Adakah di antara kita yang berpikir bahwa melayani sesama untuk kemuliaan Tuhan harus pendeta? Tidak kok, kita adalah hamba Tuhan yang sama di berikan oleh Tuhan masing-masing kelebihan atau potensi dan karunianya sendiri. Tuhan tidak pernah membatasi siapapun untuk menjadi hamba Tuhan untuk melayani sesama.

Menjadi Kristen adalah menjadi pelayan Kristus. Ketika kita menerima Yesus sebagai Juru Selamat kita, maka kita wajib menyerahkan diri kita kepadaNya. ‘Percaya’ artinya menyerahkan diri kepada yang kita percayai.

Siapakah yang berhak menjadi pelayan Tuhan? Semua orang Kristen adalah pelayan Tuhan, bukan hanya pendeta saja karena setiap orang kristen di panggil untuk melayaniNya

Panggilan adalah dasar pelayanan kita. Panggilan melayani Tuhan berkenaan dengan hati yang rela menyerahkan diri kepada Tuhan. 

“Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” 
(Yesaya 6:8)

Kita dalam melayani Tuhan bukan berdasarkan adanya:

  • keterpaksaan,
  • ikut-ikutan,
  • ajang pamer (kendaraan, perhiasan, busana),
  • motivasi yang tidak benar/ terselubung (mencari pacar, sekalian menjual barang dagangan tertentu). 

Bagaimana agar hati kita siap dan layak untuk melayani Dia? 

Kita harus memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan, agar Tuhan membentuk dan memproses kita sesuai dengan rencanaNya.

“Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah Firman Tuhan dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” 
(Yeremia 23:9)

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
(Yohanes 15:2)

Kenapa kita harus karib dengan Tuhan?

Kekariban seseorang dengan Tuhan akan membawa dampak di setiap pelayanan!

“Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku,” 
(Imamat 10:3)

Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. 
(Mazmur 84:11)

“Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” 
(Mazmur 119:97)

Ingat! Hidup ini adalah kesempatan, kesempatan untuk melayani Tuhan.

Hidup ini Adalah kesempatan, Hidup ini untuk melayani Tuhan Jangan sia-siakan Waktu yang Tuhan bri hidup ini harus jadi berkat

Oh Tuhan pakaiLah hidupku selagi aku masih kuat bila saat nanti ku tak berdaya lagi Hidup sudah berkat

Banyak orang sering menyanyikan lagu “HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN” tetapi mereka tidak merenungkan setiap kata-kata yang diucapkan, Mereka sekedar menyanyi dan tidak menghayati, Tetapi mari setiap kita renungkan lagu ini dengan percaya bahwa hidup kita adalah berkat bagi setiap orang.

Janganlah kita sia-siakan Kesempatan itu yang Tuhan sudah percayakan kepada setiap manusia. Banyak godaan dari dunia,Tetapi jauhkanlah godaan-godaan itu Dan mari kita fokus kepada Kristus.

Sahabat dalam Kristus, ingatlah Tuhan suka memakai orang-orang yang hatinya senantiasa melekat kepadaNya! Sudahkah hidup kita karib kepadaNya?

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).