“Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya” (Amsal 29:15).

Dalam keseharian hidup kita maybe pernah kita mendengar perkataan “Kurang ajar, kamu anaknya siapa sih? Memangnya orang tuamu tidak pernah mengajarimu ya?”.

Kalimat seperti ini merupakan bentuk kekesalan seseorang kepada seorang anak yang dianggap sudah keterlaluan nakalnya or memiliki karakter dan moral yang buruķ.

Tidak jarang memang orang tua mengabaikan tugas dan tanggung jawab mereka dalam mendidik serta membentuk karakter dan moral yang baik bagi anak-anak mereka.

 Amsal 29:15 sangat senada dengan apa yang tertulis di dalam Amsal 29:17.

Tongkat menunjukkan kepada alat untuk menghukum atas kesalahan yang dilakukan, sedangkan teguran berarti koreksi or perbaikan terhadap kesalahan yang telah dilakukan.

Tongkat dan teguran ditujukan kepada mereka yang sudah melenceng dari jalur yang benar, dengan maksud mengembalikan mereka ke jalur yang benar. Tongkat dan teguran bertujuan agar anak-anak mau belajar dari kesalahannya dan mengubah perilakunya. Jadi sangatlah jelas bahwa ayat ini bukanlah untuk mendukung pendidikan dengan kekerasan terhadap anak-anak, oleh sebab itulah, tongkat tidak boleh digunakan tanpa teguran, sehingga tongkat diartikan sebagai didikan dan teguran diartikan sebagai suatu ajaran yang benar yang menghantar pada hikmat!

Didikan dan ajaran merupakan cara orang tua mendisiplinkan dan menertibkan anak-anak agar memiliki karakter dan juga moral yang baik. Anak-anak yang mau mendengarkan didikan dan mengindahkan ajaran adalah orang-orang berhikmat, karena mereka mau diingatkan, mau dikoreksi dan mau belajar dari kesalahan yang telah mereka lakukan dan mengubah perilaku mereka menjadi baik. Anak-anak yang seperti inilah yang bisa memberikan ketentraman dan sukacita bagi orang tua dan juga bagi diri mereka sendiri.

Di sisi yang berbeda, anak-anak yang tidak mau diajar, tidak mau dididik dan yang mengabaikan didikan dan ajaran akan mempermalukan orang tua dengan tingkah laku mereka yang jahat dan merusak diri mereka sendiri!

Tongkat dan teguran bukanlah penghukuman dan juga bukan penghakiman, tetapi tongkat dan teguran itu adalah cara orang tua mengajar dan mendidik anak-anaknya agar mereka dapat menjadi orang berhikmat! Didikan dan ajaran itu jika diibaratkan seperti cahaya yang menuntun seseorang untuk keluar dari kegelapan menuju kepada terang kehidupan!

Tinggalkan Komentar
Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).