Manusia adalah makhluk yang terbatas kekuatan dan kemampuannya. Bukti nyata keterbatasan manusia adalah memprediksi apa yang akan terjadi. Jangankan minggu, bulan atau tahun, dalam hitungan detik, menit dan jam saja manusia tidak tahu apa yang akan terjadi didepannya.

“…sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” (Yakobus 4:14).

Selain tidak tahu apa yang akan terjadi, manusia juga tidak tahu kapan hari kematian akan menjemput. Hidup manusia di dunia ini hanyalah seperti uap, yang sebentar ada dan berlalunya teramat cepat.

Jika kita menyadari bahwa hidup ini singkat kita pasti berusaha untuk hidup berkenan kepada Tuhan. Setiap hari yang kita lakukan dan perbuat adalah bagaimana kita melakukan hal-hal yang baik.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok dan seterusnya, karna itu marilah kita tetap setia dan berjaga-jaga di dalam Tuhan.

Ketika kita hidup dalam Tuhan, saya percaya apapun yang akan terjadi dalam kehidupan kita, kita akan mampu dan kuat untuk menghadapinya, sebab Tuhan akan selalu menyertai kita sampai pada kesudahan zaman.

Penyertaan Tuhan, saya percaya terlalu cukup untuk kita menghadapi stiap persoalan dan tantangan dunia yang makin jahat dan tidak menentu.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).