Jalan Kita Sama-Sama Terjal, yang Membedakan Hanyalah Jenis Batunya

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti mempunyai kesusahannya masing-masing. Ada yang memang terasa berat dan ada yang ringan. Semuanya itu telah diatur Tuhan dalam kehidupan kita untuk dijalani.

Melalui berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, kita mampu belajar dan terus belajar mengenai makna kehidupan yang sesungguhnya.

Ada yang gajinya besar, tapi habis untuk menanggung beban hutang orang tua.

Ada yang jabatannya bagus tapi pulang ke rumah tiga bulan sekali.

Ada yang dekat dengan keluarga tapi gaji hanya cukup untuk hidup sendiri.

Ada yang diharuskan merantau demi kehidupan yang lebih baik.

Ada yang harus tetap tinggal dirumah untuk menemani orang tua.

Ada yang single tapi tapi punya banyak waktu luang dan berpenghasilan.

Ada yang berpasangan, saling cinta tapi terhalang restu dari kedua orang tua.

Ada yang sudah hidup bersama, indah, rukun dan makmur tapi belum juga diberi titipan dari Tuhan berupa momongan.

Jalan kita sama-sama terjal, yang membedakan hanyalah jenis batunya.

Pepatah jawa berkata “sawang-sinawang”

Yang menurut kita enak belum tentu enak, yang menurut kita tidak enak belum tentu tidak enak.

Untuk itulah, ukuran manusia tidaklah jauh dari kata sabar dan syukur

Untukmu para pejuang kehidupan. Terima kasih karena tidak pernah menyerah. Jangan pernah berhenti walau langkahmu terasa berat, mungkin diujung nanti menanti hal-hal baik untuk kalian jemput.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).