Kalau lagi butuh dicari bagaikan “EMAS”
Kalau lagi gak butuh dibuang bagaikan “SAMPAH”.

Pernahkah kamu mengalami keadaan dimana saat orang lain membutuhkanmu, kamu selalu dicari-cari bahkan dicari seperti emas, namun setelah dia mendapatkan apa yang ia mau orang tersebut menghilang atau bahkan sudah tidak kenal dengan kamu.

Kamu selalu membantunya bahkan mengorbankan segalanya namun disaat kamu sementara dalam kesulitan berharap bantuannya namun dia tidak mau membantumu dan bersikap bodo amat dengan keadaan yang kamu alami.

Kalau penulis ditanya “pernahkah mengalami situasi seperti itu, ya saya sering mengalami situasi seperti itu. Perih? Iya, kecewa? Ia, mendendam? Tentu saja tidak.

Karena awalnya kita tulus membantunya tanpa mengharapkan imbalan. Namun berbeda kasusnya lagi ketika kita dalam keadaan terpuruk, pasti mengharapkan bantuan dari orang-orang disekitar kita.

Oleh karena itu, belajarlah untuk tidak terlalu percaya sepenuhnya pada orang karena sifat manusia memang selalu berubah-ubah. Tidak ada satupun manusia yang tulus, tidak ada satupun manusia yang benar-benar setia karena manusia adalah makhluk yang terbatas. Hanya Tuhanlah yang sempurna dan tidak terbatas. Namun sebagai manusia yang terbatas kita perlu berbenah dan memperbaiki diri kita hari demi hari.

Berharap pada seseorang boleh namun konsekuensinya adalah kekecewaan jika kita sudah berharap namun tidak dihargai.

Salah satu cara terbaik untuk menghindari “KEKECEWAAN” adalah jangan terlalu berharap apapun dari siapapun. Tak ada yg salah dengan “KESETIAAN”, Sebab yang salah adalah ketika “KESETIAAN” tak mendapat “PENGHOTMATAN”.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).