Mudah sekali bagi kita untuk membandingkan hidup kita dengan orang lain. Bagaimana tidak, setiap kali kita membuka akun media sosial kita akan langsung dihadapkan pada etalase kehidupan orang lain. Sulit memang untuk menahan diri agar tidak iri dengan kenikmatan hidup orang lain.

Melihat seseorang mengunggah foto bersama keluarga kecilnya di media sosial, kita seringkali dihinggapi rasa iri ingin memiliki raut bahagia yang sama dengan yang ada di foto tersebut. Melihat teman yang sukses dalam karier atau bisa lanjut ke pendidikan yang lebih tinggi, kita iri ingin bisa menginjak anak tangga yang sama dengannya.

Bahkan melihat selebritis yang tampak begitu bahagia bisa liburan mewah di luar negeri, kita pun iri tanpa sebab yang pasti. Ah, hari-hari yang dilalui jadi terasa melelahkan karena kita sibuk iri dengan kenikmatan hidup orang lain.

Sekarang saatnya kita berproses untuk jadi pribadi yang lebih dewasa. Tak lagi gampang iri dengan kenikmatan hidup orang lain. Lebih baik fokus meningkatkan kualitas hidup kita sendiri. Meluangkan lebih banyak waktu untuk memenuhi berbagai prioritas utama dalam hidup. Tak lagi membuang-buang terlalu banyak waktu iri dengan kehidupan yang dimiliki orang lain.

Di balik keberhasilan dan kesuksesan orang lain, ada perjalanan dan perjuangan panjang yang digelutinya. Bisa jadi di balik sebuah senyuman ada duka yang sengaja disembunyikan dari banyak orang.

Kita tak pernah tahu perjuangan dan masalah yang dihadapi masing-masing orang. Jadi, daripada iri dengan kenikmatan hidup orang lain, lebih baik kita meningkatkan motivasi diri kita untuk meraih impian dan target-target hidup kita.

Ada proses yang harus ditempuh untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa. Berbagai macam masalah dan ujian pun perlu kita taklukkan untuk bisa menjadi seseorang yang lebih dewasa dalam menyikapi situasi dan keadaan yang ada.

Semua itu ada prosesnya masing-masing. Dimulai dari lebih fokus meningkatkan kualitas hidup dan tak lagi terlalu sering iri dengan kenikmatan hidup orang lain, kita bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi.

Hidup ini dinamis. Kita pun akan terus berputar dalam menjalani hari-hari kita. Tak perlu terlalu sering iri dengan kebahagiaan dan kenikmatan yang didapat orang lain. Sebab kita juga memiliki perjuangan sendiri. Kita punya masalah yang perlu kita selesaikan dan taklukkan sendiri.

Bila kita terus menerus tenggelam dalam perasaan iri pada hidup orang lain dan kecewa pada diri sendiri, bagaimana kita bisa menikmati hidup kita?

Sumber: Dede Sunawar

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).