Indonesia Terpercaya – Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Senyawa tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana secara fisika. Senyawa terbentuk oleh ikatan kimia dari dua unsur atau lebih, tetapi memiliki sifat yang berbeda dari unsur penyusunnya.

Perhatikan senyawa air, Air (H2O) merupakan senyawa yang tersusun dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O). Unsur hidrogen berwujud gas dan mudah meledak. Unsur oksigen berwujud gas, tidak berwarna, dan tidak berbau. Setelah membentuk air, sifat unsur-unsur tersebut sudah tidak tampak lagi, Air berwujud cair dan stabil.

Contoh lain yaitu senyawa natrlum klorida (NaCI). Natrium klorida tersusun dari unsur natrium (Na) dan klor (CI). Natrium merupakan logam yang sangat reaktif, lunak, mudah dlris, mengilap, dan jika bereaksi dengan air menimduikan nyala api atau ledakan.

Klor merupakan unsur nonlogam yang berwujud gas, berwarna hijau muda, berbau menusuk, dan bersifat racun. Setelah membentuk natrium klorda, sifatnya berbeda dengan sifat unsur-unsur penyusunnya. Natrium klorida berupa kristal berwarna putih, memiliki rasa asin, dan aman dikonsumsi.

Sifat-Sifat Senyawa

Sifat-sifat senyawa sebagai berikut.

  1. Merupakan zat tunggal.
  2. Terbentuk melalui reaksi kimia.
  3. Dapat diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya dengan cara kimia.
  4. Mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya.
  5. Terbentuk dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu dan tetap.

Tata Nama Senyawa

Tata nama senyawa tergantung pada jenis senyawanya. Tata nama senyawa tersebut sebagai berikut.

1. Tata Nama Senyawa Biner dari Dua Jenis Unsur Non Logam

Senyawa bliner merupakan senyawa yang hanya terdiri atas dua unsur. Tata cara penamaannya dengan susunan sebagai berikut.

Subskrip unsur 1 dan nama unsur 1 + subskrip unsur 2 dan nama unsur 2 + ida

Angka subskrip disebutkan dalam bahasa Yunani berikut.

1mono
2di
3tri
4tetra
5penta
6heksa
7hepta
8okta
9nona
10deka

Catatan: subskrip satu pada unsur yang pertama tidak perlu disebutkan.

Contoh:

CS2 = karbon disulfida
N2O = dinitrogen monoksida
N2O5 = dinitrogen pentaoksida

2. Tata Nama Senyawa Biner dari Unsur Logam dan Non Logam

Cara memberi nama senyawa biner dari unsur logam dan nonlogam dengan urutan sebagai berikut.

Nama unsur logam + nama unsur non logam+ ida

Contoh:

MgCl2 = magnesium klorida
K2O = kalium oksida
CaO = kalsium oksida

3. Tata Nama Asam

Pada umumnya senyawa asam memiliki rumus umum HxA, dengan H merupakan hidrogen dan A merupakan sisa asam. Cara memberí nama senyawa asam sebagai berikut.

Asam + sisa asam

Contoh:

H2SO4 = asam sulfat
HCI = asam klorida

4. Tata Nama Basa

Pada umumnya senyawa basa memiliki rumus umum B(OH)y, dengan OH merupakan hidroksida dan B merupakan sisa basa. Cara memberi nama senyawa basa sebagai berikut.

Sisa basa + hidroksida

Contoh:

Mg(OH)2 = magnesium hidroksida
KOH = kalium hidroksida


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).