calon guru. Salah satu mata kuliah yang ditawarkannya adalah adalah pendidikan moral. Ia berharap bahwa dengan mata kuliah tersebut, para guru dibantu dalam mendidik para muridnya.

Tahun-tahun berikutnya merupakan tahun-tahun cemerlang dalam kehidupan Durkheim. Tahun 1893, ia menerbitkan tesis doktoralnya yang berjudul The Division of Labour in Society dalam bahasa Prancis dan tesis M.A-nya tentang Montesquieu dalam bahasa Latin.

Kemudian tahun 1895, dia menerbitkan sebuah buku yang berhubungan dengan metode penelitian sosial dengan judul The Rules of Sociological Method. Pada tahun 1897, dia menerbitkan hasil penelitiannya tentang bunuh diri dengan judul Suicide.

Setahun sebelumnya, yakni tahun 1896 dia menjadi profesor penuh di Universitas Bordeaux. Enam tahun kemudian, yakni tahun 1902, dia mendapat kehormatan untuk mengajar di Universitas Sorbone, Prancis. Tahun 1906 dia menjadi profesor dalam bidang pendidikan.

Tujuh tahun kemudian, yakni pada tahun 1913., titel ini diubah menjadi profesor ilmu pendidikan dan sosiologi. Karya Emile Durkheim yang sangat terkenal dalam bidang sosiologi agama adalah The Elementary Forms of Religious Life yang diterbitkan pada tahun 1913.

Dalam sosiologi, karya-karya Durkheim sering dianggap konservatif. Tetapi, pada masa hidupnya, dia dianggap sebagai seorang liberal dan pejuang. Hal itu ditunjukkan dalam peran aktifnya ketika membela Alred Dreyfus, seorang kapten tentara Yahudi yang dihukum mati karena pengkhianatan yang menurut banyak orang diduga bermotif anti-Yahudi. Durkheim merasa terluka dengan kasus tersebut karena motif anti-Yahudi di balik kasus itu. Namun, Durkheim bukanlah seorang rasis. Dia coba menganalisis masalah itu secara objektif dan kritis.

Dalam analisisnya, Durkheim menemukan bahwa masyarakat Prancis mengalami kesakitan dan krisis moral. Dalam situasi yang demikian, mereka harus menemukan seseorang yang dapat dianggap sebagai yang bertanggung jawab atas kesakitan itu. Orang itu dijadikan sasaran pelampiasan atau kambing hitam atas kemalangan yang dialami. Menurut Durkheim, orang yang telah dijadikan sebagai kambing hitam atas kesakitan dan krisis moral masyarakat Prancis adalah Dreyfus.

Hal itu bisa terlihat dalam reaksi masyarakat atas hasil pengadilan Dreyfus pada ta- hun 1884 yang menghukum Dreyfus. Kegirangan terjadi di sean- tero Prancis. Rakyat merayakan kemenangan atas apa yang di- anggap sebagai penyebab penderitaan atau kemalangan.

Mereka tahu siapa yang harus dipersalahkan dalam kesulitan ekonomi dan kebejatan moral di dalam masyarakat. Kesulitan itu beraes dari orang-orang Yahudi. Dengan dihukumnya seorang Yahd hudi maka keadaan akan menjadi baik dan rakyat merasa terhibur

Perhatian Durkheim terhadap Dreyfus itu muncul dari ke prihatinannya yang mendalam terhadap moralitas dan kri sis moral yang dialami masyarakat modern. Menurut Durkhein putusan perkara Dreyfus dan reaksi orang atas putusan penga dilan menunjukkan adanya krisis moral.

Karena perbaikan moral tidak dapat dilakukan secara cepat dan mudah, maka Durkheim mendesak supaya dilakukan tindakan atau sanksi yang tegas atas orang yang mengobarkan api kebencian terhadap orang-orang lain. Pemerintah juga harus menunjukkan kepada publik bahwa menyebarkan kebencian adalah perbuatan yang keji.

Minat Durkheim terhadap sosialisme menjadi bukti bahwa ia bukan seorang konservatif. Tetapi, harus diakui bahwa sosialisme Durkheim berbeda dari sosialisme Marx. Menurut dia, sosialis me adalah gerakan yang mengarah kepada pembaruan moral masyarakat melalui studi ilmiah. la tidak tertarik pada metode politik jangka pendek atau kepentingan ekonomi semata dari sosialisme. la tidak melihat kaum proletariat sebagai penyelamat masyarakat melalui revolusi. Dia juga menentang agitasi dan kekerasan dalam mencapai tujuan.

Menurut Durkheim, sosialisme sangat berbeda dari apa yang dipikirkan banyak orang tentang sosialisme. Bagi Durkheim, sosialisme adalah sebuah sistem di mana prinsip moral ditemukan melalui studi yang ilmiah.

Durkheim mempunyai pengaruh besar bukan cuma terhadap sosiologi melainkan juga bidang-bidang lain. Sebagian besar pe ngaruhnya terhadap bidang-bidang lain itu disalurkan melalu sebuah jurnal berjudul L’annee Sociologique yang didirikan pada tahun 1898. Melalui jurnal itu, Durkheim menuangkan pemikirannya tentang antropologi, sejarah, bahasa, dan psikologi.

Dia meninggal dunia pada 15 November 1917 sebagai seorang tokoh intelektual yang sangat terkenal. Karya-karya Durkheim baru mempengaruhi sosiologi Amerika kira-kira dua puluh tahun sesudah kematiannya ketika Talcott Parsons menerbitkan karyanya yang terkenal The Structure of Social Action yang menguraikan pemikiran Emile Durkheim

Sumber: Bernard Raho SVD, Agama Dalam Perspektif Sosiologi (Jakarta: Penerbit Obor, 2013), Hal. 33-37.

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).