Menjadi wanita memanglah tidak mudah. Wanita memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam keluarga. Ia bertugas sebagai istri dalam menuntun anak-anak namun banyak juga wanita yang harus jadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena penghasilan suami yang pas-pasan.

Tapi sejatinya wanita itu dari tulang rusuk. Bukan dari tulang punggung. Jangan bebankan dia mencari nafkah untuk suami dan anak anaknya.

Sehebat-hebatnya perempuan, setinggi apapun pendidikannya dan setinggi-tinggi apapun karirnya, tetap saja karir terbaiknya ada di dalam rumahnya bukan di luar rumah karena fitrah seorang wanita yang sesungguhnya adalah memang mengurus rumah tangga.

Tugas mulia seorang istri dan seorang ibu adalah menuntun anak-anak yang dianugerahkan Tuhan dalam keluarga untuk mengenal siapa Tuhannya dengan baik.

Jadi sebagai seorang istri, cukup doakan suamimu agar dapat berkah rejeki yang hahal, doakan suamimu agar selalu sehat dan kuat dalam pekerjaannya karena suksesnya suami itu semua berkat doa istri seorang istri

Namun jika memang keadaan dalam keluarga yang membuat seorang istri harus berkarir, itu menandakan bahwa wanita itu hebat karena mampu menanggung beban ganda baik itu sebagai istri maupun sebagai tulang punggung dalam keluarga.

Namun sebagai suami jangan sampai lepas tanggung jawab dan membebankan istrimu mencari nafkah dan kamu sebagai suami lepas tanggung jawab. Karena biasanya jika istri ikut mencari nafkah, suami biasa lupa akan tanggung jawabnya.

Untuk para suami. Sayangi, lindungi, dan bahagiakanlah istrimu. Baik dengan sikap, ucapan, kasih sayang dan perhatian.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *