Indonesia Terpercaya – Saat berjumpa dengan seseorang, yang membuatnya menarik adalah ketika sapanya dibarengi dengan senyum merekah. Senyum membuat dunia semakin cerah karena percakapan tanpa dibarengi dengan senyuman, hambar rasanya.

Setiap orang pasti memiliki senyum, dan bahkan seseorang bisa jatuh cinta dengan lawan jenisnya hanya karena senyumnya yang menawan. Istilah kekiniannya “Senyummu mengalihkan duniaku”

Senyum menjadi ”bahasa” komunikasi dalam keseharian hidup kita. Senyum adalah tanda seseorang yang saat itu hati dan jiwanya terisi oleh perasaan senang yang disadari.

Tersenyum memiliki banyak sekali manfaat bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain. Ketika orang mulai tersenyum, maka detak jantung lebih lambat, tekanan darah menurun dan sistem tubuh rileks.

Senyum akan membuat perasaan seseorang yang melihat senyuman tersebut menjadi senang dan damai. Senyum membuat seseorang lebih menarik dan mampu mengubah perasaan sedih menjadi bahagia. Senyum akan menebarkan rasa damai bahkan dapat menghilangkan stress.

Sebaliknya ekspresi wajah negatif membuat tubuh bereaksi negatif. Senyum meningkatkan imunitas bahkan bisa membuat tekanan darah turun.

Hati yang gembira akan mendorong seseorang secara otomatis memberi senyum tulus. Konon katanya, senyum bisa membuat awet muda, loh.

Sebuah senyuman menyibakkan banyak makna positif dan dapat memberi dampak yang baik dalam sebuah relasi persahabatn, keluarga, pekerjaan,dan lain sebagainya.

Pandangan Alkitab Tentang Senyum

Terus apa pandangan Alkitab tentang senyum ini? Apakah dalam Alkitab ada juga membahas tentang senyum? Tentu saja.

Dalam Alkitab, kata senyum dicatat hanya satu kali saja.

Ayub 29:24: “Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka”.

Ayub mampu memberikan senyum walau kondisi badaninya sangat buruk. Ia menunjukkan raut muka berseri kepada siapapun yang melihat kondisinya yang suram. Itu menunjukkan bahwa Ayub menerima segala keadaannya dari Tuhan tanpa protes.

Senyum adalah gambaran orang yang penuh cinta dan bahagia. Disamping itu, Dengan tersenyum dapat menutupi segala perasaan sedih dan susah yang dialami sebagai suatu proses yang telah dirancangkan oleh Tuhan.

Saudara-saudara, Ketika hidup memberimu seratus alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa kamu punya seribu alasan untuk tersenyum.

Jadi milikilah senyum dan tebarkanlah kepada dunia.

NB: Jangan tersenyum ketika sedang berjalan sendirian yah tanpa ada orang yang diajak untuk senyum, karena nanti orang berfikir bahwa anda adalah orang yang tidak waras.

Pdt. Mery Tulak Sinakka


Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *