Bahagia itu sederhana. Bahagia itu masalah sikap. Bahagia itu pilihan. Bahagia tidaklah bergantung kepada situasi. Ada orang yang kaya namun tidak bahagia. Ada orang yang hidupnya pas-pasan, namun bisa menikmati hidup. Jadi bukan tentang kaya miskinnya, namun masalah sikap dan pilihan.

Orang bijak menyadari bahwa hidup yang indah dimulai dengan hati yang gembira. Kebahagian mereka tidaklah tergantung pada seberapa banyak yang mereka miliki, namun pada seberapa banyak yang mereka syukuri; tidaklah tergantung pada seberapa baik orang-orang melayani mereka, namun pada seberapa baik mereka melayani TUHAN; dan tidaklah bergantung pada seberapa banyak yang mereka terima, namun pada seberapa banyak yang mereka beri.

Orang bijak bahagia karena memilih untuk bahagia dan mereka menemukannya dalam kasih mereka kepada TUHAN dan sesama.

Sedangkan orang bodoh selalu berpikir hidup ini tidak adil. Mereka sulit menemukan alasan untuk bahagia. Kebahagian mereka tergantung kepada situasi.

Jika situasi baik, mungkin mereka bahagia, mungkin juga tidak. Jika situasi buruk, tentu saja mereka tidak akan bahagia. Jika orang bijak selalu menemukan hal baik dalam situasi yang buruk, mereka selalu menemukan hal buruk dalam situasi yang baik. Mereka kurang bersyukur, sering menyalahkan TUHAN, selalu menuntut dari orang lain. Mereka tidak bahagia karena memilihnya dan seringkali tidak menyadarinya.

Apakah anda bahagia?

Aplikasi Kehidupan: Temukanlah kebahagiaan Anda melalui rasa syukur, melayani TUHAN & memberi kepada sesama.

Doa: Bapa, bersyukur hari ini kami kembali diingatkan untuk memilih kebahagiaan kami sendiri. Ampunilah kami jika kami kurang bersyukur, sering menyalahkan TUHAN, selalu menuntut dari orang lain. Bantu kami semakin bersyukur, semakin mengasihi Engkau dan sesama kami.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).