Indonesia Terpercaya – Salah satu syarat untuk bisa menyelesaikan jenjang pendidikan di tingkat strata 1 (S1) adalah dengan membuat tugas akhir yakni skripsi. Demi menyelesaikan tugas akhir tersebut, seseorang rela mengorbankan waku, tenaga dan pikirannya di depan laptop agar skripsi tersebut bisa selesai dan dapat lulus dari kampus dengan predikat yang memuaskan.

Berbicara mengenai skripsi, baru-baru ini sedang viral di media sosial mengenai seorang mahasiswa bernama Jehuda Christ Wahyu, seorang mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) meninggal dunia karena kelelahan mengerjakan skripsinya selama 7 hari 7 malam. Mahasiswa tersebut meninggal pada Minggu (24/11/2019).

Kisahnyapun dibagikan sendiri melalui akun twitternya mengenai bagaimana perjuangannya selama ini dalam mengerjakan skripsi hingga akhirnya kondisi kesehatannyapun menurun karena kelelahan. Setelah mengikuti serangkaian tes, akhirnya dugaan kuat dokter mendiagnosa ia mengidap anemia.

Sebelum dinyatakan menderita anemia, beberapa dokter sempat mendiagnosa dengan dugaan penyakit lain. Dugaan ini didasarkan pada gejala yang dialami mahasiswa tersebut.

Ia sempat didiagnosa tipus (typhoid) karena demam tinggi yang diderita selama beberapa hari. Namun dokter juga sempat menduga adanya penyakit ginjal, radang paru, DBD (Demam Berdarah Dengue), hingga kelenjar thyroid. Tetapi kelima dugaan dokter tidak terbukti (Health.detik).

Sebelum meninggal dunia, ia sempat berpesan ” Jaga kesehatan semuanya! Aku menyesal kenapa bisa sakit, ya emang gatau sih sakit apa ” tuturnya dalam thread.

Kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk para mahasiswa akan petingnya menjaga kesehatan walaupun tugas kuliah banyak.

Disadur dari berbagai sumber seperti: Brilio, dan detik.

Categories: Berita

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).