Untukmu yang sedang dilanda asmara bersama dengan kekasihmu. Sebelum kamu membahagiakan pasanganmu, bahagiakanlah terlebih dahulu kedua orang tuamu, kemudian saudaramu, barulah kamu bahagiakan pasanganmu.

Banyak orang ketika hendak berumah tangga bahkan ketika sudah berumah tangga mulai tidak memperdulikan orang tuanya. Kamu makan daging bersama pasanganmu, orang tuamu hanya makan ubi. Kamu menggunakan pakaian bagus dan keren, orang tuamu berpakaian compang camping dan kusam.

Apalagi kalau masih pacaran. Jangan sok-sok-an bahagiakan anaknya orang dengan membelikannya coklat atau boneka sedangkan orang tuamu sendiri tidak pernah kamu belikan coklat. Kamu membelikan pacarmu baju dan jaket sedangkan orang tuamu tidak pernah kamu belikan baju. Kamu memberikan surprice ke pacarmu sedangkan orang tuamu tidak pernah kamu perlakukan seperti itu.

Ingatkah kamu waktu kecil, siapa yang cebokin kamu, siapa yang mandiin kamu, siapa yang mencucikan bajumu, siapa yang banting tulang demi membiayaimu. Sudah besar, bukannya falling in love bareng orang tuamu malah sama orang lain.

Ingatlah kawan!!!

Jika kamu belum mampu membahagiakan orang tuamu, janganlah engkau bahagiakan dulu orang lain.

Sebab membahagiakan orang tua adalah modal yang bisa kau gunakan untuk akhiratmu. Tentu seorang anak yang punya hati pastilah akan menyayangi orang tuanya secara fitrah, tanpa diberikan motivasi akhirat pun.

Berikan kebahagiaanmu dulu untuk orang tuamu, setelah itu lalu kamu berikan kebahagiaanmu itu untuk orang lain.

Jangan terbalik ya.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *