Jangan jadikan penampilan fisik sebagai penentu dalam memilih pasangan. Dahinya terlalu besar, hidungnya terlalu pesek, bodynya kurang perfect, itu semua ciptaan Tuhan yang sempurna.

Kegantengan, kecantikan, itu semua akan berubah setelah menikah. Jangan jadikan itu sebagai pegangan. Kamu akan menyesal.

Masalah penampilan, cukuplah dia bisa merawat dirinya tetap bersih. Itu sudah baik.

Perasaan berdesir, deg-degan ketika dekat dengannya, itu bukan petunjuk Tuhan. Itu hormon. Itu tidak abadi. Setelah menikah, itu semua akan hilang. Jangan dijadikan pegangan. Kesaksian sedikit, mimin akhirnya memilih menikah dengan seorang sahabat yang sama sekali tidak menimbulkan rasa berdesir ketika pacaran. Sampai sekarang langgeng dan romantis tuh.

Ketika kamu sungguh-sungguh mencintai seseorang tanpa syarat, kamu tak akan mempedulikan penampilannya lagi.

Cintai seseorang bukan dari apa yang tampak, melainkan dari hati dan karakternya. Mengasihi seperti TUHAN mengasihi.

Sumber: Pacaran Kristen

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).