Gambar: Febriono Timbayo, dkk (KKN Bebo)

Kata orang “cinta itu bisa tumbuh dimana saja dan kapan saja”, tidak mengenal waktu dan tempat “eh jatuh cinta aja ini hati”. Tanpa di duga-duga dan tanpa direncanakan.

Yah namanya juga masalah hati, tidak ada yang tahu. Inilah salah satu anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia. Memiliki perasaan mencintai dan dicintai merupakan anugerah terbesar dan paling indah Tuhan kepada manusia.

Tanpa cinta “bagai taman tak berbunga”, “bagai langit tanpa bintang”, “bagai nasi tanpa lauk”. Hehehe intinya tanpa cinta dunia tidak akan seindah ini.

Nah salah satu kondisi dimana perasaan cinta tumbuh tanpa di duga dan tanpa terencana ya itu, pas KKN alias Kuliah Kerja Nyata. Sebuah program kampus yang sangat kental dengan istilah ajang cinta lokasi (cinlok) para mahasiswa.

Saat KKN, bukan hanya mahasiswa dengan mahasiswa aja yang cinlok namun juga beberapa cerita ada juga loh mahasiswa dengan pemuda setempat. Bukan hanya yang masih jomblo namun yang sudah ada pacarpun bisa cinlok di tempat KKN. Kalo istilah kekiniannya “yang special dikalahkan sama “yang selalu ada”.

Ada sebuah survey kecil-kecilan dan tidak berguna nih yang dilakukan oleh tim indonesiaterpercaya.net kepada beberapa mahasiswa yang habis pulang KKN.

Dari 17 responden yang berhasil kami wawancarai, 6 orang berhasil jadian di tempat KKN, 7 orang memendam perasaan terhadap orang yang disukainya, sementara 4 orang lainnya berdalih pingin setia aja sama pasangannya (bucin kali ya 😆😆).

Dari 6 orang yang berhasil jadian dan 7 orang yang masih memendam perasaan, kalo di gabung jadinya 13 kan? Nah 9 diantaranya ternyata masih memiliki pacar loh. Heheh

Jadi yang punya pacar lalu pergi KKN mohon hati-hati saja yah.

Sebenarnya ada banyak faktor yang membuat seseorang bisa cinlok saat KKN, salah satunya adalah rasa nyaman karena melakukan berbagai macam aktifitas bersama. Eksekusi program bersama, masak bareng, cuci piring bareng, jalan bareng, makan bareng dan lain sebagainya.

Melalui aktifitas yang dilakukan bersama (kecuali mandi bareng dan tidur bareng yah 🤣🤣) tumbuhlah benih-benih cinta diantara para mahasiswa KKN. Virus-virus cinta menyebar dengan sangat cepat kedalam hati, kemudian ia yakin bahwa “memang dialah jodohku karena aku nyaman dengannya”.

Bahkan seseorang yang sudah mengikat janji dengan pasangannya sebelum pergi KKNpun bisa saja berhianat. Telfon 3 kali sehari pagi siang malam (kek minum obat), selalu chatingan kalo ada kesempatan, kalau mau kesini laporan dulu, kalau mau kesana laporan dulu, perginya dengan siapa, dan lain-lain. Namun virus cinta memang kuat bisa menghancurkan janji-janji manis yang sudah dibuat sebelum pergi KKN.

Yah kalau dipikir, cinlok saat KKN sih sah-sah saja selama yang dihianati belum berstatus sebagai suami/istri sah. Walaupun sudah panggil ayah bunda tapi belum diikat pernikahan ya sah-sah aja kan kalau cinlok saat KKN. Selama belum diikat dalan pernikahan, seseorang masih bisa mencari mana yang terbaik untuknya. Hehehe

Nah menurut kamu gimana nih? Pernah gak cinlok saat KKN? Jadian gak sama si dia? Atau kamu hanya memendam perasaan? Yuk share di kolom komentar.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).